Menang Kuis (lagi)

Anggap saya beruntung atau apa, ini ketiga kalinya saya menang kuis berhadiah buku. Ah, tapi itu memang rejeki saya :D

Dua kuis pertama adalah dari Kick Andy. Yang pertama sudah dua taunan lalu. Cuma lewat undian di websitenya, ngisi data diri. That's it, tinggal nunggu nasib baik menghampiri. Hehe...
Udah berkali-kali ikutan, tapi gak dapat2. Ya udah lah, gak pernah dicek lagi menang apa gaknya. Sampai suatu hari seorang bapak baik hati berbaju oranye (baca: Pak Pos) mampir ke rumah ngasih bingkisan. Eh, ternyata kiriman dari Kick Andy. Buku berjudul Presiden Guyonan karya Butet Kartaradjasa. Alhamdulillah...

Kuis kedua Kick Andy saya ikuti lewat twitter beberapa bulan yang lalu. Menjawab pertanyaan. Siapa cepat dia dapat! Entah karena udah ada perasaan menang, waktu diliatkan buku yang akan dibagikan, jantung langsung dag dig dug *oke lebay*. Waktu itu bukunya Rene CC (eh betul kan namanya?), berjudul Your Job is not Your Career.
Tapi...tunggu punya tunggu buku itu tak jua datang menghampiri saya :(

Ah ya sudah, mungkin masih belum rejeki *menghibur diri tapi masih gak rela*

Eh, sekedar info aja ni, kuis Kick Andy ini diadakan dua kali seminggu. Tiap hari Jumat malam atau Minggu sore setiap akhir acara Kick Andy di tivi. Follow aja twitternya @KickAndyShow. Gak rugi kok kalo menang :D *yaiyalah*

Kuis yang ketiga, yang pengumumannya saya dapat sejam yang lalu, adalah dari Gramedia. Yang ini lewat twitter juga di @Gramedia.
Ceritanya dua hari yang lalu Gramedia membuka kuis dengan tema #gpubookwish akhir taun. Kita tinggal menyebutkan buku apa yang paling kita inginkan sebagai hadiah akhir tahun. Pastinya buku-buku terbitan GPU.
Nah, kesempatan belum tentu datang dua kali, kan?
Akhirnya tersebutlah buku buruan utama yang sulit saya dapatkan di kota Malang tercinta ini, Utukki karya Clara Ng!!

Daaannn...Saya menang!!! *kembali lebay*

Sekarang, tinggal mengharap buku itu akan segera tiba dengan selamat di rumah saya. Amiiin

Little House on the Prairie


Ada sebuah stasiun tivi yang sekarang banyak banget menayangkan program tivi jadul semacam The Cosby Show atau Family Ties. Itu taun berapa ya???

Tiba-tiba jadi keinget drama televisi yang dulu rutin ditayangkan TVRI, Little House on the Prairie.Serial ini dulu adalah tontonan wajib keluarga saya.

Berkisah tentang keluarga Ingalls dengan setting abad 19an di Amerika sono, yang terdiri atas ayah (mendiang Michael Landon sebagai Charles Ingalls), ibu (Karen Grassle sebagai Caroline Ingalls) dan tiga anak perempuan, masing-masing Melissa Sue Anderson (Marie Ingalls), Melissa Gilbert (Laura Ingalls), Lindsay Sidney Greenbush (Carrie Ingalls).

Kalo disuruh menceritakan itu serial tentang apa secara detil, udah lupa banget!!! Itu film jaman masih kecil. Karena tontonan kesukaan kakak, jadinya sering ikutan nonton. Yang masih diingat, itu adalah cerita tentang kehidupan keluarga Ingalls dengan berbagai peristiwa yang menyentuh dan menginspirasi.Filmnya sarat pesan moral meskipun dikemas dengan begitu sederhana.

Seperti judul filmnya, seingatku mereka memang tinggal di sebuah rumah sangat sederhana di tengah padang rumput. Dengan anak-anak perempuan Ingalls yang rambutnya sering dikepang dan ayahnya yang berambut gondrong *sepertinya begitu*

Tiba-tiba pengen nonton lagiiiii....
Sekarang jarang banget serial seperti ini ditayangkan, atau memang gak ada ya?
Kalau versi Indonesianya, serial ini bisa disamakan dengan Keluarga Cemara. Tuh, kan ni serial aja juga sudah hilang dari peredaran :(



***the picture taken from google***

Empat Musim Cinta: tentang aku, kamu, dan rasa


Penulis: Adhitya Mulya, Andi F. Yahya, Hotma Juniarti, Andi Fauziah Yahya, Okke 'Sepatumerah', Rizki Pandu Permana, S.A.Z Al-Fansyour, Veronika Kusuma Wijayanti
Penerbit: Gagasmedia

___

Ketika bangun di pagi hari, aku memikirkan dirimu.
Ketika bersiap-siap tidur, aku memikirkanmu juga.
Dan di antara rentang waktu itu, aku memikirkan kita.

___

Sambil bersih-bersih debu di tempat ini, karena kelamaan dianggurin, kita bahas buku baru, yuk!!

Buku baru kali ini adalah sebuah buku kumpulan cerita berjudul Empat Musim Cinta, yang ditulis delapan penulis berbakat. Total ceritanya ada enam belas, yang itu berarti satu penulis menyumbang dua cerita. Secara fisik buku ini manis banget, warna pink! *not so me! I know* :D

Kenapa pilihan saya jatuh pada buku ini? Ya karena penulisnya. Tiga dari delapan penulis buku ini adalah penulis-penulis yang tulisannya pernah saya baca.
Adhitya Mulya yang pastinya terkenal sebagai penulis novel Jomblo. Bahkan novelnya yang berjudul Travelers' Tale pernah jadi teman setia saya waktu seminggu bedrest di rumah sakit :)
Okke 'Sepatumerah', yang merupakah salah satu penulis wanita favorit saya.
Sedangkan, Rizki Pandu Permana adalah salah satu dari penulis Negeri van Oranje.
Untuk penulis-penulis lain, tulisan mereka di buku ini adalah pengalaman pertama buat saya. Dan, hey! Saya suka tulisan mereka! :)

Semua tulisannya bercerita tentang cinta, dalam berbagai ragam. Kecuali satu ni. Cerita kedua berjudul "Scene 40 Yang Bermasalah Itu" punya Adhitya Mulya. Entah apa kaitannya dengan cinta-cintaan. Tokoh utamanya bikin horor yang baca, meskipun ceritanya kocak :(

Secara keseluruhan cerita-ceritanya semuanya keren. Dengan banyak ending nggak ketebak yang sepertinya sengaja dibuat masing-masing penulis. Ada empat tulisan kesukaan saya yang menurut saya punya ending manis dan 'kejutan', yaitu:
* Dia, Aku dan Kamu - Andi F. Yahya
* Jalan Takdir - Hotma Juniarti
* Uji Setia - Okke 'Sepatumerah'
* Sekeping Hati yang Tersisa - S.A.Z Al-Fansyour
Dan...cerita yang paling mengena buat saya adalah Pernah Jadi Aku? - Okke 'Sepatumerah'.

Bagi yang suka manis-manis, sepertinya buku ini cocok deh!

___

That's it! Gotta go! Mau benerin genteng yang bikin rumah jadi bocor :(

Oke :D

Maaf..Maaf..Baru hadir setelah sekian lama *gak boleh protes*

Karena...
(mengangkat bahu)

menanggapi permintaan banyak orang supaya saya menulis lagi *pede tingkat tinggi*
Oke saya menulis lagi...

Sebenarnya karena saya sibuk...
Sibuk dengan keponakan
Sibuk mengunjungi toko buku
Sibuk pelesiran
Sibuk nonton film
Sibuk tingkat tinggi deh :p
*sibuk yang aneh*

Ada banyak ide yang menumpuk, gak mau antri, makanya ruwet. Biarin aja mereka berantem dulu, nanti kita bahas satu-satu. Deal? Oke, saya mau liat banjir dulu :)

The Adventure oF BROMO



Alhamdulillah, libur lebaran kemarin dapat kesempatan reunian dengan beberapa teman kuliah. Lebih istimewa, karena kami ketemuannya di sebuah pernikahan salah satu sahabat yang ada di Probolinggo.
Nah, mumpung sudah di sana, dilanjutkanlah acara reunian ini di Gunung Bromo. Minus pasangan pengantin itu, pastinya :p

Perjalanan dimulai...
Sehabis Isya' kami memulai perjalanan dari Probolinggo ke Gunung Pananjakan. Perjalanan lumayan menegangkan karena hari sudah gelap, jalanan berkelok dan curam, dan juga jalan licin sehabis diguyur hujan. Beberapa kali kami hampir nyasar karena tidak jelasnya petunjuk jalan.

