Kereta Ekonomi Bernomor Duduk


Dulu jaman kuliah, naik kereta api ekonomi Penataran merupakan sebuah rutinitas yang tak bisa dihindari. Gak peduli penuh sesak, gak dapat tempat duduk alias berdiri, kereta datang telat, ataupun kereta rusak, seakan menjadi suatu hal yang tak perlu dikomplain. Dalam hati memberi pengertian sendiri, hanya dengan harga 3.500 rupiah hak istimewa apa sih yang bisa kita dapat? Masih untung tiba dengan selamat :D

Sejak 1 Oktober 2011 kemarin, suasana stasiun terasa berbeda. Tumpukan penumpang hanya terjadi di luar stasiun atau di depan loket pembelian tiket. Pertama kali tahu adanya penumpukan penumpang langsung panik. Duh, bakal penuh sesak nih, harus siap saling gencet di dalam gerbong :D

Tapi ternyata setelah tiket di tangan, dan masuk bagian pemeriksaan, di dalam stasiun tidak seramai di luar. Ternyata eh ternyata, pintu hanya dibuka untuk penumpang bertiket tujuan yang keretanya akan tiba satu jam lagi. Dan, yang lebih mengagetkan adalah tiket yang saya pegang memiliki nomor gerbong dan tempat duduk. Wets, berasa naik kereta kelas bisnis.

Energi yang saya siapkan untuk bergencet-gencet di kereta akhirnya sia-sia. Lebih baik dipakai buat duduk menunggu kereta, nyemil, dan baca buku. Hehehe

Diterusin gak ya..??

Akhir-akhir ini frekuensi membaca saya mengalami penurunan yang drastis. Agaknya manajemen waktu saya perlu perbaikan. Termasuk untuk mengurusi ‘rumah’ ini juga. Tiap buka blog langsung diem, bertopang dagu, dan bilang, “mau nulis apa ya?” :D

Balik ke soal baca-membaca, sampai hari ini ada tanggungan 7 buku yang lagi currently-reading. Keliatan rakus ya kalo melahap buku, sering gak tega kalo liat buku masih terbungkus plastik. Hehe... Sebenarnya pokok permasalahannya adalah, lima di antara tujuh buku itu kemajuannya jalan di tempat, atau ada juga yang maju dua langkah mundur selangkah. Satu halaman bisa gak selesai-selesai :D

Berikut daftar buku yang mengganjal progress target baca buku saya tahun ini :D
1. The Host (Sang Pengelana) – Stephenie Meyer
2. Outliers – Malcolm Galdwell
3. How to Simplify Your Love – Werner Tiki Kustenmacher
4. A Touch of Greatness – Frank Tibolt
5. George and Sam – Charlotte Moore
6. Esperanza Rising – Pam Munoz Ryan
7. Madre – Dee Lestari


Dua buku terbawah adalah dua buku yang bulan kemarin baru dibeli, dan yah saya sering gak tega kalo buku itu masih terbungkus plastik. Kasian kalo sesak nafas :D

...

Kemajuannya sejauh ini...dua buku baru itu langsung tamat gak sampai seminggu. Buku George and Sam dengan susah payah terselesaikan, karena saya sebenarnya gak tertarik dengan cara penyampaiannya tapi kok ya penasaran. Hehe...

Saya terpaksa menyerah dengan buku How to Simplify Your Love. Sebenarnya buku ini gratisan menang kuis. Tapi karena pembahasannya bukan hal yang menarik perhatian saya, buku ini lumayan lama saya cuekin. Beberapa hari kemarin timbul hasrat menyelesaikan semua buku yang masih belum tamat. Tapi kok ya... Saya akhirnya memutuskan berhenti membaca buku yang saya tidak suka dan akan sangat tersiksa kalau harus memaksakan diri.

