Lebih Berani mEncoba :)

Bagaimana rasanya hidup dengan segala kenyamanan? Menyenangkan bukan? Sampai akhirnya terlena dengan segala yang kita rasa sudah terbiasa dan enggan mencoba. Sudah enak begini kenapa harus repot-repot lagi? :D

TApi ternyata rasa nyaman adalah pembunuh yang mematikan (eh, dimana-mana pembunuh ya bikin mati :D). BErkaca dari pengalaman sendiri, jika kamu adalah pemimpi bersiaplah dengan ketidaknyamanan. Karena ketidaknyamanan adalah bertumbuh. Bertumbuh artinya menjadi lebih baik, lebih dekat dengan mimpi kita. Hihihi, mulai ngaco...

Dari dulu saya terbiasa dengan kemudahan. Mau juara kelas jaman sekolah, gampang aja gitu. Pengen ini itu, orang tua juga sering nurutin. IYa sih, dengan syarat permintaannya gak macam-macam alias emang yang dibutuhin. Mungkin karena pada dasarnya saya senang belajar, senang baca buku, senang dengar orang bicara tentang kesuksesan, sesuatu yang positif, dan memotivasi. Jiwa rasanya dipenuhi dengan gelembung-gelembung semangat yang lumayan bertahan lama.

Bagaimana dengan usaha saya sendiri? Nah itu...mungkin karena terbiasa dengan kenyamanan, reaksi diri adalah berusaha semampunya, sedikit demi sedikit toh nanti tercapai. Ya, kan? :P
TApi ternyata kali ini tidak seperti yang diharapkan. Saya seakan diperingatkan. Enak aja mau ini itu kamu dengan gampang dapetin, yang lain tu harus jungkir balik dulu! Sekarang usaha sendiri, enak aja nyantai-nyantai!! Hahaha, itu sebenarnya kata-kata dari diri sendiri yang berusaha menyemangati dari dalam :))

Pernah denger satu kutipan bahwa, orang yang tidak bekerja keras di masa mudanya akan dipaksa/terpaksa bekerja keras di masa tuanya. Untuk sementara saya harus bersyukur diperingatkan sejak sekarang, bukan pas tua nanti :D Eh semoga selamanya bukan sementara aja!

Ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan kita harus berani mencoba. Berani ke luar dari zona nyaman. Jungkir balik gak karuan dan terus fokus sampai tercapai. Mencoba itu berarti memiliki kemungkinan untuk berhasil, meskipun kemungkinan gagal juga ada. Tetapi tidak mencoba hanya ada satu kemungkinan, yaitu GAGAL! :)

Ehhh, satu lagi. Semua orang pasti tidak suka dengan penolakan. Penolakan itu tidak enak. Dan saya, cenderung orang yang menghindari penolakan. Berusaha untuk kabur ketika menerima penolakan. Memutuskan untuk berhenti. Tapi untungnyaaa, keputusan berhenti itu masih rencana. Akhirnya saya 'terpaksa' berjalan terus. Ternyata lo ya, semakin banyak kita menerima penolakan, ternyata kita semakin dekat dengan kesuksesan :)

Ah, udahan curhatannya. Yuk, keep on moving!