Saat Kebutekan Melanda...

Kondisi pertama:
Baca jurnal berbahasa Inggris ampe mata juling, mau makan siang gak ada yang dimakan, coz seisi rumah lagi puasa Rajab. Hwahh, laperrr...

Kondisi kedua:
Akhir-akhir ini lagi hobi banget coba-coba masak. Hehe...
Honestly, segedhe ini tingkat kepintaran memasakku masih di zona merah. Mengkhawatirkan!!

Kondisi ketiga:
Lagi menghindari makan mie instan.
Abis baca bukunya Mbak Meta yang cerita kalo ada pasiennya kena Ca Nasofaring (Kanker Nasofaring) gara-gara sering makan mie instan. Hyahh, gak mau!!

Tapi berhubung udah kadung jatuh cinta sama aneka mie, tetep aja itu ide terbaik buat jadi santapan. Hehe...

Dimulailah proses masak-memasak itu.
Sebenarnya gak ribet. Tinggal ngikuti petunjuk masak nasi goreng, tapi nasinya diganti mie:
- tumis bawang merah dan bawang putihnya
- masukkan mie
- masukkan telur, trus ditambah garam n merica

Voila, makanan pengisi perut siap disajikan! Peduli amat rasanya gimana, yang penting kenyang!!!

But, sebenarnya masih penasaran deh. Perbandingan bawang merah dan bawang putih tu berapa banding berapa sih buat satu porsi?
Rasanya kok ada yang salah di bagian itu ya^^;

Namanya juga masih percobaan, wajar dong rasanya belum nendang. Tapi tetep bertekad buwat menghindari makan mie instan! Tanpa harus berhenti makan mie pastinya...

Ntar deh, nanya mommy resepnya. Nunggu beliau pulang dari plesiran. V^o^V

MaLaNG ExPReS, on time!

Saking enaknya download game, sampai gak tau udah jam 12.30. Pulang ahh, bingung mau ngapain lagi di Malang.
Kereta ke Surabaya jam 12.35 seingatku. Hyahh, telat! Tapi tetep pengen pulangg :(
Yasud, dicoba sajah ke stasiun, sapa tau keretanya telat. *as always*

Buru-buru ke loket kereta Penataran tujuan Surabaya yang masih buka. Sudah pukul 12.47 lagi!
“Bangil,” kataku sambil kasih uang 5ribuan.
“Sudah berangkat.”
Hah? Kok tumben gak telat?

Naik bus ajah kali yah, gak mungkin banget ku nunggu kereta jam 3 sore.

Masih belum beranjak dari stasiun, aku udah ngebayangin capeknya naik bus. Lama n mesti ganti bus dua kali buwat sampai ke Bangil. Ongkosnya? Wuihh, budget jadi naik 4 kali lipat!!!
Sebenarnya, ada satu alternatif lagi. Naik Malang Expres! Sama-sama membengkak 4 kali lipat tapi nyaman n cepet. Itung-itung pengalaman baru juga :). Gak perlu capek gantu-ganti kendaraan lagi. Pengen tidur...

Yasud, akhirnya naiklah aku ke dalam kereta Malang Expres dengan pedenya. Bangga dong, cuma ke Bangil tapi naik kereta kelas bisnis! Hehehe...

Tadi petugas peronnya bilang tempatku di gerbong ketiga dari depan.
1....2....3....yup! Terus cari tempat duduknya sesuai dengan tiket.
Wuihh, keren! Biasanya naik kereta ekonomi rebutan tempat duduk, eh sekarang udah dapat jatah masing-masing. Maklum kelas bisnis ^^;

Belum lama duduk, ada seorang bapak nanya nomor gerbong ke penumpang di sebelahku. Gerbong no.1, katanya. Loh kok?
Pas aku konfirmasi ulang, ternyata yang aku tempati emang gerbong no.1 dan yang di depannya tuh gerbong restorasi. Tiketku? Gerbong no.2. Lah, berarti aku salah tempat???

Duenggg, ternyata lokomotifnya gak diitung juga ya??
*gubrak*
Prinsip “males bertanya, cari tau sendiri ajah”ku gagal total di sini. Hehehe...
Sebelum diriku diusir pemilik tempat duduk yang sebenarnya, lebih baik ku ngacir sajah. Hehehe...

