Pindah Rumah

Niat hati untuk pindah rumah sudah ada sejak lama, bahkan rumah baru pun sudah dibangun beberapa waktu yang lalu.

Berat juga meninggalkan tempat yang sudah 11 tahun jadi wadah curahan hati. Melewati masa-masa rajin menulis, atau jeda berkepanjangan. 

Kalau mau liat postingan ala mahasiswa galau bisa cek postingan lama. Tapi saya sendiri takut liatnya. Takut malu dengan diri sendiri karena begitu galaunya diriku saat itu. Hahahaha

Ini adalah postingan terakhir saya di blog ini, terima kasih yang pernah mampir dan meninggalkan jejak. 

Silahkan berkunjung ke rumah baru saya, semoga bisa memberikan tulisan yang menyenangkan untuk dibaca.

Dengan senang hati memperkenalkan rumah baru saya:
uphietkamilah.com

Baluran, Africa van Java

Tidak perlu jauh-jauh ke Afrika untuk melihat savana, atau kalau tabungan belum juga cukup tidak perlu menyeberang ke Sumba untuk menikmati indahnya padang rumput. Di perbatasan Situbondo-Banyuwangi, terdapat savana yang dikenal dengan Africa van Java bernama Taman Nasional Baluran.

Gunung Baluran behind
Taman Nasional dibagi menjadi beberapa zona, di antaranya adalah Savana Bekol, hutan hijau Evergreen Forest, dan Pantai Bama. Kalau mau eksplore Taman Nasional Baluran lebih lanjut masih ada banyak obyek wisata di dalamnya, yaitu Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, atau Candi Bang.

Kali ini saya hanya mengunjungi dua dari sekian banyak destinasi di dalam Taman Nasional Baluran, yaitu Pantai Bama dan Savana Bekol.

[REVIEW HOTEL] MaxOne Hotel @Glodok, dekat Kota Tua dan Pecinan

Ke Jakarta pas momen upacara bendera 17 Agustus, dan besoknya ada Opening Ceremony Asian Games di GBK. Udah terlanjur beli tiket kereta api Surabaya-Gambir. Mau dibatalin tapi mumpung long weekend, kalo jadi kok kayanya gak pas banget, pasti macet sekitaran Gambir pada sibuk persiapan upacara.

Setelah menetapkan tujuan untuk eksplorasi Kota Tua, maka sebisa mungkin menghindari daerah rawan kemacetan karena dua event tersebut. Jadinya nginep dimana?

Menyesuaikan kantong dan cari lokasi yang strategis, akhirnya saya memutuskan untuk menginap di MaxOne Glodok. Dengan alasan, jaringan MaxOne cukup dikenal baik dan nyaman untuk menjadi pilihan tempat menginap. Padahal diri sendiri belum tau hotel ini wujudnya seperti apa. Hehehehe...

Waktu tiba di lokasi, hotel ini ternyata sedikit nyempil di belakang, teras lobinya kecil di pojokan dan hanya cukup untuk satu mobil lewat. Karena gak sempat foto-foto, beberapa ada yang ambil dari situs pemesanan online deh.

lobi hotel
Kami memutuskan check in lebih awal yang ternyata diperbolehkan oleh pihak hotel tanpa tambahan biaya (Yippie!!!)

Amunisi Paripurna Travel Blogger: Asus ZenBook UX331UAL


Punya hobi jalan-jalan selama bertahun-tahun membuat cara packing saya berubah seiring berjalannya waktu. Dulu saya penganut traveling ala ransel. Karena masih muda, bawa ransel jadi pilihan praktis dan bawa barang sebanyak apa pun masih kuat. Bertahun-tahun kemudian bawa ransel jadi mempunyai efek samping pegal-pegal, usia gak bisa bohong ya. Hehehe...

Beralih menjadi tim koper saya tetap berusaha untuk selalu travel light. Andalan saya adalah koper kabin yang jarang terisi penuh, apalagi kalau mudik ke Lombok, jaga-jaga mertua titip oleh-oleh buat di rumah. Hehehe....

koper andalan
Nah, saat traveling ini seringkali jadi saat-saat ide bermunculan untuk menulis blog, apalagi seringkali menemukan hal-hal baru atau tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi. Begitu sampai hotel rasanya ingin segera mindah foto-foto ke laptop dan menulis cerita lengkapnya, karena masih begitu segar dalam ingatan.