Tiga buku tersisa alhamdulillah maju pelan-pelan. Semoga bisa melengkapi target 50 buku yang terbaca tahun ini. Itu berarti...kurang sepuluh buku lagi *pingsan*

Nge-jazz di Gunung



Saya tidak pernah menggolongkan diri saya menggemari musik-musik tertentu. Yang enak didengerin, yang gak enak tinggal tutup kuping. Hehe...
Sabtu kemarin saya berkesempatan menikmati musik jazz, yang sebenarnya jarang banget saya dengar sehari-hari. Mungkin kalau acara itu diadakan di tempat-tempat biasanya musik jazz ditampilkan, seperti di cafe-cafe, saya mungkin akan melewatkannya. Sebenarnya saya juga jarang mengikuti live music, bisa diitung jari. Tapi karena ini diadakan di tempat yang nggak biasa, saya langsung bilang 'AYOOO' ketika diajakin :P



Sabtu, bertempat di kawasan Bromo, sekitar 2300 di atas permukaan laut, tepatnya di Java Banana Lodge. Jazz gunung diselenggarakan secara outdoor. Kirain tadinya benar-benar berlatar belakang gunung Bromo, ternyata harapan saya ketinggian. Hehehe... tapi pemandangannya masih keren.



Ini adalah penyelenggaraan konser jazz gunung yang ketiga dan merupakan yang pertama buat saya. Acara dimulai dengan penampilan grup etnik asal Probolinggo dan Madura. Kemudian resmi dibuka oleh duo host bersaudara, Djaduk Ferianto dan Butet Kertarajasa.Penampil berikutnya adalah Tohpati Ethnomission, Kua Etnika bersama Trie Utami dan Maya Hasan, Glenn Fredly, dan ditutup dengan nge-jam semua pengisi acara.



Jujur saya cuma ngerti waktu Glenn Fredly yang tampil. Secara lagu-lagunya sudah sering banget dinikmati kuping saya :D Tapi bukan berarti yang lain gak bagus. Karena baru pertama kali dengar, penampilan yang lain cuma bisa saya nikmati, tapi tak bisa ikut berdendang *halah*

Kesan saya? Dingin!!!! Yaiyalah, kalo gak dingin bukan Bromo namanya. Hehehe... Waktu duduk lesehan di atas rumput emang kerasa dingin, tapi perhatian sepenuhnya teralihkan dengan para musisi yang tampil memikat di depan. Tapi giliran mau beranjak dari tempat duduk, rasanya persendian mengalami pembekuan :(

Pengalaman saya pertama kalinya nonton acara musik di gunung, dan saya ketagihan. Sepertinya tahun depan harus kembali ke sana :)

Lebih Berani mEncoba :)

Bagaimana rasanya hidup dengan segala kenyamanan? Menyenangkan bukan? Sampai akhirnya terlena dengan segala yang kita rasa sudah terbiasa dan enggan mencoba. Sudah enak begini kenapa harus repot-repot lagi? :D

TApi ternyata rasa nyaman adalah pembunuh yang mematikan (eh, dimana-mana pembunuh ya bikin mati :D). BErkaca dari pengalaman sendiri, jika kamu adalah pemimpi bersiaplah dengan ketidaknyamanan. Karena ketidaknyamanan adalah bertumbuh. Bertumbuh artinya menjadi lebih baik, lebih dekat dengan mimpi kita. Hihihi, mulai ngaco...

Dari dulu saya terbiasa dengan kemudahan. Mau juara kelas jaman sekolah, gampang aja gitu. Pengen ini itu, orang tua juga sering nurutin. IYa sih, dengan syarat permintaannya gak macam-macam alias emang yang dibutuhin. Mungkin karena pada dasarnya saya senang belajar, senang baca buku, senang dengar orang bicara tentang kesuksesan, sesuatu yang positif, dan memotivasi. Jiwa rasanya dipenuhi dengan gelembung-gelembung semangat yang lumayan bertahan lama.

Bagaimana dengan usaha saya sendiri? Nah itu...mungkin karena terbiasa dengan kenyamanan, reaksi diri adalah berusaha semampunya, sedikit demi sedikit toh nanti tercapai. Ya, kan? :P
TApi ternyata kali ini tidak seperti yang diharapkan. Saya seakan diperingatkan. Enak aja mau ini itu kamu dengan gampang dapetin, yang lain tu harus jungkir balik dulu! Sekarang usaha sendiri, enak aja nyantai-nyantai!! Hahaha, itu sebenarnya kata-kata dari diri sendiri yang berusaha menyemangati dari dalam :))

Pernah denger satu kutipan bahwa, orang yang tidak bekerja keras di masa mudanya akan dipaksa/terpaksa bekerja keras di masa tuanya. Untuk sementara saya harus bersyukur diperingatkan sejak sekarang, bukan pas tua nanti :D Eh semoga selamanya bukan sementara aja!

Ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan kita harus berani mencoba. Berani ke luar dari zona nyaman. Jungkir balik gak karuan dan terus fokus sampai tercapai. Mencoba itu berarti memiliki kemungkinan untuk berhasil, meskipun kemungkinan gagal juga ada. Tetapi tidak mencoba hanya ada satu kemungkinan, yaitu GAGAL! :)

Ehhh, satu lagi. Semua orang pasti tidak suka dengan penolakan. Penolakan itu tidak enak. Dan saya, cenderung orang yang menghindari penolakan. Berusaha untuk kabur ketika menerima penolakan. Memutuskan untuk berhenti. Tapi untungnyaaa, keputusan berhenti itu masih rencana. Akhirnya saya 'terpaksa' berjalan terus. Ternyata lo ya, semakin banyak kita menerima penolakan, ternyata kita semakin dekat dengan kesuksesan :)

Ah, udahan curhatannya. Yuk, keep on moving!

Cinta Tanpa Syarat

Semalam waktu menyimak kata-kata bijak Mario Teguh di televisi, ada satu kalimat yang membuat saya jadi menganggukkan kepala tanda setuju. Semalam tema yang dibawakan adalah "Jika tidak Gila, Itu bukan Cinta".

Waktu itu Pak Mario bilang kalau Cinta Tanpa Syarat itu hanya milik Tuhan, yang diturunkan hanya kepada seorang ibu. Seorang ibu pasti mencintai anaknya bagaimanapun keadaannya, bagaimanapun sikapnya, bagaimanapun anak itu memperlakukan ibunya :)

Saya lagi kangen ibu. Boleh? :)
Ini hari keempat ibu menjalani 'cuti' sepuluh harinya sebagai ibu rumah tangga. Beliau sekarang sedang menikmati 'me time' bersama keluarga kecil kakak saya. Alhasil di rumah hanya tersisa saya dan abah :(

Daaaann, saya kecapekan ngurusin rumah. Dari nyapu, nyuci baju, nyuci piring, dan banyak lagi yang lainnya. Duh,baru ngerasain deh gimana tiap harinya ibu ngerjain semua ini sendirian. Belum lagi jaga toko seharian. Saya praktis biasanya bantu pas wiken. Capek ya jadi ibu rumah tangga? Kok ibu gak pernah ngeluh? :(

Saya jadi tiba-tiba menyesal kalau ingat-ingat masih sering berantem sama ibu. Gak berantem yang gimana-gimana sih, cuma masih sering membantah kalau disuruh ini-itu. Padahal gak boleh ya?

Kalau ditinggal gini jadi terasaaa banget kalau apapun yang dilakukan ibu buat keluarga adalah cinta tanpa syarat, gak berharap pamrih apalagi bayaran. Saya berharap semoga masih diberi kesempatan untuk membahagiakan ibu selagi masih bisa. Amiin :)

Buku, Buku, dan Buku






Apa sih yang dilakukan Uphiet kalau gak sedang membaca?

yak itu pertanyaan yg muncul dari seorang teman waktu saya update status bacaan di Goodreads. Hehehe...saya ketawa bentar sebelum kasih jawaban.
Sebenarnya gak gitu-gitu amat menghabiskan sepanjang waktu buat baca. Kebanyakan karena emang 'maruk' masukin buku yang ada tapi belum dibaca ke status 'currently-reading' di Goodreads. Padahal bacanya juga kalo ada waktu senggang.Yang pasti sih menjelang malam wajib baca buku, seakan-akan mendongeng untuk diri sendiri. Eh jadi inget, dulu abah hobi banget bacain dongeng pengantar tidur. Selalu dan selalu KANCIL MENCURI TIMUN. Akhirnya, kami mogok mendengar dan mulai memilih bacaan sendiri :)

Kebiasaan baca buku emang dari kecil ditanamkan abah dan ibu.Dari belum bisa baca udah langganan majalah sendiri, seingatku Aku Anak Sholeh. Sampai segedhe gini juga masih memamah banyak jenis bacaan. Dan beruntungnya kedua orang tua gak pernah perhitungan kalo udah masalah perbukuan.