Duduk di gerbong no.2 kursi 2C. Hmmm, moga gak salah lagi :p

Naik Malang Expres ternyata asik juga.
Kursinya empuk! Bersih, gak ada pedagang asongan, cepet, n yang paling penting on time!
Satu lagi: bebas asap rokok. Yippee!!

Belum keluar dari Malang pun, ku sudah tertidur lelap. Zzzzzzzzz

SEReNDiPitY

Definisi: kesanggupan untuk menemukan suatu keterangan dengan tak disengaja waktu mencari sesuatu yang lain

Lagi baca buku The Perfect Business, ada satu bahasan tentang "Serendipity" yang kata penulisnya, Michael Leboeuf, berarti "menangkap yang tak terduga dengan cekatan". Tapi Michael Leboeuf sendiri senang menyebutnya "keberuntungan".

Sebelumnya, pernah juga nonton film berjudul "Serendipity" jaman kuliah dulu (yang akhirnya ditonton lagi gara baca THe Perfect Business ^^). Kisah antara John dan Sara yang tidak sengaja berebut sepasang kaos tangan hitam yang sama di sebuah pertokoan. Karena John merelakan barang itu untuk Sara, Sara menraktirnya di sebuah restoran bernama "Serendipity". Restoran yang dipilih karena alasan namanya yang terdengar bagus dan sesuai dengan namanya: Ketidaksengajaan yang menguntungkan.
Pertemuan yang hanya beberapa jam itu membekas selama beberapa tahun. Keduanya memutuskan untuk mencari satu sama lain, tapi tak ada hasil. Setelah memutuskan menyerah, sebuah "serendipity" mempertemukan kembali mereka melalui selembar uang 5 dolar dan buku bekas yang bertuliskan nama dan nomor telpon keduanya.
Sara sangat percaya bahwa nasib menentukan segalanya dan percaya ketidaksengajaan, sehingga pada awal pertemuan sengaja melakukan permainan dengan cara membeli sesuatu dengan uang 5 dolar itu dan menjual bukunya.
Sara percaya bahwa kalau nasib mengijinkan, kedua benda itu akan kembali dan mereka akan bertemu lagi.

Seperti halnya film Serendipity, banyak penemuan juga sebetulnya berasal dari ketidaksengajaan. Alexander Fleming menemukan penisilin karena pengamatannya yang tidak disengaja, Isaac NEwton yang mencetuskan teori gravitas ketika dia sedang santai di bawah pohon apel, dan tidak sengaja sebuah apel jatuh dari pohon. Atau mungkin permen bolong yang ternyata hasil dari salah cetak.

Semuanya terdengar seperti spontanitas. Sebuah kebetulan yang ternyata menyenangkan.
Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan ini dianggap sebagai sebuah ketidaksengajaan. Mungkin ketika aku membaca buku The PErfect Business juga sebuah ketidaksengajaan aku menemukan kata "serendipity" setelah beberapa tahun yang lalu aku pernah nonton film berjudul sama.

Tapi percayakah kalau semuanya hanya sebuah ketidaksengajaan atau kebetulan? Bukankah di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan?

Anything happens for a reason, right?!?

TErjebak di antara The Jakmania

Sebagai penggila acara olahraga, aku jarang banget nonton sepakbola live on the spot. Bisa dihitung pake jari deh... Jujur! Aku selalu ngeri dengan fanatisme berlebihan yang diperlihatkan masing-masing suporter. Ujung-ujungnya tawuran kalo tim idolanya kalah. Hyah, males kan :(

Tapi seminggu ini tiba-tiba puengen banget nonton langsung. Gara-gara event Indonesian Super League (ISL) buat tim-tim ibukota dipindah ke Malang. Selama seminggu lebih Stadion Gajayana Malang dipakai sebagai stadion tuan rumah untuk tim Persija.

Pertandingan pertama Persija vs Deltras gagal nonton gara-gara aku lagi pulang kampung.
Pertandingan kedua Persija vs Persitara gagal juga karena gak dapet partner nonton. Tapi untungnya gak jadi nonton, coz berakhir dengan sedikit kerusuhan.
Pertandingan ketiga atw yang terakhir Persija vs Persib. Wajib nonton!!!