Jam 9 malam, kami sampai di penginapan. Kabut tebal plus udara dingin membuat kami cepat-cepat meringkuk di bawah selimut.
Sekitar jam 2 pagi, kami bersiap menuju puncak Gunung Pananjakan menggunakan jasa hardtop yang sudah kami sewa. Yeah, we're ready for sunrise!!

Dengan sopir yang lebih berpengalaman dan tau betul medan, ketegangan kami mulai mereda. Meskipun pada saat itu kami berangkat di pagi buta dan masih gelap gulita. Paginya, waktu kami melewati jalan yang sama saat turun ke Bromo, baru ngeh kalau kondisi jalannya sudah rusak dan banyak lubang di sana-sini. Belum lagi pinggir-pinggir jalan adalah tebing-tebing tinggi yang rawan longsor.



Selain upacara Kasada, Bromo juga terkenal akan keindahan matahari terbitnya. Jadi, gak heran kalau di pagi yang dingin menusuk tulang ini, para wisatawan lokal maupun bule lebih rela berduyun-duyun memenuhi lokasi melihat sunrise daripada tidur di bawah selimut tebal.

Matahari terbitnya bagus banget! Subhanallah...Langit yang tadinya penuh bintang perlahan terang dan berganti semburat kemerahan. Pemandangan yang tidak sedikitpun dilewatkan oleh ratusan wisatawan dengan kameranya.



Pemandangan yang lebih spektakuler di sekitar lokasi. Kabut yang tebal seolah-olah membuat kita serasa berada di negeri di atas awan. Belum lagi beberapa gunung yang ada di sekitar, termasuk Bromo dan Semeru yang menjulang tinggi. Indaaah!!

Jam 7.30an kami beranjak turun ke Gunung Bromo. Panoramanya sekali lagi bikin kagum.

Waktu berada di lautan pasirnya, dengan gunung-gunung yang mengitari, kami seakan dibawa ke dunia The Lord of The Rings. Dan kami terjebak di kerajaan Mordor. Bromo adalah gunung api yang dituju Frodo untuk melenyapkan cincin penguasa. Dan, puncak Gunung Pananjakan (tempat melihat sunrise) adalah tempat dimana mata Sauron mengawasi keberadaan cincin. Semoga saja Sauron tidak menyadari keberadaan kami :D

Di kaki Gunung Bromo, kuda-kuda sudah siap untuk ditunggangi sampai ke bawah anak tangga Bromo. Dari sana, kita harus menaiki tangga satu per satu menuju puncak untuk melihat kawah di bawahnya.

Selain wisata berkuda dan menaiki anak tangga, kita juga bisa menjelajahi lautan pasir dan berandai menjelma jadi Dian Sastro di "Pasir Berbisik" dengan sarung khas orang Tengger :p

Juga masih ada hamparan padang rumput atau savana yang kalau dilihat dari kejauhan mirip bukit Teletubbies.

Yay, mari berpelukan!!!

Tea for Two



Semua orang ingin hidup bahagia. Kadang-kadang kita sendiri yang mempersulit keadaan untuk menjadi bahagia.

Itu adalah salah satu quote yang muncul di novel Tea for Two milik Clara Ng. Yup, Clara Ng lagi :)
Di postingan sebelumnya saya pernah bilang sedang berburu novel-novel Clara Ng. Sedikit terlambat sih, karena novel Tea for Two ini adalah novel kesebelasnya yang muncul di tahun 2009 kemarin. Sejak pertama menemukan novel Clara Ng, jujur saya langsung jatuh hati dengan gaya penulisannya. Dia salah satu novelis yang menurut saya sangat keren dan karya-karyanya selalu menampilkan sosok perempuan yang sangat berbeda satu sama lain.

Hmm, back to Tea for Two..
Sebenarnya novel ini pengennya nanti-nanti dulu carinya. Masih pengen berburu novel Clara Ng yang lebih lama lagi. Tapi beuh, susah :( Sampai sekarang baru menemukan trilogi Indiana yang ketiga, Dimsum Terakhir sepertinya harus pesan online, dan Utukki Sayap Para Dewa keliatannya sudah hilang dari peredaran. Ya udah deh, Tea for Two dulu juga gpp :)

Tea for Two adalah sebuah perusahaan mak comblang yang dimiliki oleh tokoh utama dari novel ini, bernama Sassy. Hidup bahagia selama-lamanya adalah moto perusahaan Tea for Two. Tapi novel ini tidak akan bercerita banyak tentang perusahaan Tea for Two, tapi tentang kehidupan Sassy.
Hidup Sassy berubah drastis ketika bertemu dengan sosok Alan, laki-laki yang membuatnya jatuh cinta dan penuh dengan kejutan menyenangkan. Sosok laki-laki yang menurut dia sangat sempurna untuk menjadi pendamping hidupnya. Tak perlu waktu lama bagi Sassy untuk menerima kehadirannya dan berlanjut ke pernikahan, hanya 8 bulan.

Selama ini Sassy percaya bahwa pernikahan adalah jalan indah menuju kebahagiaan dan impian-impiannya. Tetapi tidak bagi pernikahan Sassy. Sosok ALan yang selama 8 bulan dikenalnya sudah sangat berubah ketika mereka menikah. Alan adalah orang yang tidak segan-segan melakukan kekerasan apabila Sassy dirasa melakukan hal yang salah di matanya. Kekerasan demi kekerasan dialami Sassy bahkan ketika dia sedang hamil. Tapi di saat itu pula jiwa Sassy menolak untuk memberontak, dan dia selalu percaya bahwa sosok Alan yang dulu akan kembali. Kehidupannya perlahan-lahan hancur. Pernikahan tidak seindah bayangan, dipaksa melepas perusahaannya, dan tidak diijinkan bertemu sahabat-sahabatnya.

Novel ini..jujur bikin emosi bacanya, apalagi kita seolah diajak untuk merasakan apa yang dirasakan Sassy dan juga perjuangan-perjuangannya.

Novel ini bikin yang belum nikah jadi takut nikah? Haha, gak juga sih. Tadinya saya pikir juga gitu :) Novel ini memang menyajikan sisi lain dari indahnya pernikahan yang sering terjadi dalam realita kehidupan, tapi juga memberikan banyak sekali pelajaran bagi seorang perempuan, khususnya.

Meskipun novelnya berkesan serius, gaya humor Clara Ng juga masih bisa ditemui. Setelah bingung dengan ending novel The (Un)reality Show, Tea for Two berhasil mengobati kekecewaan saya.

Novel ini highly recommended deh buat penggemar novel-novel Indonesia.
Happy reading!!!^^

Cerita Aja^^

Setelah kemarin dari kantor pos, saya jadi terpikir sesuatu.
Masih ada gak ya, yang berkirim surat untuk bertanya kabar atau kangen-kangenan?
Masih ada gak ya, yang berpetualang mencari sahabat pena?

Jadi inget jaman SMP, saya rajin sekali kirim-kiriman surat dengan seorang sahabat pena di Kalimantan. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Ada hape dan internet yang memperpendek jarak dan waktu.
Selain itu, pernah juga kirim ucapan selamat ulang tahun kepada teman lewat pos. Padahal teman itu adalah teman sekolah yang tiap hari ketemu dan rumahnya tidak terpisah puluhan kilometer :p

Sekarang, kebanyakan orang ke kantor pos dengan membawa barang untuk dipaketkan atau mengirimkan dokumen dalam amplop coklat besar. Sudah jarang tu ada yang ngirim surat dalam amplop kecil berwarna merah jambu. Hehe, sounds like love letter :p

Orang jaman dulu pasti sering terserang penyakit malarindu. Itu loh, penyakit karena sudah lama tidak bertemu dan mendengar kabar dari orang yang dinanti-nanti. Penyakit yang hanya bisa disembuhkan oleh manusia berseragam oranye (baca: Pak Pos) yang mengantar ramuan mujarab berupa berlembar-lembar cerita yang ditunggu-tunggu.