Buku yang pertama kali jadi koleksi, Chicken Soup series kali ya, waktu itu SMA kelas satu. Sejak saat itu nambah satu per satu sampai sekarang. Dan juga ditambah hibahan dari kakak (sebetulnya sih pinjem tapi gak pernah dibalikin. Hehehe).

Ngomong-ngomong soal pinjam-meminjam, saya tergolong orang yang gak rela bukunya dipinjam begitu aja (kecuali dipinjam kakak).Ini sih gara-gara sekali dua kali minjemin buku yang gak pernah dibalikin, eh waktu diminta lupa ditaruh dimana. Hikshiks, selalu gak rela kalo diinget-inget. Apalagi kalau bukunya gak ada di pasaran semisal seri buku tentang Australia yang pernah saya dapat dari kedutaan. Sampai sekarang gak ada yang ngaku dibawa siapa :(
Cara yang sekarang saya pakai: setiap ada yang minjam saya selalu catat di depan orang yang pinjam, judul buku, peminjam, dan tanggalnya. Huh, awas aja gak dibalikin!

Bacaan favorit saya, banyak!!! Dari novel lokal, novel anak-anak, terjemahan, buku motivasi, buku tentang perbisnisan atau manajemen, dan sebagainya. Tapi tetep saya gak bisa baca komik. Hehehe...

Kemarin baru borong novel-novel anak-anak yang dijual murah meriah di Toga Mas.
Berhubung sekarang long weekend dan ternyata hari buku, saya mau menghabiskan seharian menamatkan novel The Penderwicks dan The Frog Princess :P

Selamat Hari Buku!
Mari Membaca :)

E-Book Bagus :)


Pernah denger Merry Riana gak? Sebulan yang lalu gak sengaja liat mbak Merry ini jadi bintang tamu di acara Metro TV kemudian besoknya di TVone. Beberapa minggu yang lalu juga sempat jadi bintang tamu bersama orang-orang muda sukses lainnya di Kick Andy. Yup, she is a successful business woman.

Pencapaian dia yang paling bikin banyak orang kagum adalah Merry sudah memperoleh $1,ooo,ooo pertamanya di usia yang masih 26 tahun. Hmm, mau tau bagaimana kisahnya? Nah Merry telah menuliskan kisahnya dan membaginya secara gratis lewat e-book berjudul 'Dare to Dream Big'.

Saya sudah membacanya, dan kaget mengetahui bahwa pada awalnya dia adalah ordinary people yang tidak punya latar belakang bisnis sama sekali. Karena 'kepepet' dan sudah muak dengan kehidupannya lah dia berubah.

You can visit her website here: http://www.MerryRiana.com and get free e-book. Semoga terinspirasi :)

Blog Baru

Akhirnya punya waktu juga buat bikin blog baru.
Eits, tapi bukan berarti blog yang ini gak dipake. Nooo, cuma bikin blog baru aja yang khusus mereview buku-buku yang sudah saya baca. Yup, 'blog buku' yang sengaja dibikin biar blog ini isinya gak campur aduk gitu. Hehehe...

Ini dia: www.rakbukuuphiet.blogspot.com

Silahkan mampir lo yang mau mampir :D

Selamat Ulang Tahun, Kota Malang!


Tepatnya kemarin sebenarnya Malang merayakan hari jadinya. 1 April. Malang, kota kecil nan indah yang membuat saya jatuh cinta :)

Banyak hal yang membuat saya jatuh cinta dengan kota ini. Yang paling utama jelas makanannya. Hehehe... Malang gudangnya makanan enak deh. Dari sudut ke sudut banyak tempat wisata kuliner yang wajib dikunjungi. Salah satunya yang terkenal pastilah jajanan aneka bakso. Dari bakso yang banyak kita ketahui umumnya, ke bakso kikil, bakso urat, bakso keju, bakso bakar, dan bakso-bakso yang lainnya. Makanan lain selain bakso juga banyak kok, dijamin kenyang deh kalo ke Malang.