Tapi hanya sekedar keinginan. Hehehe.... Saya gak mungkin bawa laptop yang beratnya lumayan menambah berat barang bawaan. Belum lagi harus bawa charger baterai laptop karena laptop saya tidak bisa hidup tanpa charger tertancap pada colokan listrik. Sudah kebayang repotnya bahkan sebelum dibawa.

Sebagai gantinya, saya selalu membawa buku catatan untuk menuliskan hal-hal penting sebagai pengingat kala menulis cerita lengkapnya nanti (saat di rumah). Tapi hal ini menjadikan tulisan saya kadang jauh dari bayangan awal saya. Ingatan saya tidak setajam itu, apalagi mengingat detail. Banyak hal-hal terlewat karena niat menulis nanti (ketika di rumah) bukan berarti langsung menulis begitu benar-benar sampai di rumah, tapi menjadi nanti-nanti aja deh.

printilan traveling saya :D
Bagaimana kalau laptopnya seringan membawa kamera dan printilannya? Bagaimana kalau laptop itu gak muat space yang berarti di laptop? Atau bagaimana kalau gak perlu takut kehabisan baterai saat tiba-tiba ide muncul pas seru-serunya plesir di tengah pulau kecil tanpa colokan listrik?

Kuliner di sekitar Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta
Kota Tua Jakarta adalah salah satu kota tua di Indonesia yang dijaga keasliannya. Tidak seperti di Semarang yang masih dilalui kendaraan bermotor, kawasan ini sebagian besar hanya untuk pejalan kaki atau pun pengguna sepeda angin.

Niat awal adalah keliling Kota Tua seharian, menikmati keindahannya, belajar sejarah, ambil sudut-sudut cantik untuk berfoto, dan juga incip-incip makanan di kafe-kafe kecil yang banyak tersebar di sana. Nyatanya? Cuaca terlalu panas untuk bertahan lama di sana dan juga ramai pengunjung karena memang hari libur, alhasil setelah berkeliling sebentar, kemudian mampir ke salah satu kedai, kami (saya dan suami) memutuskan kembali ke hotel. Hahaha....

Untuk menjadi food blogger, ternyata kami juga tidak berbakat. Mampir beberapa tempat aja kami sudah kekenyangan 😅

[REVIEW HOTEL] Oceans 5 Dive Resort, Akses Terdekat ke Dermaga Penyeberangan

boat milik Oceans 5 Dive Resort
Buat yang gak mau capek-capek bawa/geret tas/koper ketika baru tiba di Gili Air, Oceans 5 Dive Resort sangat recommended buat tempat menginap ketika berlibur di sini. Hotelnya tepat berada di depan dermaga penyeberangan. Kalau memang mau menyusuri pulau lebih jauh, bisa menyewa sepeda atau naik dokar alias kereta kuda nantinya.

Kalau menurut situs online ada tiga tipe kamar yang ditawarkan di hotel ini, yaitu Standard Room, Poolside Bungalow with Extra Bunk Bed, dan Poolside Bungalow. Karena waktu itu datang berdua, kami skip yang tipe kedua (with extra bunk bed).

Pura Taman Mayura di Kota Mataram


Taman Mayura berada di kota Mataram, dikelilingi oleh banyak pertokoan, dan mudah dicapai dari pusat kota.

Kami datang saat hari masih pagi, tidak terencana setelah keliling mencari sarapan khas Pulau Lombok. Sudah ada beberapa pengunjung, tapi tidak terlalu ramai.

Begitu masuk pandangan mata kita langsung tertuju ke bangunan yang berada di tengah kolam. Bangunan tersebut bernama Rat Kere atau Gili yang dalam bahasa Sasak berarti pulau kecil. Bangunan tersebut dipakai untuk tempat berkumpul atau rapat, atau digunakan untuk menerima tamu kerajaan.

