SusaHnya Jadi DokTer

Akhir-akhir ini terlibat perbincangan serius dengan salah satu bulekku (adeknya ibu), karena adek sepupuku yang kelas 2 SMA ngebet banget pengen masuk Kedokteran. Saking pengennya, dia beberapa hari ini browsing di internet, cari-cari info biaya kuliah di fakultas bergengsi itu.

Kaget berat, Kedokteran sekarang mahal banget ya???
Beda dengan 10 tahun lalu, pas abah-ibu biayai kuliah kakakku dari masuk sampai lulus. Biayanya gak sampai ratusan juta, bahkan masih kalah dengan biaya awal masuk Kedokteran saat ini.

Spontan aja bulekku bilang, "Sawah siapa yang mau dijual, Le?"
Hehe, gak sanggup mikirnya.

Ternyata buwat jadi dokter, pintar aja gak cukup :(
Karena itu, penasaran nih kenapa kuliah sekarang super duper mahal?? Tell me why...
Apalagi aku gak luput dari sasaran pertanyaannya tentang kiat-kiat masuk dokter.
*Nah lo, mbakmu ini bukan dokter, Dek!!*
Mungkin dipikirnya aku pernah 'dipaksa' masuk fakultas Kedokteran kali ya? Meskipun pada akhirnya takdir berkata lain :)))

Selain mahal, jadi dokter itu katanya susah.
Iya lah, menurutku juga gitu :p
Tapi ternyata bukan hanya susah ilmu-ilmu yang harus dipelajari, ternyata proses untuk benar-benar jadi dokter itu (praktek resminya) yang ampun ribetnya.
Dari beberapa cerita (salah satunya yaitu kakakku), masa-masa setelah lulus dan mendapat gelar dokter adalah awal mula perjalanan baru yang sarat emosi. Mereka harus menjalani serangkaian hal yang lumayan panjang. Di antaranya PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang kadang-kadang bertempat di daerah terpencil dan memakan waktu berbulan-bulan bahkan mungkin tahunan, mengikuti uji kompetensi, melakukan pendaftaran sebagai dokter, belum lagi ijin praktik yang katanya cukup memakan waktu.

Weiii, ribet amat yah?

Coba bayangkan deh dengan lulusan S1 lainnya, yang begitu lulus bisa langsung cari kerja. Sudah susah, lama lagi. Hehe...Kadang-kadang ku bilang ke kakakku, "tua di sekolah!" :)))

Nah lo, buwat anak kecil kalo ditanya, "Kalau gedhe, mau jadi apa?", mikir-mikir lagi deh kalau mau kasih jawaban: "Dokter!"
Sudah siap secara materi dan mentalkah, Anda???

PerAn Ibu Tiri

Kalau kita ingat cerita khayalan semisal Cinderella, Sleeping Beauty, atau Bawang Merah Bawang Putih sekalipun, karakter ibu tiri selalu digambarkan sebagai sosok ibu yang jahat dan kejam kepada anak tirinya.
Bahkan, banyak cerita-cerita saat ini di tivi (sinetron maksudnya!! :p), yg menggunakan cerita anak-ibu tiri yang jadi inti alurnya.

Naaahhh, kenapa aku jadi bahas ibu tiri ini??
Karena beberapa hari kemarin dapat kesempatan buwat bertemu sesosok ibu tiri yang cocok banget dengan karakter di atas :p

Ceritanya...
Dapat undangan makan malam bareng keluarga seorang sahabat. Bukan aku aja sih yang diundang, plus teman-teman yang lain.
Nah, sahabatku ini punya ibu tiri bonus dua saudara tiri :)
Sebelumnya udah pernah denger curhatan-curhatan sahabatku tentang ibu tirinya yang kurang welcome gitu (sepertinya kebalik deh :p). Sampai dia kasih julukan yang sedikit kejam buwat ibu tirinya. Julukannya gak usah dikasih tau di sini kali ya...?

Akhirnya curhatan sahabatku terbukti dengan sendirinya. Dari awal kami berada di dalam mobil bersama mereka sampai acara makan-makan, kita sukses dicuekin plus dipandangi dengan wajah super juteknya.

