Guru, PenDiDik taNpa TandA jASa...

Terkejut, pagi2 liat status teman2 di fesbuk yang nulis Selamat Hari Guru. Iyakah?
Akhirnya ikut-ikutan juga nulis status Selamat Hari Guru buat para guru-guruku dan teman sekolahku yang ternyata banyak yang jadi guru :D

Guru, tanpa tanda jasa. Begitulah ungkapan yang sering kita dengar. Sampai-sampai karena tanpa tanda jasa itu, kita (baca: aku) seringkali lupa akan jasa-jasa mereka. Maaf para guru dan thanks God, hari ini ada yang mengingatkan...

Para guru, akan tetap menjadi seorang guru, ketika kita sendiri (anak didiknya) bergerak mencapai impian masing-masing. Hampir semua profesi ataupun jabatan yang ada, dicapai seseorang melewati tahap menjadi seorang murid. Dengan ketidaktahuan, kebebalan, bahkan kenakalan kita menerima ilmu pengetahuan yang mereka berikan. Hingga sampai pada tahap dimana kita menjadi pintar dan murid yang berhasil.

Waktu lebaran kemarin, guru SMPku pernah menasehati kami untuk mengunjungi guru SD, bahkan guru TK kami dulu.
Karena mereka adalah orang-orang yang paling berjasa membangun pondasi ilmu pengetahuan kita selanjutnya. Mengajarkan kita membaca, menulis, dan berhitung. Bahkan membantu kita berinteraksi dengan orang lain.

Haduh, jadi feeling guilty karena kadang-kadang masih gak mau menyapa atau pura-pura tidak melihat waktu aku bertemu guru SD atau TKku di jalan. Kadang karena alasan lupa namanya >.<
Apalagi waktu kemarin ngobrol sama guru SMPku, ternyata para guru tu seringkali tau kalau muridnya pura-pura gak melihat.

Hmm, happy teacher's day buat semua guruku. Semoga semangatmu tak terputus di tengah jalan buat mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan berbudi...

Pawang HuJan

Ada kejadian menarik waktu tadi sore mau balik ke Bangil. Di depan Stasiun Kota Baru Malang, ada panggung gedhe yang rencananya malam ini denger-denger ada J-Rocks manggung.
Bukan J-Rocksnya yang bikin menarik. Tapi seorang lelaki paruh baya yang sedang duduk bersila di depan panggung sambil menengadahkan tangannya mirip orang berdoa (atau mungkin dia emang berdoa y?). Sedangkan di depan dia duduk, ada semacam keris dan bunga-bunga.
Lucu, baru kali ini aku liat langsung pawang hujan sedang beraksi. Hehe...
Sayangnya gak sempat diambil gambar coz baru nyadar keberadaannya pas nyebrang jalan.

Memang sih, akhir-akhir ini Malang setiap hari hujan, termasuk tadi siang.

Tapi apa bener ya, pawang hujan emang benar-benar bikin hujan gak turun di wilayah yang "dipagari"? Atau kata orang-orang sih dialihkan ke tempat lain.

Jadi penasaran. Ritualnya membuahkan hasil gak ya?
Apakah konser J-Rocks malam ini terhindar dari hujan?
Hmm, makin penasaran...
Jangan-jangan hujannya dialihkan ke Bangil, deh.
Karena di luar, hujan perdana di kotaku mulai turun..:)

SERmUT - Serabi Imut


Malang yang lumayan mendung bikin perut jadi cepet laperr.
Gak tau kenapa juga, sesampainya di Stasiun Kota Baru Malang, langsung kepengen serabi imut Klojen. Pasti ini gara-gara postingan status Pak Arif di Facebook yang bikin ngiler :D
Tapi liat jam, kok masih jam 9 pagi?
Setauku serabi imut Klojen baru buka sekitar jam dua belasan gitu. Pas nanya temenku, eh bener baru buka jam satu siang.