Bukit Jaddih: Dulu dan Sekarang

Bukit kapur Jaddih, adalah bekas penambangan batu kapur putih yang terletak di wilayah Bangkalan, Pulau Madura. Awalnya tempat ini jelas bukan tempat wisata, tapi sekarang menjadi salah satu tempat instagrammable di pulau ini. Kekuatan media sosial memang tidak diragukan menjadi salah satu faktor pemicu kedatangan wisatawan ke tempat ini.

Kedatangan wisatawan yang begitu sangat meningkat, membuat tempat ini mulai menjadi perhatian warga (atau mungkin pemerintah) setempat untuk mengelola tempat ini menjadi kawasan wisata. Dalam rentang dua tahun kunjungan saya, tempat ini sudah berubah sangat banyak.

Bukit Jaddih, 2016
Letak lokasi yang agak sedikit terpencil, membuat saya harus fokus memperhatikan Google Map dan lokasi dimana kami berada. Melewati jalan berdebu, sepi, dan bangunan yang masih jarang membuat saya (kali itu bersama dua orang teman perempuan) agak waswas dengan jalan yang katanya masih rawan kejahatan tersebut.

Tidak banyak petunjuk arah yang bisa kita ikuti, hanya menjadikan Pasar Jaddih sebagai patokan. Tapi karena weekend, agak banyak mobil-mobil pribadi yang menuju tujuan yang sama, sehingga kami tidak tersesat.

Kami berhenti di bagian bukit Jaddih yang datar, memperlihatkan keindahan bukit kapur yang siang itu pastinya panasss 😎



REVIEW BUKU: You Are Invited

Judul: You Are Invited
Penulis: Kezia Evi Wiadji
Penerbit: Grasindo
Tebal: 212 halaman
Goodreads Rating: 3.61/5.00


Stacy Tanu dan John Edward berencana menikah di penghujung tahun. 400 undangan rencananya akan disebar, termasuk keenam tamu istimewa mereka, Dina, Ben, Lyla, Sonia, Edo, dan James. Seperti halnya keinginan calon pengantin pada umumnya, mereka berharap pernikahan mereka akan sempurna dan lancar.

Ini bukan cerita cinta bertele-tele tentang Stacy dan John. Ada enam tokoh lain yang kisahnya berkaitan dengan kedua pasangan.

Dina adalah mantan kekasih John yang tinggal di Bali. Hubungan keduanya tidak berakhir dengan baik. John memergoki Dina sedang berselingkuh dengan laki-laki lain. Atas desakan Stacy, John akhirnya mengundang Dina untuk hadir di acara pernikahan mereka. Di lain sisi, Dina yang merasa bersalah dengan pengkhianatannya pada John juga diliputi kegalauan karena rasa cinta mendalamnya pada Cello, pelukis playboy yang dulu pernah dan masih dicintai Dina.

Ben adalah mantan kekasih Stacy. Perpisahan mereka lebih karena perbedaan karakter yang membuat keduanya mengakhiri hubungan dengan baik-baik. Ben yang petualang sejati harus menyerah meneruskan hubungan dengan Stacy yang tipe rumahan. Dalam petualangan Ben ke Pekanbaru, Ben akhirnya bertemu wanita istimewa bernama Princille, yang ia selamatkan dari usaha pemerkosaan pacar Princille pada saat itu.

Lyla adalah sahabat Stacy. Demi melupakan patah hatinya, Lyla memutuskan untuk mendaki gunung bersama teman-temannya. Karena pengalaman naik gunung yang bisa dibilang nol, Lyla panik menghadapi situasi ketika ia menghilang dari rombongan dan terjatuh.

Sonia adalah adik John yang harus mengalami kisah pahit karena hamil di luar nikah. Andi, suami Sonia adalah seorang playboy yang kerap bergonta-ganti pasangan meski sudah menikah. Setelah kandungannya keguguran, Sonia harus menghadapi cobaan lagi ketika Andi mengalami kecelakaan hebat di Lembang. Andi tidak bisa bangun lagi dan menggantungkan hidupnya pada mesin-mesin medis.

Edo adalah sahabat John yang pernah memendam perasaan cinta pada Sonia, adik John. Karena keraguan dan nasib buruknya, Edo tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya pada Sonia.