Hehe, bukan maksud ngrasani, tapi jujur pengen ketawa dalam hati. Ada orang dengan karakter sekuat ini buwat peran ibu tiri, kok sinetron-sinetron di tivi malah pilih pemain yang maennya setengah-setengah^^

Libur Tlah Tiba :)

Yah, tepat mulai besok liburan sekolah dimulai. Tapi ternyata banyak yang nyuri start liburan hari ini. Hal ini dibuktikan dengan penuh sesaknya kereta ekonomi Penataran jurusan Surabaya-Kertosono pagi ini. Dengan menjengkelkannya membuatku berdiri sepanjang perjalanan Bangil-Malang :(
Adik sepupuku malah semalam berangkat ke Bali bersama keluarganya. Hikshiks, aku ditinggal T_T

Kemanakah kalian berlibur???
KAlo liburan gini, pasti tempat wisatalah yang jadi tujuan utama. Tapi jujur di saat inilah, keinginanku untuk liburan ke tempat-tempat wisata mendadak buyar. Pasti ramai, penuh sesak, dan tidak leluasa. Jadi inget terakhir liburan ke Wisata Bahari Lamongan sebelum puasa kemarin, antri di mana-mana. Tiap wahana, antriannya mengular, bikin aku akhirnya duduk-duduk sambil liat pengunjung yang asyik nyanyi-nyanyi gak jelas :)

Kalau tempat wisata di sekitar daerah Pasuruan, ada satu yang terkenal, yaitu Taman Safari II di daerah Prigen, Pandaan. Berada di dataran tinggi yang udaranya cukup sejuk dan melihat kehidupan alam liar yang disuguhkan tempat wisata ini. Arena bermainnya juga cukup lengkap ditambah dengan beberapa atraksi sirkus. Sipp lah buat liburan bersama keluarga.

Ada juga Pemandian Alam Banyu Biru, di daerah Winongan, Pasuruan. Katanya orang dulu sih, siapa yang mandi di pemandian Banyu Biru bisa tetap awet muda. Hehe..bisa-bisa aja promosinya :)Selain pemandian itu sendiri, sekarang juga mulai ditambah area bermain, lapangan tenis, dan kolam pemancingan. Hmmm, udah lama gak ke sana.

Nulis gini jadi inget tempat wisata yang lain. Ada Kebun Raya Purwodadi, Taman Dayu, dan the legend is Gunung Bromonya....

Nah, bagi siapa saja yang ingin berwisata ke Pasuruan, monggo :)
Jangan lupa mampir ke Bangil buwat menikmati kuliner khasnya: Nasi Punel.

Happy Holiday :))))

SeteLah BanjiR itu...


Bangil dengan segala kekacauannya.Minggu pagi jalanan macet dimana-mana. Banyak yang memadati daerah-daerah bekas banjir untuk sekedar melihat-lihat jejak yang ditinggalkan banjir atau ikutan numpang masuk tivi:)
Yup, Bangil jadi eksis dan masuk tivi gara-gara banjir yang paling parah untuk sekian taun ini.

Ternyata, sebab musababnya adalah jebolnya tanggul di daerah Pandaan yang mengakibatkan meluapnya air di sepanjang sungai di Bangil. Dua jembatan utama di desaku hilang dengan suksesnya, sehingga makin macet jalanan di depan rumahku karena itu satu-satunya jalan penghubung ke Bangil.

Kalau hari ini menyempatkan diri ke daerah-daerah bekas banjir, maka kita akan melihat lumpur masih sangat tebal, rumah warga masih berantakan dengan berbagai perkakas di tumpuk dimana-mana dan dalam keadaan kotor. Sementara di daerah langganan banjir, genangan air masih setinggi lutut.

Jadi inget jaman masih SMA dulu. Kebetulan lokasinya dekat dengan daerah langganan banjir. Kalau musim penghujan begini, dan di sana banjir, teman sekolahku banyak yang bolos dengan alasan kebanjiran. Kalau yang rajin, biasanya berangkat sekolah dengan menenteng sepatu atau mandi di rumah teman yang tidak terkena banjir. Dan gara-gara banjir kemarin, sekolah SMAku mendadak jadi kolam air setinggi lutut :)

Banjir kemarin, mengakibatkan banyak rumah rusak berat dan dengar-dengar ada korban meninggal karena terseret arus. Temanku bahkan rela tidur di karpet bersama keluarganya karena kasurnya masih belum kering, dan tidak beruntungnya kemarin kembali hujan.

Semoga semuanya kembali membaik ^^

BanJiiiiiir

Nulis ini, di bawah cahaya lilin, dengan opera mini lewat hape yang terancam terputus karena baterai yang terbatas. (hehe, apa sich? ^^)

Mati lampu! Kembali ke kehidupan primitif, dengan hujan yang masih turun dengan cukup derasnya.

Kaki jadi mati rasa, habis keliling desaku yang terendam banjir. Alhamdulillah rumahku aman, karena kebetulan di daratan yang lebih tinggi.

Pfiuhh, banjir! Gak nyangka kejadian di desaku. Cukup tercengang liat rumah-rumah di pinggir sungai tenggelam hingga leher orang dewasa. Malah, katanya di desa sebelah utara, yang keliatan cuma atapnya.

Dan parahnya, akses ke kota tertutup. *kota Bangil maksudnya*
Jembatan penghubung ke desa sebelah sudah gak keliatan karena air sungai yang meluap. Jalan utama pun terganggu karena desa sebelah juga terendam banjir sampai atap rumah.
Arus kendaraan terganggu, bahkan kereta api gak bisa jalan karena jalurnya ikutan terendam.