Romantis ya? Ada perasaan berdebar-debar, harap-harap cemas, dan rasa penasaran :)
Ada unsur kejutan di sana. Jadi terpikir buat mengirim kartu lebaran buat seseorang :p

Belajar Bangkit dari Nick Vujicic



Mungkin teman pernah tau sosok di atas. Gak sengaja kemarin dapet kiriman video tentang kegiatan Nick Vujicic ini dari seorang teman. Dan sosok yang satu ini sukses membuat saya nangis haru bercampur malu :(
Sebenarnya saya sudah pernah baca kisah hidupnya setahunan yang lalu, tapi lagi mood nulisnya sekarang :)


Nick adalah seseorang yang lahir tanpa tangan dan kaki. Tak ada keterangan medis yang bisa menjelaskan tentang kondisinya ini. Dengan kondisi seperti itu Nick mengalami banyak sekali tekanan sejak kecil. Ia telah mencoba bunuh diri sebanyak 4 kali ketika usianya masih 8 tahun.
Akan tetapi hal ini tidak membuatnya terus-terusan merasa inferior, dia bangkit dan membagikan semangat positifnya ke seluruh dunia. Ia telah mengunjungi banyak negara untuk berbagi harapan dan menginspirasi setiap orang yang ia temui.
Dalam salah satu video diperlihatkan Nick menjatuhkan diri dan telungkup. Lalu ia bangkit dengan susah payah. Kemudian Nick berkata bahwa dalam hidup ada kalanya kita jatuh dan tidak mempunyai semangat untuk bangkit kembali. Jika kita tidak berdiri, adakah orang lain yang akan berdiri untuk kita? Jawabannya tidak! Kita terus berdiri dan terus berdiri.
Apapun yang terjadi, hidup akan terus berlanjut. Masalahnya apakah kita akan menjalaninya dengan menjadi kuat? Atau kita akan menjalani hidup dalam keterpurukan karena tidak mau bangkit?

Nick mensyukuri hidupnya. Meskipun awalnya sulit, tetapi ia mampu bangkit, mempunyai pengharapan, dan menjadi bermanfaat bagi orang lain.

Pengingat untuk diri sendiri: Jangan pernah mengeluh!
Bagaimanapun keadaan kita, dengan segala kekurangan yang 'katanya' kita miliki, bukan berarti kita menjadi orang yang tidak berguna. Kita hanya perlu bangkit dan mengabaikan segala cemoohan di belakang kita dan menemukan diri kita memiliki hidup yang berarti dan bermanfaat bagi orang banyak :)

Kartu Merah Kaka'

Wew, emosi lagi labil :p :p

Semalem Brasil menang 3-1 lawan Pantai Gading. Saya senang!!
Tapi cuma sebentar. Kaka' dikartu merah dengan tidak adil oleh wasit yg menurut saya 'ajaib' itu :(
That's mean, Kaka' absen lawan Portugal. Errr, pertandingan yang menurut saya akan jadi seru dengan bertemunya Ronaldo dan Kaka'. Ya sudahlah, mau gimana lagi? :)

sudah ah, males nulis lagi -_-"

Demam Bola


World Cup 2010 is coming!!!
event empat taunan yang selalu dinanti-nantikan para penggemar sepakbola di seluruh dunia, termasuk saya :)
Maka dimulai pula kebiasaan empat taunan itu juga: begadang dan bangun pagi-pagi dalam keadaan setengah tidur. Hehe...

Sebenarnya taun ini, saya sudah tidak begitu terhipnotis dengan euforia Piala Dunia Afrika Selatan ini. Tidak semua pertandingan harus saya tonton. Apalagi kebanyakan tim-tim besar mainnya ditaruh paling akhir, yang kalau ditayangkan di Indonesia menjadi tengah malam. Duhhh, bisa-bisa jadi zombie tiap pagi :(

Khusus semalam saya mengijinkan diri saya begadang. Demi melihat pertandingan Korea Utara vs Brasil. Setengah tertidur di babak pertama (karena gak ada gol), lumayan tidak menyesal karena Brasil menang 2-1 :)
Saya penggemar berat Brasil (apa Kaka ya??? hmmm) dari jaman Piala Dunia Korea-Jepang dulu. Ya sudah, sedikit termaafkan kalau saya hari ini agak sedikit melamun :p

Kenapa ya, event-event besar seperti ini selalu diadakan sekitar bulan Juni-Juli? Ketika jaman sekolah dulu, bulan-bulan ini kita sedang serius-seriusnya belajar buat ujian.Selalu menjadi dilema, pilih nonton bola apa belajar :p
Paling ingat banget waktu Piala Dunia Korea-Jepang. Kebetulan karena lokasi negara kita dan Korea-Jepang masih se-Asia, jadwal pertandingannya pun menjadi sedikit bersahabat, di siang-sore hari. Tak ada begadang dan acara ketiduran di kelas pagi harinya :D
Tapi siklus belajar jadi terganggu. Pada saat itu saya selalu belajar sambil menonton pertandingan. Niatnya belajar sambil sesekali liat tivi. Tapi hasilnya, belajar bentar (sebelum pertandingan dan pada saat jeda). Sisanya 2x45 menit fokus liat tivi. Hehehe...

Ya sudah, sepertinya saya harus cuci muka dulu...-_-"

Jampi-Jampi Varaiya


Akhir-akhir ini sedang terobsesi mengoleksi novel-novel Clara Ng, salah satu novelis Indonesia yang menurut saya punya daya imajinasi yang super keren :p

Buku berjudul Jampi-Jampi Varaiya ini akhirnya saya beli setelah muter-muter gak jelas di Royal Plasa, Surabaya.

Jampi-Jampi Varaiya bercerita tentang keluarga penyihir Raya yang terdiri dari seorang ayah bernama Samudra Raya yang masih saja merasa sedih berkepanjangan setelah istrinya meninggal 10 tahun yang lalu. Tiga orang anak perempuan, yaitu Zea, Oryza, dan Solanum. Ditambah Xander, anak dari sahabat istri Samudra yang mati-matian dijodohkan dengan Oryza.
Selain itu masih ada karakter Pax, cowok yang naksir Oryza dan nekat berubah menjadi kucing agar bisa terus berdekatan dengan Oryza. Ada juga Aqua dan Strawberry, dua penyihir cewek yang naksir Xander.

Masalah dimulai ketika Oryza menggunakan rempah-rempah Varaiya yang dicuri Solanum dari neneknya Strawberry tanpa memperhatikan cara pemakaian. Oryza yang tidak berbakat dalam masak-memasak membuat rendang hilang dari pancinya. Masalah berlanjut ketika cangkir bisa bergerak dan menggigit tangan Xander. Ditambah lagi, Zea dan Solanum berubah menjadi abnormal.

Di sinilah Oryza, Xander, Pax, dan Samudra memulai petualangannya ke Pulau Varaiya untuk menemukan Tamerit, tanaman yang bisa menyembuhkan Zea dan Solanum. Pulau Varaiya adalah pulau yang berada di antara Jawa dan Sumatra yang tidak dapat terlihat di peta Indonesia karena merupakan pulau penyihir.

Baca novel ini dari awal sampai akhir, serasa membayangkan kisahnya yang berlokasi di luar negeri. Tapi, hey ini di Indonesia!! Mungkin karena kita telah terbiasa dengan dongeng-dongeng tentang sihir yang kebanyakan memang dari sono kali ya...
Novel ini seru, ada unsur komedi dan petualangan juga, yang menurut saya agak beda dengan novel-novel INdonesia lainnya.

Sayangnya masih bersambung, dan novel terbarunya belum rilis. Yah sudah, met penasaran endingnya *ngomong ke diri sendiri*
Lebih baik berburu novel Clara Ng yang lain :D

Anak Sekarang Cepet Gede, ya?