James adalah kakak Stacy yang merantau ke Medan dan membangun sebuah klinik rehabilitasi narkotika di sana. James yang ditinggal mati kekasihnya, Emilia, karena narkoba seperti ditakdirkan untuk menyembuhkan trauma yang dihadapi dengan dipertemukannya dia dengan Maria, seorang wanita pecandu narkoba yang menghuni kliniknya.

***

Kupang Lontong Pak Gondrong, Pandaan


Kalau ke daerah Jawa Timur, khususnya Sidoarjo dan Pasuruan, kita akan banyak menjumpai menu kupang lontong di warung-warung pinggir jalan. Sebagai daerah yang berada di pesisir, kerang kupang dapat dengan mudah didapat.

Hidangan kupang lontong adalah sajian kupang yang dipadukan dengan irisan lontong, lentho, kuah petis dan sate kerang, kemudian diberi perasan jeruk nipis.

REVIEW BUKU: Herr Der Diebe: Pangeran Pencuri

12498187 

Judul: Herr Der Diebe: Pangeran Pencuri
Penulis: Cornelia Funke
Penerjemah: Hendarto Setiadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 420 halaman
Cetakan kedua: Maret 2011
Goodreads Rating: 3.92/5.00

Kita tidak bisa langsung tahu apakah seseorang benar-benar baik atau tidak. Dan dari tampangnya juga tidak kelihatan

Selamat datang di kota Venezia!

Mari berpetualang di Kota Rembulan ini bersama segerombolan anak kecil, melintasi kanal-kanal dan gang-gang yang tersebar di banyak tempat di kota terapung ini.

Sejak kecil ibu selalu bercerita pada Prosper dan Bo, dua orang kakak beradik, tentang indahnya kota Venezia dengan banyak patung singa dan malaikat yang melindunginya. Oleh karena itu, setelah ibu meninggal, sementara bibi Esther ingin memisahkan Prosper dan Bo, kedua bersaudara ini dengan nekat meninggalkan Hamburg menuju Venezia, kota yang diyakini mereka akan memberi kehidupan yang lebih baik.

Foto Ala-ala di The Legend Stars Park, Jatim Park 3 Batu

pintu masuk
Batu sebagai kota wisata, saat ini semakin memperbanyak pilihan lokasi berwisata bagi pengunjungnya. Yang terbaru adalah Jatim Park 3. Kalau Jatim Park 1 dikenal dengan wahana permainannya, Jatim Park 2 dengan wisata pengenalan flora dan fauna, Jatim Park 3 adalah wahana wisata berkonsep mall yang juga menyediakan berbagai wahana di dalamnya, seperti Dino Park, The Legend Stars Park, Tech Plaza, dan Museum Musik Dunia.

Ini adalah kali pertama saya mengunjungi Jatim Park 3. Setelah menimbang-nimbang beberapa wahana, saya memutuskan untuk memilih The Legend Stars Park. Pertimbangan awal karena Dino Park yang buka satu jam lebih awal dibanding The Legend Stars Park, pasti dibanjiri pengunjung, khususnya anak-anak. Pertimbangan kedua karena saya hanya memiliki waktu terbatas selama berada di sini, jadi tidak mungkin mengunjungi semua wahana. Pertimbangan ketiga, saya sedang mood untuk foto-foto 😀

REVIEW BUKU: Sungkyungkwan Scandal

Judul: Sung Kyun Kwan Scandal
Penulis: Jung Eun Gwol
Penerjemah: Adji Annisa Zakiadini
Penerbit: NouraBooks
Tebal: 427 halaman
Cetakan I, Oktober 2012
Goodreads Rating: 4.18/5.00

Semua orang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Beratnya kesulitan itu hanya bisa dirasakan masing-masing orang. Belum tentu kita yang lebih muda menghadapi beban yang lebih ringan daripada mereka yang lebih tua

Kim Yoon-hee tidak pernah berharap dirinya akan menjadi salah satu mahasiswa Sungkyunkwan. Hidup berat yang dilalui bersama ibu dan adik lelaki yang sakit-sakitan, Kim Yoon-shik, memaksa Kim Yoon-hee menyembunyikan identitas sebagai perempuan dan berpura-pura menjadi adiknya untuk mencari penghidupan. 

