Berita Buruk!!

Saya sedang membaca buku bagus tentang motivasi berjudul No Excuse! yang ditulis oleh Isa Alamsyah. Tanpa sengaja menemukan fakta mencengangkan yang masih berkaitan tentang rokok. Berikut tulisannya:

Pada 2008 Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menetapkan Indonesia sebagai negara pengguna rokok ketiga terbesar dunia. Lebih dari 60 juta penduduk Indonesia mengalami ketidakberdayaan akibat adiksi nikotin rokok. FA Moeloek, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau mengatakan kematian akibat konsumsi rokok tercatat lebih dari 400 ribu orang pertahun.

"Indonesia menghabiskan Rp 180 triliun untuk biaya kesehatan akibat penyakit terkait tembakau atau 5,1 kali lipat pendapatan negara dari akibat cukai rokok," katanya.

The ASEAN Tobacco Control Report tahun 2007 menyatakan, jumlah perokok di ASEAN mencapai 124.691 juta orang. Dan Indonesia menyumbang perokok terbesar, yaitu 57.563 juta orang atau sekitar 46,16 persen.

Saat ini, lebih dari 43 juta anak Indonesia serumah dengan perokok, dan terpapar asap tembakau. Padahal anak-anak yang terpapar tersebut bisa mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronkitis, dan infeksi saluran pernapasan, dan telinga, serta asma.

***

Ngeri ya? :(
Wahai bapak-bapak, jangan ngaku sayang anak deh kalau masih merokok di sekitar mereka *sedih*

Utukki: Sayap Para Dewa



Penulis: Clara Ng
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

I am one wing and you are equally the other

***

Novel ini berisi perpaduan kisah cinta di tahun 5000 Sebelum Masehi dan tahun 2000 sesudah Masehi. Tentang perjuangan, cinta, dan keyakinan, yang telah hidup lebih dari tujuh ribu tahun. Bagaimana mungkin itu terjadi? Clara Ng membuktikan kalau itu mungkin :)

Di tahun 5000 SM, dikisahkan monster Utukki ke delapan bernama Nannia yang terlahir dari pasangan Dewa Anu (Dewa Langit) dan Dewi Antu (Dewi Bumi), jatuh cinta kepada Enka, seorang manusia. Di tempat lain, Dewi Ishtar yang merupakan Dewi Cinta dan Perang juga memiliki perasaan yang sama pada Enka.

Cerita berlanjut 7000 tahun kemudian. Dari cerita yang bersetting Mesopotamia, berlanjut di Jakarta. Saat itu bertemulah Thomas dan Celia, wujud lain dari Nannia dan Enka. Pada masa ini, Dewi Ishtar yang telah tertidur selama 7000 tahun bangun untuk merusak hubungan Thomas dan Celia. Berbagai cara dilakukan agar Enka yang bereinkarnasi menjadi Celia bisa menjadi milik Dewi Ishtar.

Novel ini beralur maju mundur dan terpisah-pisah, sehingga pembaca dibuat penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Misalnya ketika Dewi Ishtar yang mencintai Celia. Penulis membiarkan pembaca mengira kalau Dewi Ishtar adalah lesbian :D
Dan masih ada beberapa hal lagi yang tak disangka-sangka.

Utukki adalah bacaan ringan yang...(let me think!) berkhayal tentang Dewa-Dewi Mesopotamia...berpadu dengan masa kini...Yaaa, novel khas penulis yang lumayan kompleks.

Saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melahap novel ini. Antara ingin atau tidak meneruskannya.
Bagi saya imajinasi penulis akan cerita Utukki sangat menarik, meskipun entah kenapa terasa berat. Menjelang akhir saya mulai bosan dengan kisah cinta Thomas dan Celia yang tidak henti-hentinya diuji. Begitu juga dengan ending ceritanya yang kurang greget.

Tapi bukan berarti novel ini sama sekali tidak menarik.
Sebagai novel lokal alias dalam negeri, Utukki unggul konsep cerita. Saya menyukai kisah mitologi yang diceritakan penulis secara ringan. Saya mengagumi kejutan-kejutan yang disiapkan penulis dalam novel ini.

