Menjadi Penulis

Kemarin, saya mendapati pemberitahuan di fesbuk bahwa nama saya di-tag di dalam sebuah foto. wah foto apa? merasa akhir-akhir ini memang jarang action di depan kamera :D
Waktu dibuka terpampanglah gambar ini:

Ayo siapa yang men-tag saya??? HEhe...
Ini ternyata sebuah buku baru yang salah satu penulisnya adalah teman saya, mbak Miyosi :)

Ihhh, senangnya...
Itu komentar pertama yang muncul waktu liat cover buku ini. Akhirnya mimpimu jadi penulis tercapai, nak! *loh?*

Jadi ingat beberapa taun yang lalu, waktu kami berdua sibuk ikut pelatihan kepenulisan maupun bedah buku ke sana kemari. Hihi, masih ingatkah dirimu, Mio??
Kami berdua ingin jadi penulis. Sampai bela-belain pelatihan kepenulisan dua hari yang dihadiri Pipiet Sendja segala...

Beberapa taun berlalu, akhirnya temanku ini yang berani membayar lunas mimpinya. dan tercapai.

Saya?
Saya tadinya merasa berbakat menulis :) Kalau lagi mood, jadi deh tulisan berlembar-lembar. Tapi seiring berjalannya waktu, sudah tergeser dengan mimpi-mimpi yang lain. Eh, ternyata menulis memang mimpi yang tiba-tiba iseng muncul di kepala :D
Semakin ke sini, semakin lupa kalau saya dulu punya keinginan jadi penulis. Jadilah di sini, saya terdampar. Jadi penulis buku harian di blog ini. Hihihi...

Mimpi itu, has passion on it. Harus ada komitmen dan kerja keras untuk mencapai. Tidak cuma merasa ingin dan stuck di situ saja *wah, ngomongnya ke diri sendiri* Hehe...

Selamat buat mio. Akhirnya 'bayi'mu lahir juga ke dunia ini. Hehe, 'bayi' kedua kalau gak salah ya???
Semoga laris manis bak kacang goreng :) dan ditunggu karya tunggalnya. Hihi...

*menulis ini tanpa seijin orangnya* *kabur ah*

Jejak Malang Tempo Doeloe

Sudah hampir seminggu, Malang Tempo Doeloe atau MTD digelar. Maaf telat, karena beberapa hari ini tiba-tiba jadi pelupa. Hehhehe...
Berikut ceritanya...

Malang Tempo Doeloe kali ini kalau gak salah tahun kelima penyelenggaraannya. Setiap bulan Mei, sebagai penutup serangkaian acara peringatan HUT Kota Malang yang jatuh tiap tanggal 1 April.


Jalan Ijen yang luas dan indah itu, ditata sedemikian rupa supaya tercipta suasana Malang di jaman dulu kala.



Gak jauh beda sama pasar malem sih. Banyak stand-stand berjajar, menawarkan makanan-makanan khas tempoe doeloe seperti gulali, dan makanan merakyat lainnya :) Meskipun ada juga yang jualan siomay atau burger. Jaman dulu ada gitu yang jual makanan begitu? Hehehe...
Salah satu stand yang tak pernah melewatkan kesempatan ini adalah toko es krim yang melegenda di kota Malang: Toko Es Krim "Oen". Spot wajib buat poto-poto :p


Selain makanan, banyak juga yang memanfaatkan momen MTD buat jualan aneka batik, kerajinan-kerajinan, dan industri kreatif lainnya. Tak ketinggalan stand yang memamerkan kendaraan jaman dulu, filateli, dan mata uang jaman dulu.
Nih, misalnya...



Yang paling menarik dari Malang Tempo Doeloe, menurutku ya pengunjungnya *lho?*. Pengunjung yang menyesuaikan diri dengan tema MTD itu sendiri.



Yang paling atas itu, yang berkostum pejuang plus bawa sepeda onthel, sepertinya peserta wajib acara Malang Tempo Doeloe deh. Hampir setiap taun ketemu mereka :)

Di event itu juga disediakan panggung-panggung yang digunakan untuk pementasan kesenian rakyat, seperti wayang, dan acara musik lainnya. Selain itu, di pagi hari sampai menjelang sore, jalanan bisa dilewati dengan mengendarai sepeda onthel yang boleh dipinjam atau menyewa andong yang memang disediakan. Ada juga permainan rakyat yang diselenggarakan, supaya warga Malang tetap mengenal dan melestarikannya, seperti ini...

bingung itu main apa. Kalau diliat sih main kasti :p

Kalau hari sudah berganti malam, jalanan hanya diijinkan untuk pejalan kaki, yang semakin malam semakin penuh sesak. Dan terlihatlah seperti pasar malam...

