Hopping Islands: Derawan - Maratua - Kakaban - Sangalaki

Pagi-pagi benar kami bangun untuk berburu sunrise, yang sayangnya sunrise yang ditunggu-tunggu ternyata malu menampakkan diri.
Cuaca mendung pagi itu....


Jadwal kami hari itu adalah hopping islands dan snorkeling. Soooo excited tapi juga deg-degan karena belum pernah dan gak bisa renang 😅😅

Cuaca hari itu kurang mendukung, pagi dimulai dengan gerimis. Lagi-lagi saya dibuat parno karena cuaca. Teringat perjalanan Gili Trawangan-Lombok yang dilalui dengan ombak besar dan sempat bikin trauma. Untungnya kru yang mendampingi kami bisa diandalkan. Mereka bisa mengalihkan perhatian kita akan ombak besar dengan cerita-cerita seru mereka.
Selama satu jam lebih perjalanan Derawan-Maratua yang diiringi ombak besar dan gerimis, saya cukup menikmati perjalanan kala itu. Anggap aja naik rollercoaster sementara teman seperjalanan saya malah mabuk dua kali 😀😜

Di Maratua, kami menghabiskan waktu di tepi pantai untuk belajar snorkeling. Buat masuk dan eksplore pulaunya kita tidak bisa leluasa, karena hanya untuk penghuni resort dan ada tiket masuk untuk pengunjung. Karena waktu yang diberikan sebentar, saya fokus belajar snorkeling aja 😊 Tidak perlu jauh-jauh untuk ke tengah laut ketika snorkeling di Maratua karena pantainya sudah dihuni karang-karang dan ikan-ikan indah. Dan kaki juga bisa berdiri karena posisinya yang masih reachable buat saya yang gak bisa berenang 😆😆

Tujuan berikutnya adalah Pulau Kakaban. Sebelum menuju Danau Kakaban yang terkenal itu, kami menuju Gua Ikan yang terletak di balik Danau Kakaban di pulau tersebut. Kapal berhenti di tepi pantai, dan kami harus menaiki tangga kayu di sisi tebing untuk menuju Gua Ikan. Ada cara lain untuk menuju ke Gua Ikan, yaitu melalui pintu gua itu sendiri, tempat masuknya air laut ke dalam gua. Akan tetapi karena air laut lumayan tinggi, kami menuju ke sana dengan menaiki tangga. Setelah naik ke atas tebing, dan sedikit masuk ke dalam, kita akan menjumpai pantai di dalam pulau alias Gua Ikan itu sendiri. Berasa berada di pulau pribadi karena kami satu-satunya rombongan yang tiba di gua tersebut.


Tujuan berikutnya adalah Danau Kakaban, tempat tinggal stingless jellyfish yang tersohor. Baru di danau Kakaban ini suasana liburan terasa. Ramai sekaliii... Sesekali juga masih turun gerimis. Jalan menuju danau sudah dibuat dengan bagus, dengan jembatan papan-papan kayu. Tapi harus hati-hati karena gerimis membuat papan kayunya licin.

dermaga Pulau Kakaban
jalan masuk menuju Danau Kakaban
Danau Kakaban
Yeyyy, siap buat snorkeling dan ketemu ubur-ubur 😆😆

snorkeling with stingless jellyfish
Sebenarnya...buat orang yang gak bisa berenang seperti saya agak merepotkan orang lain kalau mau menuju agak ke tengah danau. Cuma bisa mengapung dan ditarik sana sini sama teman satu rombongan, untungnya teman-temannya baik walau baru kenal 😅😅

Sebelum meninggalkan Kakaban, beberapa orang dari rombongan melanjutkan snorkeling di laut Kakaban yang terkenal akan palungnya. Saya? Hmmm, duduk-duduk di pinggir dermaga aja dan menunggu cerita menarik mereka tentang kehidupan bawah laut dan palung Kakaban yang terkenal 😬
Dermaga Pulau Kakaban

I wish someday, bisa berenang, bisa liat dan explore bawah lautnya Indonesia yang indah 😬

Perjalanan berlanjut ke Pulau Sangalaki. Di pulau ini kita akan melihat penangkaran penyu yang dipusatkan di sana. Laut di sekitar pulau Sangalaki adalah spot yang tepat untuk melihat sekumpulan pari manta. Sebelum sampai di daratan, kita akan disuguhi pemandangan gerombolan pari manta yang melintas di sekitar boat kami.

Gak keliatan ya mantanya 😆
10 meter nampak semeter saking beningnya
pulau Sangalaki
Di pulau Sangalaki kita akan melihat sekumpulan tukik-tukik yang baru menetas dan dipersiapkan untuk dilepas kembali ke lautan. Lucu, tapi gak berani megang 😅

 

Seharian hopping ketiga pulau ini gak terasa sudah berakhir dan tanpa sadar kulitnya sudah eksotis gosong 😉

Have a good journey!

Follow me on IG @uphiet_kamilah
Follow me on FB Uphiet Kamilah