Mencuci tangan itu ternyata..

Seumur gini, baru tau cara mencuci tangan yang benar ya kemarin ini.
Ceritanya lagi ikutan pengenalan pencegahan infeksi rumah sakit di tempat saya bekerja. Karena saya lagi longgar dan gak ada kerjaan, ikutlah saya mendengarkan pengetahuan yang sebelumnya saya anggap remeh.

Salah satu bagian yang membuat saya tertarik adalah pada bagian penjelasan mencuci tangan ini. Kirain dari dulu asal ambil sabun, gosok sana gosok ini, pasti beres deh. Dijamin bersih! Terus kalo merasa tangan kering dan gak keliatan kotor, asyik aja tuh nyomot makanan, pegang muka, ngupil, ngucek-ngucek mata. Padahal gak tau tadi tangan habis megang apa.

Yang membuat saya ngeri..Kertas yang saya pegang pas ngerjain kerjaan itu habis dipegang sapa aja??? Yang masuk rumah sakit kan orang sakit, ya? Belum lagi habis dipegang si ini, terus si itu. Duhh, mana kalo kerja sambil ngemil pula :(

Gara-gara ikut mendengarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan ini, akhirnya sering waspada terutama kalau mau makan. Gak mau jutaan kuman yang ada di tangan ikutan masuk ke tubuh!!!


Ihhh, lebih baik mencegah kan daripada kejadian terus menyesal. Cuci tangan, yuk! :D

BIrthday HangOut with Bestfriend :D

Ada tiga hal yg membuat ultahku taun ini tidak berlangsung biasa2 saja. Yang pertama, karena hari Minggu, itu artinya hari libur :D Yang kedua, meskipun jauh dari orang tua tapi diberi kesempatan bertemu kakak dan juga sahabat dekat. Yang ketiga, kok ya pas ada event NBL Indonesia di Surabaya :) *ini kenapa alasannya seperti dibuat2 :D*

Akhirnya hari itu kuhabiskan dengan menonton basket sampai tiga pertandingan (minus yang terakhir karena takut kemalaman. Hehe). Dan temanku berburu foto dengan Johnny Depp versinya dia. Tadaaaa...


Yahyah, fotonya emang burem karena spot ketemu si 'johnny depp' itu emang pas gak ada lampu *cari alasan aja ni*

Thanks to my bestfriend! Setidaknya hari itu gak dilewati dengan sendirian di kamar kos dan membabu seharian (baca:nyapu, nyuci, nyetrika, dan segalanya yg berawalan ny) :D
Semoga taun ini segala harapan yang dicanangkan dapat terwujud dan menjadi berkah. Amin :)

Mengalah

Mengalah ternyata tidak mudah ya...apalagi mengalah untuk orang yang jelas-jelas tidak akan mengubah cara pandang dan sikap dia. CUma bikin lelah untuk mengalah, yang ada malah sakit hati lagi :(

Tapi terkadang butuh kelapangan hati untuk 'terpaksa' melakukan itu, mengesampingkan ego dan kembali mengalah. Bukan untuk dia, tapi untuk orang lain yang kita ingin untuk bahagia.

Sepertinya harus mengalah lagi...Anggap aja seperti nolong orang di pinggir jalan, menolong tanpa mengharapkan imbalan :)

sebentar di kota patria


Beberapa hari yang lalu saya akhirnya menepati janji saya untuk menemani seorang sepupu naik kereta dari Bangil ke Blitar. Katanya sih penasaran dengan terowongan yang dilewati di dekat waduk Karangkates sebelum ke Blitar. Estimasi waktu adalah 4 jam perjalanan dan ketika sampai di Blitar langsung balik ke Bangil. Rencananya begitu...tapi takdir berkehendak lain *tsah*

Setelah melewati Malang ternyata sang kereta hobi berhenti-berhenti dan nunggu gantian memakai jalur kereta. Dan akhirnya kami tiba di Blitar satu jam lebih lama. Sukses ketinggalan kereta yang balik ke arah Bangil. Dua jam jeda membuat kami akhirnya membuat rencana dadakan. Berhubung sampai di Blitar rasanya kami tak sopan kalau belum sowan ke makam presiden pertama kita, Bung Karno. Dan ke sanalah kami memutuskan pergi...