Membaca novel ini seperti bermain puzzle. Kita diberikan sepotong demi sepotong cerita yang berserakan yang kemudian menjadi cerita yang seutuhnya. Seru. Menarik. Penasaran. Akan tetapi, gambaran seutuhnya yang muncul tak sesuai harapan.

***

Dunia masa lalu tidak akan berubah tapi kau dapat berubah di masa depan

Thank You For not Smoking


Saya lahir dari keluarga yang tidak merokok dan entah kenapa juga tidak suka melihat orang merokok. Ini berlangsung dulu waktu saya tidak tahu persis bagaimana rokok juga dapat berpengaruh pada kesehatan orang yang tidak merokok atau sebutannya perokok pasif.

Hmm, saya tidak membenci orangnya lo.. Saya juga punya beberapa teman yang punya kebiasaan merokok. Itu sih keputusan mereka sendiri mau dimasukin apa paru-paru mereka. Tapi kalau sudah merokok di sebelah saya, hati-hati saja mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Hehehe...

Kenapa jadi malah bahas-membahas rokok sih?
Hal ini berawal dari beberapa waktu yang lalu di timeline twitter saya muncul ucapan dukacita buat seseorang yang meninggal karena menderita Bronchopneumonia Duplex, yang katanya karena dia perokok pasif.
MEskipun gak kenal, hati rasanya langsung "deg"!!

Ingatan tiba-tiba terbawa ke setahun yang lalu, saat saya dinyatakan dokter mengalami hal yang kurang lebih sama tapi dalam kategori yang cukup ringan.
Alhamdulillah saat itu kondisi saya cukup sehat, sehingga gejala yang terlihat hanya batuk-batuk kecil dan sesak nafas saat tidur dalam posisi miring ke kiri. MEskipun kata dokter cukup ringan, pengobatan saya waktu itu memakan waktu 6 bulan. Tapi cukup sedetik buat saya mengutuki keberadaan sebuah benda bernama rokok.

Mungkin ada yang tidak setuju, tapi bagi saya rokok adalah benda yang paling tidak berguna di dunia ini. Bisa disejajarkanlah dengan narkoba dan sejenisnya. Sekali lagi, orang lain boleh tidak setuju :)

Dari detikHealth saya kutip bahwa bagi perokok pasif sendiri, rokok berpotensi memberi 30 persen penyakit mematikan semacam flek paru atau kanker paru-paru.

Didapatkan lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok. Sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung dalam sebatang rokok.

Zat kimia tersebut seperti arsenik (logam berat beracun), benzene (bahan kimia dalam bensin), beryllium (logam beracun), kadmium (logam yang digunakan untuk baterai), etilen oksida (bahan kimia untuk mensterilkan alat medis), vinil klorida (zat toksik untuk membuat plastik) dan zat lainnya.

Dilansir dari National Cancer Institute, badan internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.

Gimana kami para perokok pasif ini bisa menghindar kalau para perokok sendiri enggan bertoleransi untuk tidak merokok di tempat umum atau merokok di tempat yang telah disediakan. Mereka dengan senang hati akan membagi asap beracun itu ke penjuru ruangan. Tidak mempan kalau dalam hal ini saya hanya menutup mulut pakai tisu dan pasang muka jutek. Gak banyak yang mengerti kalau saya tiba-tiba mengatakan, "Maaf, Pak! Bisa matikan rokoknya?" Yang ada mereka banyak yang tersinggung.

Sering kali kalau saya naik kereta api, dimana para perokok bertebaran dari ujung gerbong depan sampai gerbong belakang, saya lebih rela berdiri daripada menghirup asap beracun yang mereka tebarkan.

Wahai para perokok, merokoklah pada tempatnya...

**picture taken from Google**

Taun Baruan Biasa-biasa Saja :)

Kemanakah Anda taun baruan semalam? Berbondong-bondong ke pusat keramaian? Liat kembang api? Atau nonton acara tivi aja di rumah?
Hmm, saya tidur :D
Tidur gak tidur pun, tahun ternyata tetap berganti. Hehehe...

Selesai bikin resolusi 2011, moga tahun ini jauh lebih baik lagi.

Met taun baru, teman-teman!