Kenapa pengen banget nonton Persija? Karena di sana ada pemain idolaku, Bambang Pamungkas. Gak mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depan mata. Ya, kan? Kesempatan belum tentu datang untuk kedua kalinya.
Kalo pertandingannya di Jakarta atw Bandung (homebase masing-masing tim), aku gak bakal berani buat nonton live. Besar kemungkinan bakal rusuh! Mereka kan, musuh bebuyutan...

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba (Rabu malam kemarin), persiapan sudah siap!! Meskipun hujan rintik-rintik turun di bumi Malang, tapi semangat nonton tetap tinggi. Biarin lah hujan-hujan dikit, yang penting liat Persija :)
Sampai di dalam stadion, tidak disangka tidak diduga, kami (aku, mbak Emby, dan Ucul) berada di tribun tempat The Jakmania (fans Persija) berkumpul. Hyahh, ngeri!!! Yel-yelnya itu kreatif sich, cuma kayak ngajak berantem!
Mungkin karena Persija sudah seminggu di Malang, suporter yang mendukung pun buanyak banget. Sebagian stadion berubah warna oranye.

Ini yang namanya tiga wanita terjebak di sarang penyamun! Hehe...

Meskipun dengan perasaan yang harap-harap cemas, kita tetap bertahan di situ, di antara suporter Arema yang ikut-ikutan meramaikan pertandingan ISL terakhir itu.
Melelahkan, karena hujan yang membasahi tribun tanpa atap tempat kami berdiri menjadi becek (plus gak ada ojek! Hehe). Alhasil sepanjang pertandingan kami saksikan dengan berdiri.
Gak sepanjang pertandingan sih. Karena hujan yang semakin lebat, memaksa kita untuk pulang sebelum waktunya. Kami akhirnya keluar dan berharap semoga Persija menang dan tidak berakhir rusuh.

Eh, ternyata nasib baik tidak berpihak pada Persija. Mereka kalah 2-1. Yasud lah, namanya juga pertandingan. Ada yang menang dan ada yang kalah. Hiks, tapi kekalahan tetap saja menyakitkan.

My thanks to mas Aremania (gak tau namanya ^^) yang sudah membuat tiga wanita nekat ini aman bersamamu. Meskipun tak sempat bertukar nama, it’s been nice to meet you...

Well, I’m ready for the next unforgettable moment!

Kaka, why should you go?

Akhirnya terjawab sudah teka-teki, kemana Kaka akan berlabuh. It's Real Madrid, yang menjadi klub beruntung mendapatkan pemain favoritku ini.

Hwahh, rasanya gak rela...gak rela...
Kaka takkan lagi berseragam merah hitam. Hikshikshiks

Saat ini Kaka adalah the most expensive football player in the world. Mengalahkan rekor Zinedine Zidane dengan transfer sebesar 68m euros. Tak ada lagi spekulasi dia mau bertahan di Milan atau akan pindah ke Inggris - lupakanlah wahai klub-klub Inggris, Kaka milik Real MAdrid sekarang!!

Tak mampu lagi berkata-kata. Tetap belum merelakannya.... T_T

Bakmi Cak Kribo, akhirnya....


Kalo inget-inget perjalanan cari warung bakmi dan bakso Solo Cak Kribo, jadi gak habis pikir. Apa coba? Kelaperan? Gak mungkin lah. Kalo laper gak mungkin aku cuma berdua sama mbak Emby - mbak kos tersayang, tsahh - jauh-jauh nyebrang jalan SuHat yang extremely rame banget di sore hari. Trus naek angkot ke daerah Pasar Blimbing dan nyebrang jalan lagi hanya untuk semangkuk bakmi ayam+bakso+ceker 6000 perak. Kalo laper beli aja nasi padang di sebelah kosan. Ngapain jauh-jauh ke sana?

Sepanjang perjalanan pulang tak henti-hentinya kita berdua menertawakan wisata kuliner kita hari itu. Udah mirip orang hamil yang lagi ngidam tau gak. Gak bisa ditunda!