Berkunjung ke Kantor Pos


*kalau baca judulnya, yg terbayang malah anak2 TK jalan bergandengan tangan masuk Kantor Pos sambil baris rapi :D*

Yup, setelah sekian lama berlalu akhirnya takdir mempertemukan saya kembali dengan kegiatan surat-menyurat.

Terakhir kali pas jaman SMA kelas 1 waktu masih senang nulis surat ke kedutaan negara-negara yang ada di Jakarta. Dan berharap dapat balasan berupa booklet wisata, buku sejarah, ataupun peta. Kangen masa-masa itu. Tiap dapet balesan, buku-bukunya langsung jadi rebutan buat dibaca-baca atau cuma mengagumi gambar-gambar bagus yang tercetak di sana.

Dulu, juga sering ikutan kuis-kuis di majalah. Dan pernah beruntung juga dapat souvenir cantik dari salah satu majalah karena menang kuis. Cuma sekali sih menangnya. Sisanya, malah sering dapet surat kalau menang mobil, uang jutaan rupiah, bla bla bla. Yang ternyata penipuan :)

Lebih jadul lagi, pas jaman SD. Hobi korespondensi dan mencari sahabat pena. Sampai sekarang, alhamdulillah masih tetap menjalin silaturahmi dengan sahabat pena yang tinggal di Kalimantan. Belum pernah bertemu sih...
Komunikasinya juga bukan lagi surat-menyurat pakai kertas, dimasukin, amplop, trus dicap perangko. Sekarang bisa praktis lewat email atau fesbuk. Masih disebut sahabat pena gak ya kalau gini? :)

Karena hobi surat menyurat itu juga, saya jadi pengkoleksi benda-benda pos. Mulai dari aneka macam kertas surat, kartu pos, dan perangko. Bahkan, bercita-cita jadi philatelist sejati *ngayal.com*

Saking seringnya ke kantor 'oranye' pos, petugas pos sampai hafal kalau saya datang hampir tiap minggu. Hehe...Pasti beliau sekarang merindukan saya :D :D

Setelah itu, gak pernah lagi ke kantor pos. Bertahun-tahun sudah. Mungkin karena sudah jarang dapat balasan surat lagi atau keberuntungan saya buat menang kuis sudah lenyap *cling*
Atau juga, memang karena teknologi sudah mempermudah segalanya. Sekarang ada email, fesbuk, twitter, dsb yang sangat membantu memperawet silaturahmi. Bahkan, jawaban-jawaban kuis juga bisa dikirim lewat email :)

Nah, kemarin akhirnya kembali ke kantor pos. Bukan yang di kotaku, tapi Kantor Pos Kota Malang, yang lumayan gede dan ramai itu.
Hal ini berawal dari coba-coba ikutan postcrossing. Aturannya, ngirim postcard ke seseorang di luar negeri dan kita juga nerima kiriman postcard dari seseorang di luar negeri. Belum tau sih, ini beneran apa gak, masih coba-coba. Tapi kalo liat akun orang yang udah join lama. Wuih, koleksi postcardnya bikin mata berbinar-binar *mauuu*

Eniwei, kembali ke kantor pos!

Pertama masuk. Merasa asing dan aneh. Tempatnya luas, ramai, dan banyak loketnya. Jadi bingung! Hehe...
Kebanyakan surat yang dikirim berupa amplop coklat yang besar itu atau bingkisan barang. Sepanjang pengamatanku sih, kebanyakan berupa surat lamaran kerja yang menumpuk di tiap loketnya *hasil pengamatan selama 2 jam di kantor pos*
Sisanya barang-barang yang dimasukin ke kotak dan dibungkus kertas coklat.
Oke, merasa aneh. Apakah saya satu-satunya yang mengirim benda sekecil ini? Sepertinya iyes. Hanya 4 lembar postcard. Pasti mbak-mbak petugasnya heran. Cuma benda sekecil itu ngirimnya ke Brasil, Rusia, Jerman, Amerika. Hehe, biarin. Mana, maen lempar aja ke keranjang :( *Mbak!! Awas ya kalau sampai gak dikirim!*
"Jangan jutek-jutek dong, Mbak! Gitu-gitu saya bayarnya pake uang!" *emosi jiwa* tapi dalam hati. Hehe..

