Pindah Rumah

Niat hati untuk pindah rumah sudah ada sejak lama, bahkan rumah baru pun sudah dibangun beberapa waktu yang lalu.

Berat juga meninggalkan tempat yang sudah 11 tahun jadi wadah curahan hati. Melewati masa-masa rajin menulis, atau jeda berkepanjangan. 

Kalau mau liat postingan ala mahasiswa galau bisa cek postingan lama. Tapi saya sendiri takut liatnya. Takut malu dengan diri sendiri karena begitu galaunya diriku saat itu. Hahahaha

Ini adalah postingan terakhir saya di blog ini, terima kasih yang pernah mampir dan meninggalkan jejak. 

Silahkan berkunjung ke rumah baru saya, semoga bisa memberikan tulisan yang menyenangkan untuk dibaca.

Dengan senang hati memperkenalkan rumah baru saya:
uphietkamilah.com

Baluran, Africa van Java

Tidak perlu jauh-jauh ke Afrika untuk melihat savana, atau kalau tabungan belum juga cukup tidak perlu menyeberang ke Sumba untuk menikmati indahnya padang rumput. Di perbatasan Situbondo-Banyuwangi, terdapat savana yang dikenal dengan Africa van Java bernama Taman Nasional Baluran.

Gunung Baluran behind
Taman Nasional dibagi menjadi beberapa zona, di antaranya adalah Savana Bekol, hutan hijau Evergreen Forest, dan Pantai Bama. Kalau mau eksplore Taman Nasional Baluran lebih lanjut masih ada banyak obyek wisata di dalamnya, yaitu Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, atau Candi Bang.

Kali ini saya hanya mengunjungi dua dari sekian banyak destinasi di dalam Taman Nasional Baluran, yaitu Pantai Bama dan Savana Bekol.

[REVIEW HOTEL] MaxOne Hotel @Glodok, dekat Kota Tua dan Pecinan

Ke Jakarta pas momen upacara bendera 17 Agustus, dan besoknya ada Opening Ceremony Asian Games di GBK. Udah terlanjur beli tiket kereta api Surabaya-Gambir. Mau dibatalin tapi mumpung long weekend, kalo jadi kok kayanya gak pas banget, pasti macet sekitaran Gambir pada sibuk persiapan upacara.

Setelah menetapkan tujuan untuk eksplorasi Kota Tua, maka sebisa mungkin menghindari daerah rawan kemacetan karena dua event tersebut. Jadinya nginep dimana?

Menyesuaikan kantong dan cari lokasi yang strategis, akhirnya saya memutuskan untuk menginap di MaxOne Glodok. Dengan alasan, jaringan MaxOne cukup dikenal baik dan nyaman untuk menjadi pilihan tempat menginap. Padahal diri sendiri belum tau hotel ini wujudnya seperti apa. Hehehehe...

Waktu tiba di lokasi, hotel ini ternyata sedikit nyempil di belakang, teras lobinya kecil di pojokan dan hanya cukup untuk satu mobil lewat. Karena gak sempat foto-foto, beberapa ada yang ambil dari situs pemesanan online deh.

lobi hotel
Kami memutuskan check in lebih awal yang ternyata diperbolehkan oleh pihak hotel tanpa tambahan biaya (Yippie!!!)