Wew, baru saja terpanah dengar anak playgroup yang cantik dan imut sekali itu nyanyi lagu C.I.N.T.A dengan suara kenceng dan semangat 45. Hafall! Meskipun dengan pronouncation anak-anak yang belepotan di mana-mana.

Geleng2 kepala plus senyum-senyum gak jelas diriku dibuatnya :D

Di sela-sela itu, dia juga sibuk ngoceh ke ibunya buat beliin mobil mercy biar dia bisa jalan-jalan melulu dan gak pake jasa angkot. Hayyyaa, terpanah combo deh saya :)
dan dia terus melanjutkan nyanyiannya yang super duper nyaring.
Untung anak kecil ya, coba gedean dikit bisa kena pelototin orang seangkot dia!

Gak sekali ini sih, merasa kaget dengan anak-anak kecil yang sekarang pemikirannya ajaib-ajaib itu. Hehe...
Kemarin malah gak sengaja denger obrolan anak-anak SD, kelas 4-5an deh kalo gak salah. Seumur segitu udah ada yang pacaran, bahkan kakaknya udah tau. Pembantunya tau juga. Yang gak tau cuma orang tuanya. Weleh-weleh, umur segitu pulang sekolah, saya malah sibuk mikirin abis ini pohon pisang yang mana lagi yang mau dibabat habis (mau main pasar-pasaran ceritanya).

Apa yang terjadi sih dengan masa kecil mereka?

Menjadi Penulis

Kemarin, saya mendapati pemberitahuan di fesbuk bahwa nama saya di-tag di dalam sebuah foto. wah foto apa? merasa akhir-akhir ini memang jarang action di depan kamera :D
Waktu dibuka terpampanglah gambar ini:

Ayo siapa yang men-tag saya??? HEhe...
Ini ternyata sebuah buku baru yang salah satu penulisnya adalah teman saya, mbak Miyosi :)

Ihhh, senangnya...
Itu komentar pertama yang muncul waktu liat cover buku ini. Akhirnya mimpimu jadi penulis tercapai, nak! *loh?*

Jadi ingat beberapa taun yang lalu, waktu kami berdua sibuk ikut pelatihan kepenulisan maupun bedah buku ke sana kemari. Hihi, masih ingatkah dirimu, Mio??
Kami berdua ingin jadi penulis. Sampai bela-belain pelatihan kepenulisan dua hari yang dihadiri Pipiet Sendja segala...

Beberapa taun berlalu, akhirnya temanku ini yang berani membayar lunas mimpinya. dan tercapai.

Saya?
Saya tadinya merasa berbakat menulis :) Kalau lagi mood, jadi deh tulisan berlembar-lembar. Tapi seiring berjalannya waktu, sudah tergeser dengan mimpi-mimpi yang lain. Eh, ternyata menulis memang mimpi yang tiba-tiba iseng muncul di kepala :D
Semakin ke sini, semakin lupa kalau saya dulu punya keinginan jadi penulis. Jadilah di sini, saya terdampar. Jadi penulis buku harian di blog ini. Hihihi...

Mimpi itu, has passion on it. Harus ada komitmen dan kerja keras untuk mencapai. Tidak cuma merasa ingin dan stuck di situ saja *wah, ngomongnya ke diri sendiri* Hehe...

Selamat buat mio. Akhirnya 'bayi'mu lahir juga ke dunia ini. Hehe, 'bayi' kedua kalau gak salah ya???
Semoga laris manis bak kacang goreng :) dan ditunggu karya tunggalnya. Hihi...

*menulis ini tanpa seijin orangnya* *kabur ah*

Jejak Malang Tempo Doeloe

Sudah hampir seminggu, Malang Tempo Doeloe atau MTD digelar. Maaf telat, karena beberapa hari ini tiba-tiba jadi pelupa. Hehhehe...
Berikut ceritanya...

Malang Tempo Doeloe kali ini kalau gak salah tahun kelima penyelenggaraannya. Setiap bulan Mei, sebagai penutup serangkaian acara peringatan HUT Kota Malang yang jatuh tiap tanggal 1 April.


Jalan Ijen yang luas dan indah itu, ditata sedemikian rupa supaya tercipta suasana Malang di jaman dulu kala.



Gak jauh beda sama pasar malem sih. Banyak stand-stand berjajar, menawarkan makanan-makanan khas tempoe doeloe seperti gulali, dan makanan merakyat lainnya :) Meskipun ada juga yang jualan siomay atau burger. Jaman dulu ada gitu yang jual makanan begitu? Hehehe...
Salah satu stand yang tak pernah melewatkan kesempatan ini adalah toko es krim yang melegenda di kota Malang: Toko Es Krim "Oen". Spot wajib buat poto-poto :p


Selain makanan, banyak juga yang memanfaatkan momen MTD buat jualan aneka batik, kerajinan-kerajinan, dan industri kreatif lainnya. Tak ketinggalan stand yang memamerkan kendaraan jaman dulu, filateli, dan mata uang jaman dulu.
Nih, misalnya...



Yang paling menarik dari Malang Tempo Doeloe, menurutku ya pengunjungnya *lho?*. Pengunjung yang menyesuaikan diri dengan tema MTD itu sendiri.



Yang paling atas itu, yang berkostum pejuang plus bawa sepeda onthel, sepertinya peserta wajib acara Malang Tempo Doeloe deh. Hampir setiap taun ketemu mereka :)

Di event itu juga disediakan panggung-panggung yang digunakan untuk pementasan kesenian rakyat, seperti wayang, dan acara musik lainnya. Selain itu, di pagi hari sampai menjelang sore, jalanan bisa dilewati dengan mengendarai sepeda onthel yang boleh dipinjam atau menyewa andong yang memang disediakan. Ada juga permainan rakyat yang diselenggarakan, supaya warga Malang tetap mengenal dan melestarikannya, seperti ini...

bingung itu main apa. Kalau diliat sih main kasti :p

Kalau hari sudah berganti malam, jalanan hanya diijinkan untuk pejalan kaki, yang semakin malam semakin penuh sesak. Dan terlihatlah seperti pasar malam...

Berkunjung ke Kantor Pos


*kalau baca judulnya, yg terbayang malah anak2 TK jalan bergandengan tangan masuk Kantor Pos sambil baris rapi :D*

Yup, setelah sekian lama berlalu akhirnya takdir mempertemukan saya kembali dengan kegiatan surat-menyurat.

Terakhir kali pas jaman SMA kelas 1 waktu masih senang nulis surat ke kedutaan negara-negara yang ada di Jakarta. Dan berharap dapat balasan berupa booklet wisata, buku sejarah, ataupun peta. Kangen masa-masa itu. Tiap dapet balesan, buku-bukunya langsung jadi rebutan buat dibaca-baca atau cuma mengagumi gambar-gambar bagus yang tercetak di sana.

Dulu, juga sering ikutan kuis-kuis di majalah. Dan pernah beruntung juga dapat souvenir cantik dari salah satu majalah karena menang kuis. Cuma sekali sih menangnya. Sisanya, malah sering dapet surat kalau menang mobil, uang jutaan rupiah, bla bla bla. Yang ternyata penipuan :)

Lebih jadul lagi, pas jaman SD. Hobi korespondensi dan mencari sahabat pena. Sampai sekarang, alhamdulillah masih tetap menjalin silaturahmi dengan sahabat pena yang tinggal di Kalimantan. Belum pernah bertemu sih...
Komunikasinya juga bukan lagi surat-menyurat pakai kertas, dimasukin, amplop, trus dicap perangko. Sekarang bisa praktis lewat email atau fesbuk. Masih disebut sahabat pena gak ya kalau gini? :)

Karena hobi surat menyurat itu juga, saya jadi pengkoleksi benda-benda pos. Mulai dari aneka macam kertas surat, kartu pos, dan perangko. Bahkan, bercita-cita jadi philatelist sejati *ngayal.com*

Saking seringnya ke kantor 'oranye' pos, petugas pos sampai hafal kalau saya datang hampir tiap minggu. Hehe...Pasti beliau sekarang merindukan saya :D :D

Setelah itu, gak pernah lagi ke kantor pos. Bertahun-tahun sudah. Mungkin karena sudah jarang dapat balasan surat lagi atau keberuntungan saya buat menang kuis sudah lenyap *cling*
Atau juga, memang karena teknologi sudah mempermudah segalanya. Sekarang ada email, fesbuk, twitter, dsb yang sangat membantu memperawet silaturahmi. Bahkan, jawaban-jawaban kuis juga bisa dikirim lewat email :)

Nah, kemarin akhirnya kembali ke kantor pos. Bukan yang di kotaku, tapi Kantor Pos Kota Malang, yang lumayan gede dan ramai itu.
Hal ini berawal dari coba-coba ikutan postcrossing. Aturannya, ngirim postcard ke seseorang di luar negeri dan kita juga nerima kiriman postcard dari seseorang di luar negeri. Belum tau sih, ini beneran apa gak, masih coba-coba. Tapi kalo liat akun orang yang udah join lama. Wuih, koleksi postcardnya bikin mata berbinar-binar *mauuu*

Eniwei, kembali ke kantor pos!