Oh ya, di kantor pos segede itu kok koleksi poscardnya nggak banget ya? Cuma selembar kartu tipis, dengan gambar obyek wisata Bali ukuran kecil di pojok *yaeyalah seribu minta bagus*
Bersyukur, Gramedia menyelamatkanku. Hehe...
Begitu juga stand filateli yang ada di Malang Tempo Doeloe. Koleksi benda posnya bikin mata jelalatan *serbuu*

gambar diambil dari sini

Coming Soon: Malang Tempo Doeloe 2010





MALANG KEMBALI V 2010
Festival Tempo Doeloe

Diadakan mulai tanggal 20-23 Mei 2010 mulai pukul 08.00-24.00
Pembukaan acaranya adalah tanggal 20 Mei 2010 pukul 18.30
Bertempat di sepanjang Jalan Besar Ijen (1,5 km)
dengan Tema: Rekonstruksi Budaya Panji
Pra Event: Malang Topeng Carnaval

Mari berkunjung ke kota Malang!!

gambar dan info diambil di sini

Pesta Malang Sejuta Buku vs. Bima Sakti Cup

Bisa dibilang, bulan Mei adalah bulan berkunjung ke kota Malang.
Wah, minggu ini kota sejuk nan menyenangkan ini lumayan ramai dan banyak acara.
Minggu ini saja, ada dua acara yang merayu-rayuku buat datang ke sana.
Yang pertama, Pesta Malang Sejuta Buku 2010. Acara tahunan kota Malang yang selalu dinanti-nanti para pemburu buku *including me*. Sebenarnya kalau nyari buku diskonan sih tinggal beli aja di TogaMas, atau Gramedia yang kemarin kebetulan juga ada book sale. Tapi event seperti ini dengan suasana dan tempat berbelanja buku yang berbeda, bikin saya gak ingin melewatkannya.
Pesta Malang Sejuta Buku 2010 diadakan mulai tanggal 6-12 Mei 2010 dan bertempat di Aula Skodam V Brawijaya. Semakin menarik karena ada sekitar 200 penerbit nasional yang ikut serta, dan juga diskonan yang mencapai 87%. Wohoo, berangkatttt

Event kedua yang tidak akan pernah saya sia-siakan adalah nonton Bima Sakti Cup. Sebuah turnamen bola basket yang diselenggarakan mulai tanggal 10-16 Mei 2010 di GOR Bima Sakti Malang. Kenapa tidak disia-siakan? Karena 9 tim bola basket Indonesia Basketball League (IBL) dipastikan hadir. Pasti seru...pasti seru..
Dari SMP saya penggemar berat olahraga basket, meskipun ternyata saya harus kecewa karena saya tidak berbakat di olahraga ini :(
Hari ini mau nonton, setelah berhasil membujuk seorang teman untuk menemani. Hehe..Doakan saya tidak nyasar kali ini :p

Eh, sebenarnya ada satu event lagi sih. Tapi saya lebih milih duduk manis di depan tivi daripada berdesak-desakan di depan MOG (Mall Olympic Garden) buat nonton Inbox SCTV :D :D
atau kalau suka acara olahraga sepakbola, Malang juga jadi salah satu tempat diadakannya Piala Indonesia. Hehe, tapi saya juga lebih suka nonton di tivi.

Event yang paling ditunggu-tunggu seluruh warga Malang adalah Festival Malang Tempo Doeloe (MTD). Event yang jadi puncak serangkaian acara peringatan ulang tahun kota Malang ini, denger2 diadakan mulai tanggal 20-23 Mei yang mengambil tempat di sepanjang Jalan Ijen. Seperti taun-taun sebelumnya, Jalan Ijen akan disulap menjadi kawasan yang bernuansa Malang jaman dahulu. Ada pasar rakyat, berbagai seni pertunjukan, permainan-permainan tradisional, kendaraan jaman dulu, dan juga aneka kuliner kota Malang. Bagi yang merasa dirinya narsis, jangan lupa datang ke Malang Tempo Doeloe dengan berbusana jaman dulu dan foto-foto di spot-spot menarik. Hehe...

Nantikan laporan saya ya...

"Nyasar" is mY miDDle Name -_-

Iya saya tau, itu aib.
Mau bagaimana lagi? Saya sudah berkedip berkali-kali dan mencubit lengan saya. Benar! Ini bukan mimpi, kenyataannya saya seringkali tersesat.
Sebenarnya bukan masalah disorientasi atau buta jalan. Tenang, saya mudah sekali menghafal jalanan yang pernah saya lalui. Meskipun kadang-kadang juga tidak^^
Saya hobi berpetualang alias jalan-jalan. Sendirian. Dan karena saya tidak bisa naik sepeda motor, moda transportasi umum adalah satu-satunya andalan saya. Kalau nggak gitu ya mengandalkan diri sendiri, alias jalan kaki :)
Masalahnya, saya malas sekali bertanya dan mengandalkan insting, yang pada akhirnya berujung pada makian terhadap diri sendiri. Saya nyasar!!