Karena dulu tinggal di Malang bestatus mahasiswa, tempat makanan enak yang pernah dikunjungi pastilah yang ramah terhadap kantong anak kos. Bersyukur deh makanan di Malang enak dan murah meriah.

Saya jatuh cinta dengan akses kemana-mana yang mudah. Karena dulu tinggal di Malang tanpa fasilitas kendaraan pribadi (ssst, padahal gak bisa naik motor juga :P), saya mengakrabkan diri dengan mobil-mobil berseragam biru alias angkot yang banyak bertebaran di kota Malang. Sebagai bocah petualang yang hobi nyasar, saya sangat terbantu dengan angkot biru ini. Ya, lumayan sih naik angkot naik turunnya beberapa kali, tapi yang penting bisa pulang :P

Saya jatuh cinta dengan 'buku dimana-mana'!!! Sebenarnya sih di kota besar lain seperti Surabaya atau Jakarta, toko buku atau perpustakaan juga ada dimana-mana kali ya...
Maklumi aja deh, di tempat saya tinggal toko bukunya cuma jualan buku pelajaran dan perpustakaan cuma ada di sekolah.
Dalam seharian saya bisa pergi ke beberapa tempat sekaligus. Berburu buku bekas di Wilis, cari diskonan di Toga Mas, mampir Gramedia Kota, dan berakhir baca gratisan di perpustakaan kota Malang. Jangan ditanya lembaran di dompet sisa berapa :D

Saya jatuh cinta dengan keramahan orang-orangnya. Yup, di Malang saya menerima banyak keramahan. Gak percaya? Buktikan deh dengan berkunjung ke kota Malang :)

Ah, saya pokoknya jatuh cinta dengan kota Malang. Meskipun sekarang udah mulai banjir kalo hujan. Meskipun sekarang udah mulai macet. Meskipun sekarang mall aja udah begitu banyaknya di sini.

Dirgahayu kota Malang!
Semoga makin maju kota dan masyarakatnya!
Semoga makin banyak makanan enak murah meriahnya! :P
Dan semoga mall-nya gak nambah lagi ya! Hehe...


Salam satu jiwa :)

gambar diambil dari Google

Siapakah Kamu, Bapak Prabu?

Sudah sekian taun lamanya, saya dan ibu gak pernah ngikutin sinetron di tivi. Terakhir kapan ya??? Seinget saya waktu dulu acara tivi masih tayang tiap minggu, gak harian seperti sekarang. Aduh, males banget ya pasti ujung-ujungnya nonton acara infotainment juga. Nah, makin akrab deh tu sama si tivi *tepok jidat*

Singkat cerita, suatu hari ibu pulang dari pengajian dan langsung menemui saya.
Ibu: Pit, pak Prabu itu siapa sih?
Me: Hah? Raja Kediri? *mikir*
Ibu: Bukan! Ibu-ibu pada heboh, bu nyai juga tadi cerita...
Me: Oh, presenter MetroTV yang ganteng itu, Bu! *ups* Bukan ya? :D

Gak lama setelah hari itu, ada acara kumpul keluarga. Para bude, tante, dan sepupu semua ramai-ramai ketemu. Nah, di situlah topik Pak Prabu muncul kembali. Bude dengan semangat 45 cerita nasib Pak Prabu dan keluarga (entahlah apa itu) dengan sodara-sodara yang lain. Ekspresi saya dan ibu seratus persen sama, bengong! Duh, siapakah duhai Pak Prabu ini??? (adakah yang bisa membantu saya? :P)

Karena rasa penasaran, malam itu juga saya memantapkan hati mencari tayangan yang ada Pak Prabu ini. Cari...cari...ketemu!

Ibu geleng-geleng kepala.
Abah gak peduli.
Saya sibuk berkomentar :D
Gak sampai lima menit saya langsung ganti channel. Saya takut tergoda!!!

Belajar dari Pertandingan

Sedikit tentang basket hari ini.

Masih dengan rasa kagum, percaya gak percaya, dan senangnya luar biasa. CLS Knights masuk final untuk pertama kalinya dalam sejarah perbasketan nasional!!