Pertama masuk. Merasa asing dan aneh. Tempatnya luas, ramai, dan banyak loketnya. Jadi bingung! Hehe...
Kebanyakan surat yang dikirim berupa amplop coklat yang besar itu atau bingkisan barang. Sepanjang pengamatanku sih, kebanyakan berupa surat lamaran kerja yang menumpuk di tiap loketnya *hasil pengamatan selama 2 jam di kantor pos*
Sisanya barang-barang yang dimasukin ke kotak dan dibungkus kertas coklat.
Oke, merasa aneh. Apakah saya satu-satunya yang mengirim benda sekecil ini? Sepertinya iyes. Hanya 4 lembar postcard. Pasti mbak-mbak petugasnya heran. Cuma benda sekecil itu ngirimnya ke Brasil, Rusia, Jerman, Amerika. Hehe, biarin. Mana, maen lempar aja ke keranjang :( *Mbak!! Awas ya kalau sampai gak dikirim!*
"Jangan jutek-jutek dong, Mbak! Gitu-gitu saya bayarnya pake uang!" *emosi jiwa* tapi dalam hati. Hehe..

Oh ya, di kantor pos segede itu kok koleksi poscardnya nggak banget ya? Cuma selembar kartu tipis, dengan gambar obyek wisata Bali ukuran kecil di pojok *yaeyalah seribu minta bagus*
Bersyukur, Gramedia menyelamatkanku. Hehe...
Begitu juga stand filateli yang ada di Malang Tempo Doeloe. Koleksi benda posnya bikin mata jelalatan *serbuu*

gambar diambil dari sini

Coming Soon: Malang Tempo Doeloe 2010





MALANG KEMBALI V 2010
Festival Tempo Doeloe

Diadakan mulai tanggal 20-23 Mei 2010 mulai pukul 08.00-24.00
Pembukaan acaranya adalah tanggal 20 Mei 2010 pukul 18.30
Bertempat di sepanjang Jalan Besar Ijen (1,5 km)
dengan Tema: Rekonstruksi Budaya Panji
Pra Event: Malang Topeng Carnaval

Mari berkunjung ke kota Malang!!

gambar dan info diambil di sini

Pesta Malang Sejuta Buku vs. Bima Sakti Cup

Bisa dibilang, bulan Mei adalah bulan berkunjung ke kota Malang.
Wah, minggu ini kota sejuk nan menyenangkan ini lumayan ramai dan banyak acara.
Minggu ini saja, ada dua acara yang merayu-rayuku buat datang ke sana.
Yang pertama, Pesta Malang Sejuta Buku 2010. Acara tahunan kota Malang yang selalu dinanti-nanti para pemburu buku *including me*. Sebenarnya kalau nyari buku diskonan sih tinggal beli aja di TogaMas, atau Gramedia yang kemarin kebetulan juga ada book sale. Tapi event seperti ini dengan suasana dan tempat berbelanja buku yang berbeda, bikin saya gak ingin melewatkannya.
Pesta Malang Sejuta Buku 2010 diadakan mulai tanggal 6-12 Mei 2010 dan bertempat di Aula Skodam V Brawijaya. Semakin menarik karena ada sekitar 200 penerbit nasional yang ikut serta, dan juga diskonan yang mencapai 87%. Wohoo, berangkatttt

Event kedua yang tidak akan pernah saya sia-siakan adalah nonton Bima Sakti Cup. Sebuah turnamen bola basket yang diselenggarakan mulai tanggal 10-16 Mei 2010 di GOR Bima Sakti Malang. Kenapa tidak disia-siakan? Karena 9 tim bola basket Indonesia Basketball League (IBL) dipastikan hadir. Pasti seru...pasti seru..
Dari SMP saya penggemar berat olahraga basket, meskipun ternyata saya harus kecewa karena saya tidak berbakat di olahraga ini :(
Hari ini mau nonton, setelah berhasil membujuk seorang teman untuk menemani. Hehe..Doakan saya tidak nyasar kali ini :p

Eh, sebenarnya ada satu event lagi sih. Tapi saya lebih milih duduk manis di depan tivi daripada berdesak-desakan di depan MOG (Mall Olympic Garden) buat nonton Inbox SCTV :D :D
atau kalau suka acara olahraga sepakbola, Malang juga jadi salah satu tempat diadakannya Piala Indonesia. Hehe, tapi saya juga lebih suka nonton di tivi.

Event yang paling ditunggu-tunggu seluruh warga Malang adalah Festival Malang Tempo Doeloe (MTD). Event yang jadi puncak serangkaian acara peringatan ulang tahun kota Malang ini, denger2 diadakan mulai tanggal 20-23 Mei yang mengambil tempat di sepanjang Jalan Ijen. Seperti taun-taun sebelumnya, Jalan Ijen akan disulap menjadi kawasan yang bernuansa Malang jaman dahulu. Ada pasar rakyat, berbagai seni pertunjukan, permainan-permainan tradisional, kendaraan jaman dulu, dan juga aneka kuliner kota Malang. Bagi yang merasa dirinya narsis, jangan lupa datang ke Malang Tempo Doeloe dengan berbusana jaman dulu dan foto-foto di spot-spot menarik. Hehe...

Nantikan laporan saya ya...

"Nyasar" is mY miDDle Name -_-

Iya saya tau, itu aib.
Mau bagaimana lagi? Saya sudah berkedip berkali-kali dan mencubit lengan saya. Benar! Ini bukan mimpi, kenyataannya saya seringkali tersesat.
Sebenarnya bukan masalah disorientasi atau buta jalan. Tenang, saya mudah sekali menghafal jalanan yang pernah saya lalui. Meskipun kadang-kadang juga tidak^^
Saya hobi berpetualang alias jalan-jalan. Sendirian. Dan karena saya tidak bisa naik sepeda motor, moda transportasi umum adalah satu-satunya andalan saya. Kalau nggak gitu ya mengandalkan diri sendiri, alias jalan kaki :)
Masalahnya, saya malas sekali bertanya dan mengandalkan insting, yang pada akhirnya berujung pada makian terhadap diri sendiri. Saya nyasar!!

Selama tinggal di kota Malang, entah udah berapa kali nyasar. Padahal angkot di kota Malang tergolong mudah dengan trayek-trayek yang tertulis jelas. Asalkan kita mau buka mulut sedikit saja, untuk tanya tujuan, pasti kita sampai dengan selamat di tujuan.
-->note: orang-orang Malang adalah orang-orang paling ramah yang pernah kutemui @.@