Selama tinggal di kota Malang, entah udah berapa kali nyasar. Padahal angkot di kota Malang tergolong mudah dengan trayek-trayek yang tertulis jelas. Asalkan kita mau buka mulut sedikit saja, untuk tanya tujuan, pasti kita sampai dengan selamat di tujuan.
-->note: orang-orang Malang adalah orang-orang paling ramah yang pernah kutemui @.@

Kejadian terakhir terjadi kemarin, sehabis saya 'berkeliaran' di toko buku TogaMas. Dengan pede saya masuk angkot rute GML dan duduk di bangku paling belakang.
Kepedean saya lenyap seketika ketika di belakang angkot yang saya tumpangi, angkot rute JDM sedang ngetem. Hmm, sepertinya ada yang salah, GML apa JDM ya..?
Tapi ternyata sodara-sodara, harga diri saya jauh lebih tinggi daripada kecemasan kalau nanti saya nyasar beneran. Saya tetap duduk sambil membayangkan kalau saya tiba-tiba keluar dari angkot itu dan masuk angkot di belakangnya dengan sorot mata heran penumpang lain yang memperhatikan saya. Malunya itu...Nyali saya ciut. Biar deh nyasar dikit, daripada malu. Hehe...
Angkot mulai masuk daerah Tidar dan saya mulai menebak-nebak, dimana ini? Kok pernah tau nama Tidar ya? Belakangan baru nyadar ada radio di Malang yang bernama Tidar Sakti. Wohoho...
Saya turun, entah dimana, dan sukses bingung. Satu-satunya angkot selain rute GML adalah angkot dengan rute lain yang tidak saya tau. Nooo...saya sudah terlalu lapar untuk nyasar yang kedua kalinya. Jalan kaki saja :(
Singkat cerita, sampai di Jalan Galunggung (kalo gak salah), nungguin angkot JDM yang super duper lama dengan bungkusan siomay di tangan *loh?*
Menganut prinsipnya TheNakedTraveler - it's not the destination, but the journey - selalu menikmati saat dimanapun, bahkan saat nyasar *ngawur*. Saya menemukan warung siomay yang lumayan rame, rame banget malah. Siomay terenak yang ada di kota Malang, atau karena saya makan dalam kondisi lapar berat :)

Bukan sekali itu saja. Saya pernah ke Sawojajar tapi kebablasan ke CemoroKandang (apa KedungKandang ya? Lupa :p).
Bulan lalu saya pergi ke daerah Sigura-gura, mencari satu alamat. Karena tidak ketemu-ketemu, saya tidak juga turun dari angkot. Akhirnya saya bingung mau turun dimana. Jalanan sudah menyempit dan berkelok-kelok, bahkan masuk ke pedesaan. Mau turun dimana? Sepi dan angkot juga jarang banget yang lewat. Terdamparlah saya di perumahan Bukit Cemara Tujuh yang nun jauh di sana sambil nunggu angkot yang kembali ke tujuan semula :D

Dodolll, ini namanya malu bertanya tersesat dimana-mana.

Pernah juga nyasar waktu mau liat basket di GOR Bimasakti. Saya ingat betul GOR itu berdekatan dengan rumah sakit tapi lupa di sebelah mana. La kok, bapak sopir angkot yang baik dan budiman menurunkan kami (saya dan teman) di pertigaan yang masih jauh dengan tujuan. Huhu, padahal kami sudah bertanya T_T

Kejadian paling dodol waktu di Lembang, sekian taun yang lalu. Agak lupa nama-nama tempatnya. Saya dan beberapa teman menyempatkan diri jalan-jalan di Bandung. Menjelang sore balik naik angkot ke penginapan. Kami baru sadar kalau nyasar pas di kanan kiri daerahnya gak pernah tau. Makin ke atas makin panik karena sadar kita benar-benar kesasar. Huhu, di kiri kanan yang kami lihat banyak pohon cemara *lagu?* maksudnya perkebunan-perkebunan gitu. Gak tau dimana itu...
JengJeng, kepanikan melanda. We were in the middle of nowhere.
Saking paniknya, gak peduli malu, kita numpang mobil pick up buat balik ke penginapan.
Yah, tak apalah untuk sementara kami menggantikan posisi sapi-sapi dan kambing-kambing yang manis itu, demi mencapai tujuan *sigh*