Prestasi luar biasa ini ditorehkan dengan mengalahkan dua klub bertabur bintang. Yang pertama adalah Garuda dengan salah satunya sang bintang yang selalu disambut dengan tepuk tangan membahana dan teriakan histeris penggemarnya (panjang amat yak :D), Denny Sumargo!
Yang kedua adalah Pelita Jaya dengan pemain hebat seperti Romy Chandra, Andy Batam, dan Kelly Purwanto.

Kalau dilihat dari sejarah masa lalu, banyak orang memprediksi yang masuk semifinal adalah Pelita Jaya, Satria Muda, Aspac, dan Garuda. Keempatnya tim besar bertabur bintang.

Well, bukan pejuang namanya kalau tidak berjuang. Ya, kan?

Entah kenapa langsung teringat sepenggal cerita dalam buku Ranah 3 Warna saat Denmark menghadapi tim-tim besar seperti Belanda dan Jerman di Piala Eropa.

"Underdog can win!"
"Siapa saja bisa juara kalau tidak menyerah!"

Bukannya rendah diri dengan nama besar tim lawan, CLS Knights tampil meyakinkan dan penuh percaya diri. Mereka membuktikan layak tampil di final. And who knows, mereka bisa jadi juara *wink*
Juara sejati tidak tergantung siapa lawannya, tapi persiapan diri dalam menghadapinya.

Saya mendapat inspirasi hari ini, from the best basketball game I've ever seen. Anyone can win, just never give up!

Dari Ranah 3 Warna lagi. Katanya, going the extra miles. Berjuang melebihi rata-rata :)

Hmm, I can't wait for the final!!

Lagu Sepanjang Masa versi Uphiet

Kompilasi lagu di bawah ini gak bisa ditemukan dalam CD/kaset di toko terdekat. Hanya ada di playlist saya sendiri. Hehehe...
Lagu-lagu lain boleh berganti, tapi 9 (sembilan) lagu yang ini adalah penghuni tetap dan a must listening khususnya ketika saya down. Yak! Mari disimak satu per satu!

* I Dont Want To Miss A Thing - Aerosmith *
Sebenarnya punya 2 versi lagu ini. Yang kedua dinyanyikan David Cook. Pertama denger lagu ini di film favorit, Armageddon, yang dibintangi bapak favorit, Bruce Willis. Dan, langsung jadi lagu favorit <-- hmm, serba favorit, deh :D

* The Power of Dream - Celine Dion *
Liriknya keren banget!! One of the best inspirational songs I've ever heard!

* The Hardest Day of My Life - The Corrs ft Alejandro Sanz *
Saya penggemar berat The Corrs sejak SMP, dan salah satu lagu yang gak pernah bosen didengerin ya yang ini. Makin keren karena suara serak Alejandro Sanz :)

* I Turn To You - Christina Aguilera *
Ini lagu Bunda versi barat. Hehehe... Selain karena suara vokalnya yang kuat ya karena liriknya yang bagus.

* Reflection - Christina Aguilera *
OST. Mulan yang liriknya juga bagus bin keren bin apik tenan :D

* I Believe My Heart - Duncan James ft. Keedie *
Waktu musimnya boyband UK sedang menggila, Blue menurut saya yang paling keren. Karena mereka kalau nyanyi sendiri-sendiri bagus semua. Dan saya paling suka suara serak Duncan James #^.^#

* Wherever You Will Go - The Calling *
Ini lagu kebangsaan saya dan teman-teman kuliah :) Kami diakrabkan karena salah satunya adalah penggemar The Calling dan serial Smallville. Pernah nonton berjam-jam, nginep, dan lupa kuliah. Hehehe...

* Breakaway - Kelly Clarkson *
Suka lagu ini deh, intinya ^.~v

* Keep On Movin' - 5ive *
Nah, ini ni salah satu boyband jaman dulu kala yang lagu-lagunya mampu bertahan di playlist saya sampai sekarang. Selamat!! Wehehe...

Bersyukur, gadget canggih jaman sekarang yang memungkinkan kita dengar musik di mana saja dan kapan saja. Gak perlu nunggu pulang ke rumah, menuju CD player atau tape. Down gak harus berlarut-larut kan? Langsung aja dengerin lagu-lagu tadi :)

Berita Buruk!!