Kesan pertama menjejakkan kaki di kota Blitar, semuanya serba merah. Pagar yang mengelilingi alun-alun kota dicat merah, begitu juga dengan beberapa bangunan.Menurut analisa ngawur saya, mungkin...karena kota ini adalah tempat dimakamkannya Bapak dari ibu pendiri partai itu kali ya, atau mungkin karena Blitar terkait erat dengan kisah bersejarah pemberontakan PETA.

Saya jadi teringat plesiran ke Blitar beberapa tahun yang lalu, saya membaca tulisan "Blitar kota patria" dimana-mana. Setelah tanya sana sini dan minta wejangan mbah Google, akhirnya mendapat pencerahan. Dari website resminya kota Blitar, diungkapkan kalau Patria diambil dari kata PETA (Pembela Tanah Air) dan dari susunan kata Tertib, Rapi, Indah, dan Aman. Baiklah sudah mengerti saya :-D

Blitar adalah kota terkecil kedua di Jawa Timur. Kalau dibanding Bangil yang kategorinya cuma sebuah kecamatan, Blitar kota yang sepi, old fashioned, dan tenang. Menurut perbincangan-perbincangan yang pernah saya dengar, pemerintah Blitar melarang adanya pembangunan mall atau waralaba yang berlabel 'mart-mart' itu di sana. Dan sepertinya benar sih, kawasan pertokoan kebanyakan dihuni oleh toko-toko lokal. Mungkin itu salah satu cara pemerintah untuk menggerakkan perekonomian rakyat.


Kunjungan saya kala itu sebenarnya tidak termasuk tenang, karena Blitar sedang dilanda angin kencang alias puting beliung. Karena moda transportasi umum yang banyak bertebaran di sana adalah becak, maka kami dengan hati-hati memilih abang tukang becak yang berperawakan tegap yang sepertinya bisa menerjang angin dengan penumpang dua orang dengan jarak 4 kilometer :-D
Ohya, di sana tidak ada angkot juga *sepertinya* karena selain becak hanya terlihat ojek dan andong.


Menyambangi makam bung Karno yang ternyata jaraknya amat sangat lumayan jauh dan berliku (kalau disuruh balik lagi pasti lupa :P) saya lakukan dengan singkat karena tidak mau ketinggalan kereta Penataran berikutnya.
Bangunan itu terlihat berbeda dari terakhir saya berkunjung (pas jaman SD). Melewati pintu masuk, ada patung bung Karno sedang duduk. Patung itu diapit gedung di kanan kirinya yang merupakan perpustakaan. Kalau tidak ingat waktu yang singkat, rasanya saya ingin berlama-lama dan menjelajahi perpustakaannya karena dari luar sepertinya koleksinya lumayan lengkap. Saya langsung menuju makam untuk berziarah sebentar dan duduk beristirahat untuk menikmati angin kencang (bukan sepoi-sepoi).

Hanya setengah jam saya berada di areal pemakaman karena benar-benar takut ketinggalan kereta. Tapi rasa takut itu tiba-tiba lupa ketika melewati alun-alun. Ada deretan penjual es pleret di sana-sini. Karena rasa penasaran kami turun dan ingin mencobanya. Hehehe... Rasanya belum lengkap kan kalo mengunjungi suatu kota tanpa menikmati kuliner khasnya? Sebelumnya tadi sudah sarapan pecel Blitar di bawah pohon sambil deg-degan liat anginnya yang super kencang, sebelum pulang ditutup es pleret khas Blitar. Mungkin lain kali harus mengunjungi Blitar lebih lama lagi karena di sini juga ada Candi Penataran yang tersohor.


Have a nice day ;)