Kuliner di sekitar Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta
Kota Tua Jakarta adalah salah satu kota tua di Indonesia yang dijaga keasliannya. Tidak seperti di Semarang yang masih dilalui kendaraan bermotor, kawasan ini sebagian besar hanya untuk pejalan kaki atau pun pengguna sepeda angin.

Niat awal adalah keliling Kota Tua seharian, menikmati keindahannya, belajar sejarah, ambil sudut-sudut cantik untuk berfoto, dan juga incip-incip makanan di kafe-kafe kecil yang banyak tersebar di sana. Nyatanya? Cuaca terlalu panas untuk bertahan lama di sana dan juga ramai pengunjung karena memang hari libur, alhasil setelah berkeliling sebentar, kemudian mampir ke salah satu kedai, kami (saya dan suami) memutuskan kembali ke hotel. Hahaha....

Untuk menjadi food blogger, ternyata kami juga tidak berbakat. Mampir beberapa tempat aja kami sudah kekenyangan 😅

1. Kerak Telor, Museum Sejarah Jakarta

Karena rasa penasaran, saya mencoba kerak telor (25K). Pilihannya telor bebek atau telor ayam. Kali itu saya memilih telor bebek, gak tau juga sih dimana bedanya. Hehehe...

Kerak telor adalah salah satu makanan khas Jakarta, jadi kurang afdol rasanya kalau ke Kota Tua tapi tidak mencoba makanan ini. Terdiri dari campuran ketan dan telor bebek yang digoreng tanpa  minyak menggunakan media arang untuk memasaknya. Setelah telor setengah matang, wajan akan dibalik, sehingga masakan menghadap arang hingga menjadi kerak. Setelah matang akan disajikan dengan serundeng dan siap disantap.

kerak telor
Rasanya? karena ini adalah kerak telor pertama saya, saya tidak bisa membandingkan dengan kerak telor lain apakah ini termasuk enak atau tidak. Tapi kalau secara selera, saya kurang cocok karena rasanya yang kering. Mungkin akan enak kalau ditambah cocolan saus sambal kali ya. Awalnya saya kira tidak jauh beda dengan telor dadar atau martabak karena bahan utamanya adalah telor. Hehehe, maafkan ketidaktahuan saya 😔

Selain kerak telor, di stan makanan di dalam museum ini ada bakso, es selendang mayang, dan tahu gejrot.

stan jajanan tempo dulu
LOKASI
Kerak telor berada di dalam area Museum Sejarah Jakarta

2. Kedai Seni Djakarte, Kota Tua

Tepat di depan pintu masuk Museum Sejarah Jakarta, berjejer beberapa cafe yang menawarkan makanan tempo dulu atau masa kini. Salah satunya adalah Kedai Seni Djakarte, dengan bangunan dan suasananya yang tetap mempertahankan suasana tempo dulu.

Kedai Seni Djakarte
Kedai ini terdiri dari dua lantai. Kami memilih di lantai satu karena hari itu pengunjung tidak terlalu ramai. Ketika masuk, pandangan saya tertumpu pada rak pajangan di sebelah kanan yang berisi buku-buku dan koleksi kaset-kaset lama. Juga tulisan tentang sejarah terbentuknya Kedai Seni Djakarte.

koleksi masa lalu
Hari itu kami memesan Leci Squash (19K), Eskrim (15K), dan Royal Mint (17K) untuk meredakan sedikit teriknya matahari. Saya paling suka Royal Mint (yang sebenarnya adalah pesenan suami). Rasanya begitu pas, tidak terlalu manis, dan sangat menyegarkan.

maaf yang kefoto cuma royal mint. Hehehe
Kalau ingin mendapatkan tempat-tempat layak foto dan sejarah terbentuknya kedai ini, sepertinya banyak terdapat di lantai 2 (hasil browsing di Google), tapi sayang saya melewatkannya.

tangga menuju lantai 2
LOKASI
Kedai Seni Djakarte
Jl. Pintu Besar Utara
Kota Tua Jakarta Barat
Phone: 081808374431 

3. Akiaw Baso 99, Mangga Besar

Jalan-jalan saya ke Jakarta kali ini memang agak mager, di sekitaran Kota Tua dan tidak jauh-jauh dari hotel tempat kami menginap, yaitu di kawasan Glodok. Hari menjelang sore saya mulai browsing tempat makan di area sekitar. Kami memutuskan makan bakso.

ramai
Bukan bakso Solo, bukan bakso Malang, kami memilih bakso Medan yang terkenal di kawasan Mangga Besar. Bakso Akiaw 99 berada di deretan rumah makan yang memang kebanyakan didominasi dengan masakan China.

menu baso akiaw 99
Kami memesan separuh bakso dan separuh irisan daging sapi, ditambah semangkuk kwetiau dan semangkuk bihun (@50K). Untuk minuman kami memesan jeruk hangat dan es markisa (@18,5K). Memang secara harga termasuk mahal ya, tapi dijamin akan ketagihan. Hehehehe....

this is seriously good
Coba untuk menikmati rasa asli kuahnya dulu, tanpa tambahan kecap ataupun sambal. Kaldu sapinya terasa kuat, dan saat itu juga saya memutuskan itu adalah bakso terenak yang pernah saya makan 💙

terlalu enak
LOKASI
Akiaw Baso 99
Mangga Besar Raya 2B
Phone: 021-6291419

4. Joni Steak, Glodok

Kali ini kami mencoba makan di tempat yang katanya menyediakan daging jenis wagyu dengan harga terjangkau tapi tetap enak. Hah, serius?

Cukup berjalan kaki dari hotel, kami awalnya tertarik dengan Kwetiau Sapi 78. Tapi karena waktu di Akiaw 99 kami sudah makan kwetiau sebagai pendamping bakso, kami memutuskan terus menuju Joni Steak.

Masuk ke dalamnya, ternyata hanya berupa ruang resepsionis, kami harus menaiki tangga ke lantai 2 untuk menuju tempat makannya.

pintu masuk
Kali ini kami mau makan berat. Suami memesan Secondary Cut Wagyu 200gr (90K), dan saya mengalah dengan Tenderloin import 200gr (75K) supaya bisa saling mengincipi pesanan masing-masing. Kentangnya kita bisa milih mashed potato atau potato wedges, tingkat kematangannya pun bisa request, begitu juga dengan sausnya. Untuk minuman saya memesan teh tarik panas (15K) dan suami memesan ice blackcurrant (15K).

tenderloin steak

secondary cut wagyu
Untuk rasa tenderloin steak enak lah untuk ukuran harga yang lumayan murah. Tapi saya lebih suka secondary cut wagyu pesenan suami (lagi-lagi lebih enak pilihan dia. Hehehe). Meskipun kami pesan welldone, tapi dagingnya masih tetap juicy.

Kami menutup makan steak dengan dua buah cup es krim (@20K), yaitu rasa green mountain dan choco passion. Enak sih, tapi karena terlalu keras (efek masuk freezer) tidak seperti es krim kebanyakan, jadinya kami butuh waktu menghabiskan.

ice cream dessert
LOKASI
JoniSteak Gajahmada
Gajah mada 192-193, Glodok
Phone: 081293588838

Berikutnya mau makan dimana lagi?

Have a good journey!

Follow me on IG @uphiet_kamilah
Follow me on FB Uphiet Kamilah

3 comments:

  1. Perjalanannya asyik sekali ... jadi pengen ke sana lagi dan lagi :D

    ReplyDelete