Saya sedang membaca buku bagus tentang motivasi berjudul No Excuse! yang ditulis oleh Isa Alamsyah. Tanpa sengaja menemukan fakta mencengangkan yang masih berkaitan tentang rokok. Berikut tulisannya:

Pada 2008 Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menetapkan Indonesia sebagai negara pengguna rokok ketiga terbesar dunia. Lebih dari 60 juta penduduk Indonesia mengalami ketidakberdayaan akibat adiksi nikotin rokok. FA Moeloek, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau mengatakan kematian akibat konsumsi rokok tercatat lebih dari 400 ribu orang pertahun.

"Indonesia menghabiskan Rp 180 triliun untuk biaya kesehatan akibat penyakit terkait tembakau atau 5,1 kali lipat pendapatan negara dari akibat cukai rokok," katanya.

The ASEAN Tobacco Control Report tahun 2007 menyatakan, jumlah perokok di ASEAN mencapai 124.691 juta orang. Dan Indonesia menyumbang perokok terbesar, yaitu 57.563 juta orang atau sekitar 46,16 persen.

Saat ini, lebih dari 43 juta anak Indonesia serumah dengan perokok, dan terpapar asap tembakau. Padahal anak-anak yang terpapar tersebut bisa mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronkitis, dan infeksi saluran pernapasan, dan telinga, serta asma.

***

Ngeri ya? :(
Wahai bapak-bapak, jangan ngaku sayang anak deh kalau masih merokok di sekitar mereka *sedih*

Utukki: Sayap Para Dewa



Penulis: Clara Ng
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

I am one wing and you are equally the other

***

Novel ini berisi perpaduan kisah cinta di tahun 5000 Sebelum Masehi dan tahun 2000 sesudah Masehi. Tentang perjuangan, cinta, dan keyakinan, yang telah hidup lebih dari tujuh ribu tahun. Bagaimana mungkin itu terjadi? Clara Ng membuktikan kalau itu mungkin :)

Di tahun 5000 SM, dikisahkan monster Utukki ke delapan bernama Nannia yang terlahir dari pasangan Dewa Anu (Dewa Langit) dan Dewi Antu (Dewi Bumi), jatuh cinta kepada Enka, seorang manusia. Di tempat lain, Dewi Ishtar yang merupakan Dewi Cinta dan Perang juga memiliki perasaan yang sama pada Enka.

Cerita berlanjut 7000 tahun kemudian. Dari cerita yang bersetting Mesopotamia, berlanjut di Jakarta. Saat itu bertemulah Thomas dan Celia, wujud lain dari Nannia dan Enka. Pada masa ini, Dewi Ishtar yang telah tertidur selama 7000 tahun bangun untuk merusak hubungan Thomas dan Celia. Berbagai cara dilakukan agar Enka yang bereinkarnasi menjadi Celia bisa menjadi milik Dewi Ishtar.

Novel ini beralur maju mundur dan terpisah-pisah, sehingga pembaca dibuat penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Misalnya ketika Dewi Ishtar yang mencintai Celia. Penulis membiarkan pembaca mengira kalau Dewi Ishtar adalah lesbian :D
Dan masih ada beberapa hal lagi yang tak disangka-sangka.

Utukki adalah bacaan ringan yang...(let me think!) berkhayal tentang Dewa-Dewi Mesopotamia...berpadu dengan masa kini...Yaaa, novel khas penulis yang lumayan kompleks.

Saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melahap novel ini. Antara ingin atau tidak meneruskannya.
Bagi saya imajinasi penulis akan cerita Utukki sangat menarik, meskipun entah kenapa terasa berat. Menjelang akhir saya mulai bosan dengan kisah cinta Thomas dan Celia yang tidak henti-hentinya diuji. Begitu juga dengan ending ceritanya yang kurang greget.

Tapi bukan berarti novel ini sama sekali tidak menarik.
Sebagai novel lokal alias dalam negeri, Utukki unggul konsep cerita. Saya menyukai kisah mitologi yang diceritakan penulis secara ringan. Saya mengagumi kejutan-kejutan yang disiapkan penulis dalam novel ini.