Di masa itu, perempuan tidak diperbolehkan belajar dan bersekolah, tapi hal itu tidak menghalangi tekad Kim Yoon-hee. Sejak kecil ia telah mengambil pekerjaan sebagai penyalin buku paket, yang hasilnya dipakai untuk membeli makanan dan obat-obatan untuk adiknya. Di balik niat itu, dia juga ingin agar adiknya, Kim Yoon-shik bisa belajar untuk mengikuti ujian negara.

[REVIEW HOTEL] Baobab Safari Resort, Waking Up with Mountain View


Melihat beberapa postingan teman-teman belakangan ini yang menginap di hotel ini, kan jadi tergoda pingin nyobain juga sensasinya. Dengan dua orang teman, pada akhir Juli lalu akhirnya godaan ini mengalahkan segalanya. Here I come, Baobab Safari Resort!

Baobab adalah nama sebuah pohon yang berasal dari Afrika yang tingginya bisa mencapai 5-25 meter. Baobab dikenal sebagai pohon terbalik karena ketika ranting pohonnya tidak berdaun, cabang-cabangnya akan terlihat seperti akar yang mencuat ke udara.

REVIEW BUKU: Emily of New Moon

Judul: Emily of New Moon
Penulis: Lucy Maud Montgomery
Penerjemah: Ambhita Dhyaningrum
Penerbit: Qanita
Tebal: 524 halaman
Cetakan I, Juli 2010
Goodreads Rating: 4.08/5.00

Aku sering tak bisa menjelaskan mengapa aku melakukan sesuatu. Dan terkadang, aku melakukannya hanya karena aku ingin punya pengalaman mengasyikkan untuk kuceritakan kepada anak cucuku kelak.

Emily Byrd Starr tidak pernah terbayang akan meninggalkan rumah lembah dan segala petualangannya bersama Adam dan Hawa, Dewi Angin dan sang Kilat suatu hari nanti. Kematian sang ayah, membuat Emily harus ikut bersama keluarga mendiang ibunya, keluarga Murray yang terkenal kolot, angkuh, dan menentang pernikahan ayah dan ibu Emily.

Dengan berat hati, Emily tinggal bersama salah satu saudara ibunya, Bibi Elizabeth di rumah pertanian New Moon. Agak sedikit melegakan karena Emily masih memiliki Bibi Laura yang baik hati dan Sepupu Jimmy yang menyenangkan untuk tinggal di sana. Merasa tidak bahagia di bawah pengawasan Bibi Elizabeth yang tanpa kompromi, Emily semakin tertekan ketika harus melewati hari pertama bersekolah. Guru sekolah yang sangat membencinya dan juga teman-teman sekelas yang tidak suka dengan keberadaan keturunan Murray di tengah-tengah mereka. Tapi tidak butuh waktu lama bagi Emily untuk kemudian menjalin persahabatan dengan Rhoda Stuart, begitu juga tidak butuh waktu lama bagi Rhoda Stuart untuk mengakhiri persahabatannya dengan Emily. Emily yang tidak pernah mempunyai teman sebelumnya, merasa begitu sedih.

Naik "Taksi" di Gunung Ijen


Menuju puncak Gunung Ijen dan melihat kawah cantiknya menjadi pengalaman tak terlupakan bagi saya. 

Saya selama ini lebih cenderung jadi anak pantai dibanding anak gunung. Track record saya hanya tiga kali ke Gunung Bromo, dan itu pun dapat ditempuh dengan sangat mudah. Menuju titik sunrise view tinggal naik hardtop, menuju kawah Bromo tinggal naik kuda dan naik tangga yang butuh waktu kurang dari setengah jam. 

Mendaki yang sebenarnya? Jelas belum pernah. Hahahaha

REVIEW BUKU: Gege Mengejar Cinta

Judul: Gege Mengejar Cinta
Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 234 halaman
Cetakan keempat, Maret 2005
Goodreads Rating: 3.39/5.00

A tree falls in a forest with no one hearing it. Does it really fall? The answer is yes...But whocares?