Siang hari, abis semua urusan di Malang beres, adik kosku dengan baik hatinya mau mengantar ke Klojen. Hwah, senangnya...padahal jam setengah tiga dia ada kuliah.
*takkan kulupakan kebaikanmu, Cul! >.<*

Berangkatlah kita berdua menuju Klojen pake motor. Sempat tergoda buat nyoba serabi imut yang di sebelah stasiun tapi gak jadi. Katanya sih lebih seru yang di Klojen, soalnya sudah ada sejak lama n punya nilai historical. Apa coba...:)

Warung serabi imut atau kalo di plang namanya "Surabi imut Bandung" didesain terbuka yang tempat duduknya ditata di kanan kiri jalan yang juga sebenarnya merupakan gang masuk.
Kalo denger cerita dari anak Malang, tempat ini biasanya tempat nongkrong anak-anak sekolahan. Tapi banyak juga orang-orang yang pulang kerja dan juga mahasiswa yang juga jadi langganan tempat ini.


Terakhir ke sini, udah lama banget. Inget waktu itu pas mati lampu n pesananku dan temenku berakhir dengan sedikit gosong :D. Kali ini pesanan kami adalah serabi sosis+susu, serabi keju, segelas yoghurt lychee, n teh botol.
Sebenarnya serabi imut banyak banget variasinya, ada yang serabi oncom, serabi coklat keju, serabi sosis, dan perpaduan daging, telur, dan masih banyak yang lainnya. Yoghurtnya juga macam-macam, ada yang moka, strawberry, dan rasa-rasa yang lain.
Untungnya sebelum ke sini sudah agak kenyang, jadi gak kalap waktu liat daftar menunya >.<.
Kalo soal harga, terjangkau banget, sekitar 3000-4500. Lumayan sangat tidak menguras kantong, yang penting hari ini kesampaian makan serabi imut. Hehe... Apalagi ternyata berakhir ditraktir adik kos yang paling baik sedunia :D

MemBesaRkan Hati

Hari ini dapat pengalaman berharga dari upaya keras membesarkan hati.
Sebenarnya karena kepepet juga :)
Butuh Abah buwat menemani ke Surabaya. Akhirnya dg penuh keterpaksaan, setelah diulur2 waktunya, ngomong juga sama Abah :)

Memang gak ada ucapan maaf (biasanya jg gitu >.<), tapi perubahan besar terjadi. Sepanjang perjalanan, segalanya berlangsung wajar, seakan gak pernah ada masalah sebelumnya.

Memaafkan memang susah, sangat susyah deh. Tapi setelah niatan itu terlaksana, melupakan kesalahan yang terjadi, mulai berpikiran positif, dan segalanya berjalan begitu menyenangkan.
Yang pasti hari ini kesampaian pergi hanya berdua, seperti dulu...

Diam tANpa Kata

Sudah 2 hari tak bertegur sapa dengan Abah, just formally, kalo bener2 terpaksa.
I'm livin' in a complete family, but not a happy family :(
Sering iri liat sodara yg dengan senangnya bergurau dengan ayahnya. Atau ketika sedang naik kereta, liat anak perempuan yang hanya berdua dengan ayahnya pergi ke luar kota.

Aku pernah begitu. Kadang sangat ingin hal itu terulang. Pengen diajak nonton bola di stadion lagi, hanya berdua. Atau keliling kota liat karnaval. Atau tiap minggu akan ada acara makan2 atau jalan2 sekeluarga. Sekarang gak ada lagi. I don't know why...

Seringkali mencoba berbesar hati. Bertingkah biasa, tapi kenapa gagal terus?? Ada yang berubah, dan aku bingung mulai dari mana.

Masih terus mencoba, agar rasa besar hatiku akan lebih kuat dibanding keegoisan diriku mengingat kesalahannya.
Bagaimanapun juga, aku hanya seorang anak yang harus menunaikan bakti kepada kedua orang tua...