Nge-jazz di Gunung



Saya tidak pernah menggolongkan diri saya menggemari musik-musik tertentu. Yang enak didengerin, yang gak enak tinggal tutup kuping. Hehe...
Sabtu kemarin saya berkesempatan menikmati musik jazz, yang sebenarnya jarang banget saya dengar sehari-hari. Mungkin kalau acara itu diadakan di tempat-tempat biasanya musik jazz ditampilkan, seperti di cafe-cafe, saya mungkin akan melewatkannya. Sebenarnya saya juga jarang mengikuti live music, bisa diitung jari. Tapi karena ini diadakan di tempat yang nggak biasa, saya langsung bilang 'AYOOO' ketika diajakin :P



Sabtu, bertempat di kawasan Bromo, sekitar 2300 di atas permukaan laut, tepatnya di Java Banana Lodge. Jazz gunung diselenggarakan secara outdoor. Kirain tadinya benar-benar berlatar belakang gunung Bromo, ternyata harapan saya ketinggian. Hehehe... tapi pemandangannya masih keren.



Ini adalah penyelenggaraan konser jazz gunung yang ketiga dan merupakan yang pertama buat saya. Acara dimulai dengan penampilan grup etnik asal Probolinggo dan Madura. Kemudian resmi dibuka oleh duo host bersaudara, Djaduk Ferianto dan Butet Kertarajasa.Penampil berikutnya adalah Tohpati Ethnomission, Kua Etnika bersama Trie Utami dan Maya Hasan, Glenn Fredly, dan ditutup dengan nge-jam semua pengisi acara.



Jujur saya cuma ngerti waktu Glenn Fredly yang tampil. Secara lagu-lagunya sudah sering banget dinikmati kuping saya :D Tapi bukan berarti yang lain gak bagus. Karena baru pertama kali dengar, penampilan yang lain cuma bisa saya nikmati, tapi tak bisa ikut berdendang *halah*

Kesan saya? Dingin!!!! Yaiyalah, kalo gak dingin bukan Bromo namanya. Hehehe... Waktu duduk lesehan di atas rumput emang kerasa dingin, tapi perhatian sepenuhnya teralihkan dengan para musisi yang tampil memikat di depan. Tapi giliran mau beranjak dari tempat duduk, rasanya persendian mengalami pembekuan :(

Pengalaman saya pertama kalinya nonton acara musik di gunung, dan saya ketagihan. Sepertinya tahun depan harus kembali ke sana :)