Kartu Merah Kaka'

Wew, emosi lagi labil :p :p

Semalem Brasil menang 3-1 lawan Pantai Gading. Saya senang!!
Tapi cuma sebentar. Kaka' dikartu merah dengan tidak adil oleh wasit yg menurut saya 'ajaib' itu :(
That's mean, Kaka' absen lawan Portugal. Errr, pertandingan yang menurut saya akan jadi seru dengan bertemunya Ronaldo dan Kaka'. Ya sudahlah, mau gimana lagi? :)

sudah ah, males nulis lagi -_-"

Demam Bola


World Cup 2010 is coming!!!
event empat taunan yang selalu dinanti-nantikan para penggemar sepakbola di seluruh dunia, termasuk saya :)
Maka dimulai pula kebiasaan empat taunan itu juga: begadang dan bangun pagi-pagi dalam keadaan setengah tidur. Hehe...

Sebenarnya taun ini, saya sudah tidak begitu terhipnotis dengan euforia Piala Dunia Afrika Selatan ini. Tidak semua pertandingan harus saya tonton. Apalagi kebanyakan tim-tim besar mainnya ditaruh paling akhir, yang kalau ditayangkan di Indonesia menjadi tengah malam. Duhhh, bisa-bisa jadi zombie tiap pagi :(

Khusus semalam saya mengijinkan diri saya begadang. Demi melihat pertandingan Korea Utara vs Brasil. Setengah tertidur di babak pertama (karena gak ada gol), lumayan tidak menyesal karena Brasil menang 2-1 :)
Saya penggemar berat Brasil (apa Kaka ya??? hmmm) dari jaman Piala Dunia Korea-Jepang dulu. Ya sudah, sedikit termaafkan kalau saya hari ini agak sedikit melamun :p

Kenapa ya, event-event besar seperti ini selalu diadakan sekitar bulan Juni-Juli? Ketika jaman sekolah dulu, bulan-bulan ini kita sedang serius-seriusnya belajar buat ujian.Selalu menjadi dilema, pilih nonton bola apa belajar :p
Paling ingat banget waktu Piala Dunia Korea-Jepang. Kebetulan karena lokasi negara kita dan Korea-Jepang masih se-Asia, jadwal pertandingannya pun menjadi sedikit bersahabat, di siang-sore hari. Tak ada begadang dan acara ketiduran di kelas pagi harinya :D
Tapi siklus belajar jadi terganggu. Pada saat itu saya selalu belajar sambil menonton pertandingan. Niatnya belajar sambil sesekali liat tivi. Tapi hasilnya, belajar bentar (sebelum pertandingan dan pada saat jeda). Sisanya 2x45 menit fokus liat tivi. Hehehe...

Ya sudah, sepertinya saya harus cuci muka dulu...-_-"

Jampi-Jampi Varaiya


Akhir-akhir ini sedang terobsesi mengoleksi novel-novel Clara Ng, salah satu novelis Indonesia yang menurut saya punya daya imajinasi yang super keren :p

Buku berjudul Jampi-Jampi Varaiya ini akhirnya saya beli setelah muter-muter gak jelas di Royal Plasa, Surabaya.

Jampi-Jampi Varaiya bercerita tentang keluarga penyihir Raya yang terdiri dari seorang ayah bernama Samudra Raya yang masih saja merasa sedih berkepanjangan setelah istrinya meninggal 10 tahun yang lalu. Tiga orang anak perempuan, yaitu Zea, Oryza, dan Solanum. Ditambah Xander, anak dari sahabat istri Samudra yang mati-matian dijodohkan dengan Oryza.
Selain itu masih ada karakter Pax, cowok yang naksir Oryza dan nekat berubah menjadi kucing agar bisa terus berdekatan dengan Oryza. Ada juga Aqua dan Strawberry, dua penyihir cewek yang naksir Xander.

Masalah dimulai ketika Oryza menggunakan rempah-rempah Varaiya yang dicuri Solanum dari neneknya Strawberry tanpa memperhatikan cara pemakaian. Oryza yang tidak berbakat dalam masak-memasak membuat rendang hilang dari pancinya. Masalah berlanjut ketika cangkir bisa bergerak dan menggigit tangan Xander. Ditambah lagi, Zea dan Solanum berubah menjadi abnormal.

Di sinilah Oryza, Xander, Pax, dan Samudra memulai petualangannya ke Pulau Varaiya untuk menemukan Tamerit, tanaman yang bisa menyembuhkan Zea dan Solanum. Pulau Varaiya adalah pulau yang berada di antara Jawa dan Sumatra yang tidak dapat terlihat di peta Indonesia karena merupakan pulau penyihir.

Baca novel ini dari awal sampai akhir, serasa membayangkan kisahnya yang berlokasi di luar negeri. Tapi, hey ini di Indonesia!! Mungkin karena kita telah terbiasa dengan dongeng-dongeng tentang sihir yang kebanyakan memang dari sono kali ya...
Novel ini seru, ada unsur komedi dan petualangan juga, yang menurut saya agak beda dengan novel-novel INdonesia lainnya.

Sayangnya masih bersambung, dan novel terbarunya belum rilis. Yah sudah, met penasaran endingnya *ngomong ke diri sendiri*
Lebih baik berburu novel Clara Ng yang lain :D

Anak Sekarang Cepet Gede, ya?

Wew, baru saja terpanah dengar anak playgroup yang cantik dan imut sekali itu nyanyi lagu C.I.N.T.A dengan suara kenceng dan semangat 45. Hafall! Meskipun dengan pronouncation anak-anak yang belepotan di mana-mana.

Geleng2 kepala plus senyum-senyum gak jelas diriku dibuatnya :D

Di sela-sela itu, dia juga sibuk ngoceh ke ibunya buat beliin mobil mercy biar dia bisa jalan-jalan melulu dan gak pake jasa angkot. Hayyyaa, terpanah combo deh saya :)
dan dia terus melanjutkan nyanyiannya yang super duper nyaring.
Untung anak kecil ya, coba gedean dikit bisa kena pelototin orang seangkot dia!

Gak sekali ini sih, merasa kaget dengan anak-anak kecil yang sekarang pemikirannya ajaib-ajaib itu. Hehe...
Kemarin malah gak sengaja denger obrolan anak-anak SD, kelas 4-5an deh kalo gak salah. Seumur segitu udah ada yang pacaran, bahkan kakaknya udah tau. Pembantunya tau juga. Yang gak tau cuma orang tuanya. Weleh-weleh, umur segitu pulang sekolah, saya malah sibuk mikirin abis ini pohon pisang yang mana lagi yang mau dibabat habis (mau main pasar-pasaran ceritanya).

Apa yang terjadi sih dengan masa kecil mereka?