Hyahh, ini parah!
Jadi de javu sama kejadian 7 taun lalu, malah gak separah ini di desaku.
Semoga gak ada korban jiwa, dan semuanya diberi keselamatan...

BaCa laGi: MetaMorphosis


Buku ini akhirnya keluar lagi dari lemari bukuku. Penyebabnya, buku yang saat ini kubaca ketinggalan di rumah tante.
*pelupanya ketularan Mbak Meta ini* hihi...

Buku berjudul MetaMorphosis ini adalah kumpulan kisah yang pernah dialami seorang Meta Hanindita, si penulis, yang merupakan seorang dokter (waktu itu masih calon dokter *kalo gak salah^^*), yang ditulisnya dalam sebuah blog yang beralamat di www.metahanindita.blogspot.com.

Gaya bahasanya yang ceria dan memang Mbak Meta banget. Mungkin karena sebelumnya sudah sangat familiar dengan suara Mbak Meta yang biasanya siaran di salah satu radio di Surabaya, baca buku ini serasa Mbak Meta sendiri yang ngomong di depanku. Apalagi sekarang ditambah sering muncul di tivi, hihihi malah terbayang mimik muka Mbak Meta segala :p

Kalo menurutku, buku ini adalah apa adanya Mbak Meta. Mbak Meta yang pelupa *akut*, gak bisa bedakan kiri dan kanan, dan kelucuan lainnya. Gak cuma yang agak-agak aneh itu aja sih :p, kita juga bisa kenal Mbak Meta yang selalu menghargai waktu, pemaaf, dan yang selalu mengambil sisi positif dari setiap kejadian yang dialami.

Mbak Meta juga berbagi pengalaman waktu mengunjungi beberapa negara di Eropa (sendirian), sampai akhirnya internship di Denmark.
Serunya, kita juga bisa belajar beberapa istilah kedokteran, yang memang bidangnya Mbak Meta, tanpa perlu khawatir terlalu berat. Plus tau pengalaman gimana rasanya jadi calon dokter.

Bagian favoritku adalah saat Mbak Meta berimajinasi menulis surat kepada dirinya sendiri yang masih SMA. Sukses buat aku ngomong ke diri sendiri, "iya ya. Bener banget."

Habis baca buku ini, serasa menemukan seorang sahabat baru yang luar biasa baiknya^^

Ngalor Ngidul

Update pertama di 2010! *horray*
tapi bingung mau nulis apaan???
Happy new year, teman! Moga slalu jadi taun yang lebih baik.

Malam taun baruanku sukses tertidur lelap jam 9 malam at the end of 2009 dan bangun di subuh yang dingin di awal 2010 :D
tanpa buat resolusi, teman! Ritual tahunanku sukses digagalkan kantuk yang nggak bisa ditahan. Hehe...
Mungkin karena doa sebelumnya jelek kali ya, mendoakan malam taun baru hujan deras, makanya rencanaku juga gagal :p

Tahun 2009 menjadi taun yang tidak pernah terlupakan, karena kehilangan seorang kakak yang selalu memberi cinta tanpa pamrih. Dan untuk pertama kalinya di tanggal 2 Januari 2010, tak ada lagi ucapan selamat ulang taun yang bisa kuberikan padanya.
Yaa, mengikhlaskan kepergiannya itu harus. Karena sekarang tak ada lagi rasa sakit yang harus dirasakannya. *hiks, slalu pengen nangis kalo ingat*

na..na..na..ganti topik!
Awal taun 2010, akhirnya komputer tercinta kembali ke performa semula, lancar jaya!! Alhamdulillah...
Selain itu aku mendadak jadi ibu dari 2 anak kucing yang barusan lahir di rumah. Hehe...
Sebenarnya di rumah gak pelihara kucing, tapi berhubung pekarangan rumahku adalah tempat yang paling nyaman untuk hewan-hewan tak bertuan itu, berkeliaranlah mereka di sana. *halah*
Saking lucunya dan ingat keponakan tercinta yang pecinta berat binatang ini, akhirnya mereka dibiarkan serasa di rumah sendiri. Tiduranlah mereka di kursi teras rumah, berjemur sinar matahari pagi di atas keset, dan bermain-main di teras. Asal gak bikin kerusuhan aja, bisa-bisa jurus sapu terbang ibuku langsung keluar. Hehe...
Akhir-akhir ini jadi pemerhati kucing, lucu aja liat tingkah laku mereka^^
Sekarang tinggal nunggu kedatangan keponakanku dan liat kehebohannya waktu ketemu dua makhluk mungil itu.

Nah, loh bener kan jadi kemana-mana ceritanya :p
Once again, happy new year, waktunya menatap masa depan yang lebih baik.

Mari berjuang, teman^^