Membaca novel ini seperti bermain puzzle. Kita diberikan sepotong demi sepotong cerita yang berserakan yang kemudian menjadi cerita yang seutuhnya. Seru. Menarik. Penasaran. Akan tetapi, gambaran seutuhnya yang muncul tak sesuai harapan.

***

Dunia masa lalu tidak akan berubah tapi kau dapat berubah di masa depan

Thank You For not Smoking


Saya lahir dari keluarga yang tidak merokok dan entah kenapa juga tidak suka melihat orang merokok. Ini berlangsung dulu waktu saya tidak tahu persis bagaimana rokok juga dapat berpengaruh pada kesehatan orang yang tidak merokok atau sebutannya perokok pasif.

Hmm, saya tidak membenci orangnya lo.. Saya juga punya beberapa teman yang punya kebiasaan merokok. Itu sih keputusan mereka sendiri mau dimasukin apa paru-paru mereka. Tapi kalau sudah merokok di sebelah saya, hati-hati saja mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Hehehe...

Kenapa jadi malah bahas-membahas rokok sih?
Hal ini berawal dari beberapa waktu yang lalu di timeline twitter saya muncul ucapan dukacita buat seseorang yang meninggal karena menderita Bronchopneumonia Duplex, yang katanya karena dia perokok pasif.
MEskipun gak kenal, hati rasanya langsung "deg"!!

Ingatan tiba-tiba terbawa ke setahun yang lalu, saat saya dinyatakan dokter mengalami hal yang kurang lebih sama tapi dalam kategori yang cukup ringan.
Alhamdulillah saat itu kondisi saya cukup sehat, sehingga gejala yang terlihat hanya batuk-batuk kecil dan sesak nafas saat tidur dalam posisi miring ke kiri. MEskipun kata dokter cukup ringan, pengobatan saya waktu itu memakan waktu 6 bulan. Tapi cukup sedetik buat saya mengutuki keberadaan sebuah benda bernama rokok.

Mungkin ada yang tidak setuju, tapi bagi saya rokok adalah benda yang paling tidak berguna di dunia ini. Bisa disejajarkanlah dengan narkoba dan sejenisnya. Sekali lagi, orang lain boleh tidak setuju :)

Dari detikHealth saya kutip bahwa bagi perokok pasif sendiri, rokok berpotensi memberi 30 persen penyakit mematikan semacam flek paru atau kanker paru-paru.

Didapatkan lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok. Sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung dalam sebatang rokok.

Zat kimia tersebut seperti arsenik (logam berat beracun), benzene (bahan kimia dalam bensin), beryllium (logam beracun), kadmium (logam yang digunakan untuk baterai), etilen oksida (bahan kimia untuk mensterilkan alat medis), vinil klorida (zat toksik untuk membuat plastik) dan zat lainnya.

Dilansir dari National Cancer Institute, badan internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.

Gimana kami para perokok pasif ini bisa menghindar kalau para perokok sendiri enggan bertoleransi untuk tidak merokok di tempat umum atau merokok di tempat yang telah disediakan. Mereka dengan senang hati akan membagi asap beracun itu ke penjuru ruangan. Tidak mempan kalau dalam hal ini saya hanya menutup mulut pakai tisu dan pasang muka jutek. Gak banyak yang mengerti kalau saya tiba-tiba mengatakan, "Maaf, Pak! Bisa matikan rokoknya?" Yang ada mereka banyak yang tersinggung.

Sering kali kalau saya naik kereta api, dimana para perokok bertebaran dari ujung gerbong depan sampai gerbong belakang, saya lebih rela berdiri daripada menghirup asap beracun yang mereka tebarkan.

Wahai para perokok, merokoklah pada tempatnya...

**picture taken from Google**

Taun Baruan Biasa-biasa Saja :)

Kemanakah Anda taun baruan semalam? Berbondong-bondong ke pusat keramaian? Liat kembang api? Atau nonton acara tivi aja di rumah?
Hmm, saya tidur :D
Tidur gak tidur pun, tahun ternyata tetap berganti. Hehehe...

Selesai bikin resolusi 2011, moga tahun ini jauh lebih baik lagi.

Met taun baru, teman-teman!