Kejadian terakhir terjadi kemarin, sehabis saya 'berkeliaran' di toko buku TogaMas. Dengan pede saya masuk angkot rute GML dan duduk di bangku paling belakang.
Kepedean saya lenyap seketika ketika di belakang angkot yang saya tumpangi, angkot rute JDM sedang ngetem. Hmm, sepertinya ada yang salah, GML apa JDM ya..?
Tapi ternyata sodara-sodara, harga diri saya jauh lebih tinggi daripada kecemasan kalau nanti saya nyasar beneran. Saya tetap duduk sambil membayangkan kalau saya tiba-tiba keluar dari angkot itu dan masuk angkot di belakangnya dengan sorot mata heran penumpang lain yang memperhatikan saya. Malunya itu...Nyali saya ciut. Biar deh nyasar dikit, daripada malu. Hehe...
Angkot mulai masuk daerah Tidar dan saya mulai menebak-nebak, dimana ini? Kok pernah tau nama Tidar ya? Belakangan baru nyadar ada radio di Malang yang bernama Tidar Sakti. Wohoho...
Saya turun, entah dimana, dan sukses bingung. Satu-satunya angkot selain rute GML adalah angkot dengan rute lain yang tidak saya tau. Nooo...saya sudah terlalu lapar untuk nyasar yang kedua kalinya. Jalan kaki saja :(
Singkat cerita, sampai di Jalan Galunggung (kalo gak salah), nungguin angkot JDM yang super duper lama dengan bungkusan siomay di tangan *loh?*
Menganut prinsipnya TheNakedTraveler - it's not the destination, but the journey - selalu menikmati saat dimanapun, bahkan saat nyasar *ngawur*. Saya menemukan warung siomay yang lumayan rame, rame banget malah. Siomay terenak yang ada di kota Malang, atau karena saya makan dalam kondisi lapar berat :)

Bukan sekali itu saja. Saya pernah ke Sawojajar tapi kebablasan ke CemoroKandang (apa KedungKandang ya? Lupa :p).
Bulan lalu saya pergi ke daerah Sigura-gura, mencari satu alamat. Karena tidak ketemu-ketemu, saya tidak juga turun dari angkot. Akhirnya saya bingung mau turun dimana. Jalanan sudah menyempit dan berkelok-kelok, bahkan masuk ke pedesaan. Mau turun dimana? Sepi dan angkot juga jarang banget yang lewat. Terdamparlah saya di perumahan Bukit Cemara Tujuh yang nun jauh di sana sambil nunggu angkot yang kembali ke tujuan semula :D

Dodolll, ini namanya malu bertanya tersesat dimana-mana.

Pernah juga nyasar waktu mau liat basket di GOR Bimasakti. Saya ingat betul GOR itu berdekatan dengan rumah sakit tapi lupa di sebelah mana. La kok, bapak sopir angkot yang baik dan budiman menurunkan kami (saya dan teman) di pertigaan yang masih jauh dengan tujuan. Huhu, padahal kami sudah bertanya T_T

Kejadian paling dodol waktu di Lembang, sekian taun yang lalu. Agak lupa nama-nama tempatnya. Saya dan beberapa teman menyempatkan diri jalan-jalan di Bandung. Menjelang sore balik naik angkot ke penginapan. Kami baru sadar kalau nyasar pas di kanan kiri daerahnya gak pernah tau. Makin ke atas makin panik karena sadar kita benar-benar kesasar. Huhu, di kiri kanan yang kami lihat banyak pohon cemara *lagu?* maksudnya perkebunan-perkebunan gitu. Gak tau dimana itu...
JengJeng, kepanikan melanda. We were in the middle of nowhere.
Saking paniknya, gak peduli malu, kita numpang mobil pick up buat balik ke penginapan.
Yah, tak apalah untuk sementara kami menggantikan posisi sapi-sapi dan kambing-kambing yang manis itu, demi mencapai tujuan *sigh*

Heart Block: Biarkan cinta menemukanmu


saya bukan penggemar novel, kebetulan aja nyomot buku ini dari berderet-deret buku yang dipajang di Gramedia *halah, bo'ong*
Sebenarnya bukan kebetulan :p
Berawal dari baca Jomblo-nya Adhitya Mulya, keterusan Gege Mencari Cinta, lanjut Travelers' Tale yang ditulis keroyokan oleh Adhitya Mulya,Alaya Setya, Iman Hidayat, dan Ninit Yunita.Abis itu sempet baca Kamar Cewek yang ditulis Ninit Yunita dan Okke 'sepatumerah'. Dan akhirnya, bertemu ketiga kalinya dengan karya Okke 'sepatumerah' ini, setelah Kamar Cewek dan Indonesian Idle^^
*ngaku deh* lumayan suka baca novel, tapi jangan yang bertele-tele dan mengumbar kata-kata puitis. Dijamin dilirik pun tidak :p

Nahhhh...
Dalam novel Heart Block ini Okke bercerita tentang seorang penulis muda yang sedang naik daun bernama Senja Hadiningrat *ehh, tapi yang keinget malah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia* :D. Senja diceritakan sedang mengalami writer's block atau simpelnya gak ada ide dan mood buat nulis. Apalagi sejak novel perdananya Omnibus yang menuai banyak pujian dan penghargaan, tidak ada satupun karyanya setelah itu yang bisa mengimbangi. Banyak kritikan menjatuhkan yang semakin membuat Senja tertekan. Ditambah, kakak tirinya, Tasya, yang sok ngatur jadwal kegiatan Senja.
Sampai pada titik kejenuhan dan tekanan dari Tasya, Senja memutuskan untuk 'menyepi'ke Bali. Dalam perjalanan berlibur ke Bali, Senja bertemu Genta, seorang pelukis. Seperti yang bisa diduga, akan ada 'sesuatu' di antara mereka. Meskipun ending ceritanya agak bikin kecewa penyuka cerita 'and they happily ever after' sepertiku :p
Dari sosok Genta, Senja mendapatkan kembali passion menulisnya dan berhasil menyelesaikan proyek menulis 40 harinya.

Novel yang menarik untuk dibaca, terlebih buat yang ingin jadi penulis :)
Gak berlebihan, gak banyak kata-kata yang 'aneh-aneh' *apa sih??* yang biasanya susah dimengerti (buatku).

Memaknai Hari

Bismillah...
kelamaan gak nulis, jadi agak gimanaaa gitu :p

Tiga hari belakangan ini (termasuk hari ini) ada tiga hal yang diperingati, yaitu: tanggal 21 April Hari Kartini, 22 April Hari Bumi (plus ultahnya Kaka :D), dan hari ini 23 April sebagai Hari Buku.
Hmmm, sibuk banget ya!
dan selama tiga hari ini pula banyak tema-tema yang bermunculan dari ketiga hal ini.
Emansipasi-lah, selamatkan bumi-lah, atau ayo membaca. Hehe, temanya ku ngarang sendiri :p


Tiba-tiba banjir kata-kata emansipasi dimana-mana, save our earth, atau go read! --> ngarang lagi yang terakhir :p
Wedew, kemana aja hari-hari sebelumnya? Kenapa di hari itu kita harus menggembar-gemborkan kata-kata seperti itu hanya di hari itu *bingung*

Di hari itu malah identik dengan perayaannya saja, bukan bukti nyatanya. Misalnya aja nih, pas peringatan Kartinian kemarin, para wanita pada sibuk nyalon pagi2 cuma karena tempat kerjanya menginginkan mereka berpakaian ala kartini plus make up-nya. Hehe...
Lucu aja liat mereka bukannya kerja, malah mirip mau ikutan karnaval.

Moga aja semangat Kartini bagi para wanita Indonesia, semangat menyelamatkan bumi bagi para penghuni bumi, dan semangat membaca para pencinta buku, tidak hanya berhenti pada peringatannya saja.
Mari menjadi lebih baik setiap harinya...

MengeNal KolesterOl

Mau nulis tentang kolesterol,,permisi :)
Ketika seseorang mendekati usia 40-50an, kenapa ya topik kolesterol selalu menjadi inti pembicaraan mereka??
Kemarin abah mengeluh pusing, ternyata belakangan ketauan makan alpukat terlalu banyak, atau diam-diam ikut pesta durian di sekitar rumah. Huh, sering bikin esmosi tinggi nih, Abah gak bisa dibilangin kalo makan ini itu harus dengan porsi yang selayaknya, gak boleh berlebihan kalau gak mau bermasalah dengan kolesterolnya :(

Kapan hari bulekku check up ke dokter karena mengeluh pusing lagi, ternyata kebanyakan makanan yang berlemak.
Sejahat apa sih kolesterol itu???