Adalah Geladi Garnida atau Gege yang sejak pertama kali melihat sosok itu, pusat hidupnya telah berubah. Hanya dia, hanya Caca. Gege pertama kali mengenal Caca sejak SMP, ketika Caca menjadi anak baru di sekolahnya. Caca yang cantik, Caca yang tidak bisa dia dekati. Dari tahun ke tahun, Gege hanya menjadi pengagum rahasia yang hanya bisa menyaksikan Caca berganti dari satu pacar ke pacar yang lain, terlebih Caca tinggal di depan rumah Gege.

Sudah bertahun-tahun sejak Caca pindah ke luar negeri saat SMA, Gege tidak pernah tahu lagi keberadaan dan kabar Caca. Tapi ingatan Gege akan Caca tidak pernah berubah. Gege tetap setia menunggu Caca entah sampai kapan.

Gege bertemu lagi dengan Caca secara tidak sengaja. Lebih tepatnya Gege yang melihat Caca. Gedung tempat Caca bekerja berdampingan dengan gedung tempat Gege bekerja. Sejak saat itu rute Gege (dan teman-temannya) untuk makan siang berubah memutar, karena Gege ingin melihat wajah Caca dari kejauhan.

Dengan bantuan teman-temannya, Gege mulai mendekati Caca. Berawal dari menolong Caca dari PDKT atasannya hingga rutin menemani makan siang dan pertemuan-pertemuan mereka berikutnya. Gege dan Caca pada akhirnya saling mengetahui isi hati masing-masing. Sayang, kedekatan mereka terganggu karena Gege sering salah sebut nama ketika bersama Caca. Bukan nama Caca yang dipanggil, tapi Tia, teman kerja yang juga sahabat yang diam-diam menyukai Gege.
Wanita pada dasarnya memang suka dikejar. Tapi wanita tidak suka dipaksa berjalan lebih cepat dari yang mereka inginkan dan bahwa wanita menyukai kondisi di mana mereka memegang kontrol atas setiap pendekatan. ini, by the way adalah kode etik yang melandasi terbangunnya peradaban manusia
***

Menyusuri Pantai-Pantai Cantik di Lombok Tengah

Lombok Tengah terkenal dengan wisata pantainya yang indah dan berpasir putih, serta berjarak dekat dari Bandara Internasional Lombok. Dalam satu hari kita bisa mengunjungi beberapa di antaranya sekaligus.

Berikut adalah beberapa pantai yang saya kunjungi dalam sehari.


Pantai Kuta Mandalika

Pertama kali ke sini bulan Februari 2015, dalam kunjungan kedua saya di tahun ini, perubahannya sangat drastis. Lebih tertata, dipercantik, dan sudah banyak disediakan fasilitas penunjang seperti area bermain anak-anak dan water activities.
Pantai Kuta yang ini jauh lebih cantik dibanding Pantai Kuta Bali yang sudah penuh sesak dengan pengunjung. Pantai berpasir putih dengan laut biru dan gugusan karang di kejauhan dan bukit-bukit kecil menjadi ciri khas pantai-pantai di Lombok Tengah, termasuk di Pantai Kuta.



REVIEW BUKU: Bajak Laut Popcorn

Judul: Bajak Laut Popcorn
Penulis: Alexander McCall Smith
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penerbit: Buah Hati
Tebal: 144 halaman
Cetakan I, April 2010
Goodreads Rating: 3.78/.00


Di sebuah tempat tidak terlalu jauh dari Jamaika, terdapat titik-titik empat pulau kecil yang disebut Kepulauan Popcorn. Awal mula penghuni kepulauan Popcorn adalah para pelaut yang sudah lelah berlayar dan menginginkan tempat tinggal tetap untuk membina keluarga. Generasi demi generasi lahir kemudian. Penghasilan utama penduduk Kepulauan Popcorn tidak lain dan tidak bukan adalah bertani popcorn atau berondong jagung. 

Di salah satu Kepulauan Popcorn, tepatnya di Pulau Besar, tinggallah Lucy bersama adiknya, Sam dan kedua orang tuanya. Lucy juga memiliki seorang sahabat bernama Hermione yang tinggal bersebelahan dengan rumahnya di salah satu perkebunan popcorn.