No, no, no, bukan aku yang lagi ngidam. belum waktunya! Mbak Emby mungkin. Hwahaha

Semua ini gara-gara Ucul, adik kosku, yang promosi kalo bakmi Cak Kribo itu uenak banget. Eh, giliran minta diantar ke sana, si Ucul sibuk banget sama tugas-tugasnya. :(

Eh, tiba-tiba tercetus ide ke sana naek angkot saja lah. Daripada perut kaku gara-gara penasaran (mau nulis mati penasaran kok serem ya. Hihi). Segitu kuatnya keinginan, sampai lupa kalo kita berdua takut banget nyebrang jalan. Apalagi di sore menjelang malam, para kendaraan itu hanya terlihat sorot lampunya saja. Klop deh bertaruh nyawa demi semangkuk bakmi. :)

Tapi mungkin bener kali ya, kalo dalam diri setiap orang tersimpan naluri untuk menjadi seorang hero. Misalnya, naluri kita untuk memberi sedikit uang untuk pengemis, merasa iba dan berharap pertolongan kita dapat membantunya. Meskipun tidak bermaksud sombong, tapi pasti ada rasa lega dan bangga. Ngomong apa sihhhh, Phiet!!!

Intinya...Uphiet seketika berubah menjadi pahlawan penyeberang jalan. Teng...Teng...Teng...(pake backsoundnya Satria Baja Hitam).

Meskipun saat itu, deg-degan gak karuan dan suerr ngeri abiss. Motor-motor berkejaran di jalanan, udah gak peduli ada orang yang pucat pasi takut ketabrak.

Bakminya?
Setelah perjalanan panjang menerjang bahaya (tsah, bahasanya...), ternyata tak mengecewakan. Rasanya nendang! Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda. Lah??
Saking enaknya,sampai ceker di mangkuk mbak Emby loncat keluar. Eits, ati-ati kalo makan! Semangat amat mbak Emby nich :)

Mulai sekarang udah nambah satu lagi list favorit wisata kuliner di Malang:
Bakmi Cak Kribo...
Bakso bakar...
Siomay Pasar Pagi...
Serabi imut...

Terus...terus aja, Phiet! Makan terus...

Selamat Hari Anak!

Lagi denger anak kecil di depan rumah, nangis. Kencengg banget!!!
Gara-garanya dia dititipin di rumah sang nenek.
Tiap pagi, kejadiannya akan selalu berulang: si anak berteriak-teriak pingin ikut, sang nenek berusaha menahan, sementara ayah dan ibunya berangkat kerja.
Kasiann banget. Gak tega liat anak kecil teriak-teriak ampe serak gitu. Gak ada bujukan, gak ada rayuan. Hanya bentakan dan paksaan.

Children spell love with T-I-M-E

Mereka gak peduli ayah dan ibu kerja siang malam demi mereka. Mereka gak tau atau mungkin gak mau tau.
Ketika ayah dan ibu ada dan punya waktu untuk menemani mereka, saat itulah mereka mengerti bahwa ayah dan ibu mencintai mereka.

A lil’ bit late, but: Selamat Hari Anak, kids!

Smoking Area

Ada yang baru dengan Stasiun Kota Baru Malang. Di sebelah selatan tempat tunggu penumpang, tepatnya di depan toilet umum, ada 2 bangku berhadap-hadapan. Trus, ada semacam baskom besar di tengah-tengahnya. Kalo kita liat sedikit ke atasnya, ada tulisan “Daerah MErokok” dengan papan petunjuk warna oranye.
Kalo selama ini smoking area di tempat umum berupa bilik kaca, yang satu ini dibiarkan di tempat terbuka.

Sebenarnya ga mau bilang kurang tepat. It’s okey lah, karena masih ada niatan baik untuk menyelamatkan nyawa perokok pasif. Tapi kalo bisa di area lain juga diberi peringatan “Dilarang Merokok” atau ada petugas yang memperingatkan para perokok untuk merokok di tempat yang benar.

Habiss, susah banget buat menyadarkan para perokok itu bahwa asap yang mereka keluarkan bisa membunuh orang lain secara perlahan :(

Selamatkan masa depan bangsa dari asap rokok, please...