Dari penelusuranku...(hiyaaa :p)
Menurut buku Kesehatan Keluarga, yang kebetulan tertengger di lemari bukuku:p, kolesterol adalah suatu bahan berlemak yang terjadi secara alamiah di tubuh manusia yang diperlukan beberapa jenis hormon yang penting. Tapi kalau kadar kolesterol dalam darah meningkat, kolesterol ini akan menumpuk di dinding arteri. Dan lama kelamaan akan menghambat aliran darah dalam arteri sehingga menyebabkan serangan jantung dan pendarahan otak. *ngerinya...*

Nah, sebenarnya kesehatan kita itu tercermin dari apa yang kita makan. Sebenarnya kadar kolesterol itu sendiri bisa dipenuhi secara normal oleh produksi dalam tubuh sendiri, tapi bisa meningkat tergantung pada apa yang kita makan.
Sumber utama kolesterol dari yang kita makan, biasanya adalah lemak binatang dan telur.

Ada dua jenis kolestorol. Yang pertama, disebut LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang dikenal dengan sebutan "kolesterol jahat". Kenapa begitu? Karena LDL mengandung lebih banyak lemak dan dianggap merupakan komponen yang bertanggung jawab terhadap penumpukan kolesterol di dinding arteri. Yang kedua, disebut HDL (High Density Lipoprotein) atau dikenal dengan "kolesterol baik". Kenapa? Karena HDL dianggap sebagai pembersih kolesterol dari dinding arteri dan membawa kembali ke hati dimana kolesterol akan dipecah dan dikeluarkan.

Yang berikut ini, adalah saran-saran yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan HDL dan menurunkan LDL:
Makan makanan yang seimbang. Dengan cara mengurangi makanan lemak binatang dan menggantinya dengan minyak sayur sebanyak mungkin, mengurangi sebanyak-banyaknya lemak daging, mengurangi makanan yang digorang dan menggantinya dengan makanan yang dipanggang atau direbus, dan kurangi makan telur berlebihan.
Berhenti merokok! Nah lo, emang apa untungnya sih merokok???
Menjaga berat badan. Sesuaikan berat badan dengan umur dan tinggi badan.
Olahraga secara rutin. *hihi, olahraga yang nulis cuma nyuci+nyapu*

Kalau sudah terlanjur, secara rutin harus minum obat dan periksa ke dokter untuk terus memastikan bahwa penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kolesterol ini dapat terkendali dengan baik.

Demikian penjelasan dari saya :p
*widihhh, panjangnya dan seriusnya tulisan saya kali ini :p*

SusaHnya Jadi DokTer

Akhir-akhir ini terlibat perbincangan serius dengan salah satu bulekku (adeknya ibu), karena adek sepupuku yang kelas 2 SMA ngebet banget pengen masuk Kedokteran. Saking pengennya, dia beberapa hari ini browsing di internet, cari-cari info biaya kuliah di fakultas bergengsi itu.

Kaget berat, Kedokteran sekarang mahal banget ya???
Beda dengan 10 tahun lalu, pas abah-ibu biayai kuliah kakakku dari masuk sampai lulus. Biayanya gak sampai ratusan juta, bahkan masih kalah dengan biaya awal masuk Kedokteran saat ini.

Spontan aja bulekku bilang, "Sawah siapa yang mau dijual, Le?"
Hehe, gak sanggup mikirnya.

Ternyata buwat jadi dokter, pintar aja gak cukup :(
Karena itu, penasaran nih kenapa kuliah sekarang super duper mahal?? Tell me why...
Apalagi aku gak luput dari sasaran pertanyaannya tentang kiat-kiat masuk dokter.
*Nah lo, mbakmu ini bukan dokter, Dek!!*
Mungkin dipikirnya aku pernah 'dipaksa' masuk fakultas Kedokteran kali ya? Meskipun pada akhirnya takdir berkata lain :)))

Selain mahal, jadi dokter itu katanya susah.
Iya lah, menurutku juga gitu :p
Tapi ternyata bukan hanya susah ilmu-ilmu yang harus dipelajari, ternyata proses untuk benar-benar jadi dokter itu (praktek resminya) yang ampun ribetnya.
Dari beberapa cerita (salah satunya yaitu kakakku), masa-masa setelah lulus dan mendapat gelar dokter adalah awal mula perjalanan baru yang sarat emosi. Mereka harus menjalani serangkaian hal yang lumayan panjang. Di antaranya PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang kadang-kadang bertempat di daerah terpencil dan memakan waktu berbulan-bulan bahkan mungkin tahunan, mengikuti uji kompetensi, melakukan pendaftaran sebagai dokter, belum lagi ijin praktik yang katanya cukup memakan waktu.

Weiii, ribet amat yah?

Coba bayangkan deh dengan lulusan S1 lainnya, yang begitu lulus bisa langsung cari kerja. Sudah susah, lama lagi. Hehe...Kadang-kadang ku bilang ke kakakku, "tua di sekolah!" :)))

Nah lo, buwat anak kecil kalo ditanya, "Kalau gedhe, mau jadi apa?", mikir-mikir lagi deh kalau mau kasih jawaban: "Dokter!"
Sudah siap secara materi dan mentalkah, Anda???

PerAn Ibu Tiri

Kalau kita ingat cerita khayalan semisal Cinderella, Sleeping Beauty, atau Bawang Merah Bawang Putih sekalipun, karakter ibu tiri selalu digambarkan sebagai sosok ibu yang jahat dan kejam kepada anak tirinya.
Bahkan, banyak cerita-cerita saat ini di tivi (sinetron maksudnya!! :p), yg menggunakan cerita anak-ibu tiri yang jadi inti alurnya.

Naaahhh, kenapa aku jadi bahas ibu tiri ini??
Karena beberapa hari kemarin dapat kesempatan buwat bertemu sesosok ibu tiri yang cocok banget dengan karakter di atas :p

Ceritanya...
Dapat undangan makan malam bareng keluarga seorang sahabat. Bukan aku aja sih yang diundang, plus teman-teman yang lain.
Nah, sahabatku ini punya ibu tiri bonus dua saudara tiri :)
Sebelumnya udah pernah denger curhatan-curhatan sahabatku tentang ibu tirinya yang kurang welcome gitu (sepertinya kebalik deh :p). Sampai dia kasih julukan yang sedikit kejam buwat ibu tirinya. Julukannya gak usah dikasih tau di sini kali ya...?

Akhirnya curhatan sahabatku terbukti dengan sendirinya. Dari awal kami berada di dalam mobil bersama mereka sampai acara makan-makan, kita sukses dicuekin plus dipandangi dengan wajah super juteknya.

Hehe, bukan maksud ngrasani, tapi jujur pengen ketawa dalam hati. Ada orang dengan karakter sekuat ini buwat peran ibu tiri, kok sinetron-sinetron di tivi malah pilih pemain yang maennya setengah-setengah^^

Libur Tlah Tiba :)

Yah, tepat mulai besok liburan sekolah dimulai. Tapi ternyata banyak yang nyuri start liburan hari ini. Hal ini dibuktikan dengan penuh sesaknya kereta ekonomi Penataran jurusan Surabaya-Kertosono pagi ini. Dengan menjengkelkannya membuatku berdiri sepanjang perjalanan Bangil-Malang :(
Adik sepupuku malah semalam berangkat ke Bali bersama keluarganya. Hikshiks, aku ditinggal T_T

Kemanakah kalian berlibur???
KAlo liburan gini, pasti tempat wisatalah yang jadi tujuan utama. Tapi jujur di saat inilah, keinginanku untuk liburan ke tempat-tempat wisata mendadak buyar. Pasti ramai, penuh sesak, dan tidak leluasa. Jadi inget terakhir liburan ke Wisata Bahari Lamongan sebelum puasa kemarin, antri di mana-mana. Tiap wahana, antriannya mengular, bikin aku akhirnya duduk-duduk sambil liat pengunjung yang asyik nyanyi-nyanyi gak jelas :)

Kalau tempat wisata di sekitar daerah Pasuruan, ada satu yang terkenal, yaitu Taman Safari II di daerah Prigen, Pandaan. Berada di dataran tinggi yang udaranya cukup sejuk dan melihat kehidupan alam liar yang disuguhkan tempat wisata ini. Arena bermainnya juga cukup lengkap ditambah dengan beberapa atraksi sirkus. Sipp lah buat liburan bersama keluarga.

Ada juga Pemandian Alam Banyu Biru, di daerah Winongan, Pasuruan. Katanya orang dulu sih, siapa yang mandi di pemandian Banyu Biru bisa tetap awet muda. Hehe..bisa-bisa aja promosinya :)Selain pemandian itu sendiri, sekarang juga mulai ditambah area bermain, lapangan tenis, dan kolam pemancingan. Hmmm, udah lama gak ke sana.

