Siapakah Kamu, Bapak Prabu?

Sudah sekian taun lamanya, saya dan ibu gak pernah ngikutin sinetron di tivi. Terakhir kapan ya??? Seinget saya waktu dulu acara tivi masih tayang tiap minggu, gak harian seperti sekarang. Aduh, males banget ya pasti ujung-ujungnya nonton acara infotainment juga. Nah, makin akrab deh tu sama si tivi *tepok jidat*

Singkat cerita, suatu hari ibu pulang dari pengajian dan langsung menemui saya.
Ibu: Pit, pak Prabu itu siapa sih?
Me: Hah? Raja Kediri? *mikir*
Ibu: Bukan! Ibu-ibu pada heboh, bu nyai juga tadi cerita...
Me: Oh, presenter MetroTV yang ganteng itu, Bu! *ups* Bukan ya? :D

Gak lama setelah hari itu, ada acara kumpul keluarga. Para bude, tante, dan sepupu semua ramai-ramai ketemu. Nah, di situlah topik Pak Prabu muncul kembali. Bude dengan semangat 45 cerita nasib Pak Prabu dan keluarga (entahlah apa itu) dengan sodara-sodara yang lain. Ekspresi saya dan ibu seratus persen sama, bengong! Duh, siapakah duhai Pak Prabu ini??? (adakah yang bisa membantu saya? :P)

Karena rasa penasaran, malam itu juga saya memantapkan hati mencari tayangan yang ada Pak Prabu ini. Cari...cari...ketemu!

Ibu geleng-geleng kepala.
Abah gak peduli.
Saya sibuk berkomentar :D
Gak sampai lima menit saya langsung ganti channel. Saya takut tergoda!!!

Belajar dari Pertandingan

Sedikit tentang basket hari ini.

Masih dengan rasa kagum, percaya gak percaya, dan senangnya luar biasa. CLS Knights masuk final untuk pertama kalinya dalam sejarah perbasketan nasional!!

Prestasi luar biasa ini ditorehkan dengan mengalahkan dua klub bertabur bintang. Yang pertama adalah Garuda dengan salah satunya sang bintang yang selalu disambut dengan tepuk tangan membahana dan teriakan histeris penggemarnya (panjang amat yak :D), Denny Sumargo!
Yang kedua adalah Pelita Jaya dengan pemain hebat seperti Romy Chandra, Andy Batam, dan Kelly Purwanto.

Kalau dilihat dari sejarah masa lalu, banyak orang memprediksi yang masuk semifinal adalah Pelita Jaya, Satria Muda, Aspac, dan Garuda. Keempatnya tim besar bertabur bintang.

Well, bukan pejuang namanya kalau tidak berjuang. Ya, kan?

Entah kenapa langsung teringat sepenggal cerita dalam buku Ranah 3 Warna saat Denmark menghadapi tim-tim besar seperti Belanda dan Jerman di Piala Eropa.

"Underdog can win!"
"Siapa saja bisa juara kalau tidak menyerah!"

Bukannya rendah diri dengan nama besar tim lawan, CLS Knights tampil meyakinkan dan penuh percaya diri. Mereka membuktikan layak tampil di final. And who knows, mereka bisa jadi juara *wink*
Juara sejati tidak tergantung siapa lawannya, tapi persiapan diri dalam menghadapinya.

Saya mendapat inspirasi hari ini, from the best basketball game I've ever seen. Anyone can win, just never give up!

Dari Ranah 3 Warna lagi. Katanya, going the extra miles. Berjuang melebihi rata-rata :)

Hmm, I can't wait for the final!!