Hopping Islands di Lombok Timur


Hari kedua libur lebaran di Lombok, peserta jalan-jalan bertambah menjadi 7 orang, beberapa di antaranya janji ketemuan langsung di lokasi 😁

Kami menuju Lombok Timur. Waktu yang ditempuh dari Mataram menuju tempat penyeberangan di Lombok Timur menurut Google Map adalah 2 jam 18 menit, kami menempuh hampir 3 jam karena urusan jemput-menjemput dan sarapan setengah siang. Hehe... Selain itu, kondisi jalan yang tidak terlalu lebar dan banyak kendaraan membuat sopir tidak bisa memacu kecepatan.

Cantiknya Gili Nanggu, Lombok Barat


Hari lebaran kedua, saya dan suami mudik ke Lombok. Karena kami memutuskan tidak mudik ke Sumbawa, kami akhirnya mencari tujuan lain untuk menghabiskan waktu liburan di Lombok. Diputuskan untuk menuju Lombok Barat.


Kami berangkat bersama dua orang teman lainnya, total empat orang, dengan dua buah motor. Jam sudah menunjukkan hampir pukul 9 pagi itu ketika kami berangkat dari rumah. Setelah urusan jemput menjemput selesai, kami langsung menuju tujuan melalui rute Mataram-Lembar-Sekotong Barat.

Setelah setengah jam perjalanan, kami berhenti sebentar di sebuah warung makan untuk sarapan di jalan menuju Pelabuhan Lembar. 15 menit kami habiskan waktu di sana, kami kembali melanjutkan perjalanan.

Hidden Gem of Bali, Nusa Penida


Pantai Matahari Terbit - Nusa Penida


Pagi-pagi kami checkout dari hotel menuju Pantai Matahari Terbit, Sanur. Niatnya ingin berburu sunrise, tapi berujung salah jalan karena salah baca Google Map, kami cuma bisa menatap sunrise dari jalan raya. Sampai di Pantai Sanur, matahari benar-benar sudah terbit.

Tegalalang - Penglipuran, ke Bali gak harus ke Kuta


Saya paling malas kalo diajak liburan ke Bali, apalagi kalo musim liburan 👀
Ajakan backpacking ke Bali ini datang dari seorang teman. Saya akan mengiyakan dengan satu syarat, menghindari daerah Kuta.

Rumah Adat Belitung dan Danau Kaolin di Tanjung Pandan, Belitung


Hari terakhir di Belitung kami habiskan menikmati wisata dalam kota. Setelah check out dari hotel, kami mengunjungi lokasi pertama, Rumah Adat Belitung. Kami datang saat hari masih pagi, kami jadi pengunjung pertama hari itu. Rumah Adat Belitung terletak di sebelah Kantor Bupati Belitung. Rumah ini berbentuk rumah panggung dengan bangunan yang terbagi dalam tiga ruang: ruang utama, pemisah/loss, dan dapur.

Belitung Hopping Islands: Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Batu Berlayar, Pulau Kelayang, Pantai Tanjung Tinggi

Hari Kedua

Kami menginap di Arnava Mutiara Hotel Belitung, di pusat kota Tanjung Pandan.
Jadwal hari ini kami akan mengunjungi pantai-pantai eksotis khas Pulau Belitung.

Pantai Batu Banyak
Pada umumnya wisatawan berangkat melakukan hopping islands dari Pantai Tanjung Kelayang, tapi guide mengarahkan kami ke Pantai Batu Banyak yang lebih sepi wisatawan. Berangkat dari Pantai Batu Banyak, kami menyeberang menggunakan perahu ke tujuan pertama, Batu Kepala Burung Garuda. Kami hanya bisa melihat dari atas perahu, karena memang tidak ada pantai untuk perahu bersandar. Untuk mendapatkan tampilan mirip kepala burung, perahu memang harus diarahkan ke sisi tertentu

Belitung Timur, Laskar Pelangi Story begin...


Pergi di bulan Oktober, dimana cuaca masih kadang suka gak jelas, saya dan seorang teman nothing to lose atas apa yang akan terjadi nanti.

Gili Air: for peaceful seeker


Malam hari sebelumnya, saya dan suami belum memutuskan mau pergi kemana buat weekend ini. Kami menikmati Kamis malam di Epicentrum Mall, sambil mencari-cari tempat buat liburan besoknya.