Nulis gini jadi inget tempat wisata yang lain. Ada Kebun Raya Purwodadi, Taman Dayu, dan the legend is Gunung Bromonya....

Nah, bagi siapa saja yang ingin berwisata ke Pasuruan, monggo :)
Jangan lupa mampir ke Bangil buwat menikmati kuliner khasnya: Nasi Punel.

Happy Holiday :))))

SeteLah BanjiR itu...


Bangil dengan segala kekacauannya.Minggu pagi jalanan macet dimana-mana. Banyak yang memadati daerah-daerah bekas banjir untuk sekedar melihat-lihat jejak yang ditinggalkan banjir atau ikutan numpang masuk tivi:)
Yup, Bangil jadi eksis dan masuk tivi gara-gara banjir yang paling parah untuk sekian taun ini.

Ternyata, sebab musababnya adalah jebolnya tanggul di daerah Pandaan yang mengakibatkan meluapnya air di sepanjang sungai di Bangil. Dua jembatan utama di desaku hilang dengan suksesnya, sehingga makin macet jalanan di depan rumahku karena itu satu-satunya jalan penghubung ke Bangil.

Kalau hari ini menyempatkan diri ke daerah-daerah bekas banjir, maka kita akan melihat lumpur masih sangat tebal, rumah warga masih berantakan dengan berbagai perkakas di tumpuk dimana-mana dan dalam keadaan kotor. Sementara di daerah langganan banjir, genangan air masih setinggi lutut.

Jadi inget jaman masih SMA dulu. Kebetulan lokasinya dekat dengan daerah langganan banjir. Kalau musim penghujan begini, dan di sana banjir, teman sekolahku banyak yang bolos dengan alasan kebanjiran. Kalau yang rajin, biasanya berangkat sekolah dengan menenteng sepatu atau mandi di rumah teman yang tidak terkena banjir. Dan gara-gara banjir kemarin, sekolah SMAku mendadak jadi kolam air setinggi lutut :)

Banjir kemarin, mengakibatkan banyak rumah rusak berat dan dengar-dengar ada korban meninggal karena terseret arus. Temanku bahkan rela tidur di karpet bersama keluarganya karena kasurnya masih belum kering, dan tidak beruntungnya kemarin kembali hujan.

Semoga semuanya kembali membaik ^^

BanJiiiiiir

Nulis ini, di bawah cahaya lilin, dengan opera mini lewat hape yang terancam terputus karena baterai yang terbatas. (hehe, apa sich? ^^)

Mati lampu! Kembali ke kehidupan primitif, dengan hujan yang masih turun dengan cukup derasnya.

Kaki jadi mati rasa, habis keliling desaku yang terendam banjir. Alhamdulillah rumahku aman, karena kebetulan di daratan yang lebih tinggi.

Pfiuhh, banjir! Gak nyangka kejadian di desaku. Cukup tercengang liat rumah-rumah di pinggir sungai tenggelam hingga leher orang dewasa. Malah, katanya di desa sebelah utara, yang keliatan cuma atapnya.

Dan parahnya, akses ke kota tertutup. *kota Bangil maksudnya*
Jembatan penghubung ke desa sebelah sudah gak keliatan karena air sungai yang meluap. Jalan utama pun terganggu karena desa sebelah juga terendam banjir sampai atap rumah.
Arus kendaraan terganggu, bahkan kereta api gak bisa jalan karena jalurnya ikutan terendam.

Hyahh, ini parah!
Jadi de javu sama kejadian 7 taun lalu, malah gak separah ini di desaku.
Semoga gak ada korban jiwa, dan semuanya diberi keselamatan...

BaCa laGi: MetaMorphosis


Buku ini akhirnya keluar lagi dari lemari bukuku. Penyebabnya, buku yang saat ini kubaca ketinggalan di rumah tante.
*pelupanya ketularan Mbak Meta ini* hihi...

Buku berjudul MetaMorphosis ini adalah kumpulan kisah yang pernah dialami seorang Meta Hanindita, si penulis, yang merupakan seorang dokter (waktu itu masih calon dokter *kalo gak salah^^*), yang ditulisnya dalam sebuah blog yang beralamat di www.metahanindita.blogspot.com.

Gaya bahasanya yang ceria dan memang Mbak Meta banget. Mungkin karena sebelumnya sudah sangat familiar dengan suara Mbak Meta yang biasanya siaran di salah satu radio di Surabaya, baca buku ini serasa Mbak Meta sendiri yang ngomong di depanku. Apalagi sekarang ditambah sering muncul di tivi, hihihi malah terbayang mimik muka Mbak Meta segala :p

Kalo menurutku, buku ini adalah apa adanya Mbak Meta. Mbak Meta yang pelupa *akut*, gak bisa bedakan kiri dan kanan, dan kelucuan lainnya. Gak cuma yang agak-agak aneh itu aja sih :p, kita juga bisa kenal Mbak Meta yang selalu menghargai waktu, pemaaf, dan yang selalu mengambil sisi positif dari setiap kejadian yang dialami.

Mbak Meta juga berbagi pengalaman waktu mengunjungi beberapa negara di Eropa (sendirian), sampai akhirnya internship di Denmark.
Serunya, kita juga bisa belajar beberapa istilah kedokteran, yang memang bidangnya Mbak Meta, tanpa perlu khawatir terlalu berat. Plus tau pengalaman gimana rasanya jadi calon dokter.

Bagian favoritku adalah saat Mbak Meta berimajinasi menulis surat kepada dirinya sendiri yang masih SMA. Sukses buat aku ngomong ke diri sendiri, "iya ya. Bener banget."

Habis baca buku ini, serasa menemukan seorang sahabat baru yang luar biasa baiknya^^

Ngalor Ngidul

Update pertama di 2010! *horray*
tapi bingung mau nulis apaan???
Happy new year, teman! Moga slalu jadi taun yang lebih baik.

Malam taun baruanku sukses tertidur lelap jam 9 malam at the end of 2009 dan bangun di subuh yang dingin di awal 2010 :D
tanpa buat resolusi, teman! Ritual tahunanku sukses digagalkan kantuk yang nggak bisa ditahan. Hehe...
Mungkin karena doa sebelumnya jelek kali ya, mendoakan malam taun baru hujan deras, makanya rencanaku juga gagal :p

Tahun 2009 menjadi taun yang tidak pernah terlupakan, karena kehilangan seorang kakak yang selalu memberi cinta tanpa pamrih. Dan untuk pertama kalinya di tanggal 2 Januari 2010, tak ada lagi ucapan selamat ulang taun yang bisa kuberikan padanya.
Yaa, mengikhlaskan kepergiannya itu harus. Karena sekarang tak ada lagi rasa sakit yang harus dirasakannya. *hiks, slalu pengen nangis kalo ingat*

na..na..na..ganti topik!
Awal taun 2010, akhirnya komputer tercinta kembali ke performa semula, lancar jaya!! Alhamdulillah...
Selain itu aku mendadak jadi ibu dari 2 anak kucing yang barusan lahir di rumah. Hehe...
Sebenarnya di rumah gak pelihara kucing, tapi berhubung pekarangan rumahku adalah tempat yang paling nyaman untuk hewan-hewan tak bertuan itu, berkeliaranlah mereka di sana. *halah*
Saking lucunya dan ingat keponakan tercinta yang pecinta berat binatang ini, akhirnya mereka dibiarkan serasa di rumah sendiri. Tiduranlah mereka di kursi teras rumah, berjemur sinar matahari pagi di atas keset, dan bermain-main di teras. Asal gak bikin kerusuhan aja, bisa-bisa jurus sapu terbang ibuku langsung keluar. Hehe...
Akhir-akhir ini jadi pemerhati kucing, lucu aja liat tingkah laku mereka^^
Sekarang tinggal nunggu kedatangan keponakanku dan liat kehebohannya waktu ketemu dua makhluk mungil itu.

Nah, loh bener kan jadi kemana-mana ceritanya :p
Once again, happy new year, waktunya menatap masa depan yang lebih baik.

Mari berjuang, teman^^