Anak Laki-laKi dan eS kRim

Nah, kalo yang ini barusan baca di catatan seorang teman di fesbuk, sebuah cerita yang terangkum dalam sebuah lukisan karya Norman Rockwell:

Di siang yang sangat terik, seorang anak laki-laki sedang duduk di dalam restoran. Dia ingin memesan es krim Sundae. Diperiksanya jumlah uang yang dia miliki. Ada lima keping uang senilai 25 sen.
Dipanggilnya seorang pelayan dan dia bertanya harga es krim dengan saus cokelat. "Satu dolar 25 sen", jawab si pelayan.
Anak itu mengernyitkan kening sejenak. Kemudian bertanya lagi. "Kalau es krim saja tanpa saus cokelat berapa?"
"Satu dolar", jawab pelayan tidak sabar. Anak itu berpikir lagi dan kemudian berkata. "Kalau begitu, es krimnya saja".
Tak lama, pelayan mengantarkan es krim ke anak laki-laki itu dan kembali sibuk melayani tamu-tamu yang lain. Setelah selesai makan es krimnya, anak itu menuju kasir. Diberikannya 4 keping 25 sen kepada pelayan dan tak lupa berterima kasih.
Menjelang restoran tutup, pelayan tersebut membersihkan meja tempat anak laki-laki tadi duduk. Di samping gelas es krim yang kosong ditemukan 25 sen untuk tip. Pelayan itu langsung menyadari, sebetulnya uang anak itu cukup untuk membeli es krim bersaus cokelat, tetapi dia memang berniat memberi tip untuknya.

Anak laki-laki itu menyadari bahwa dia tidak boleh menghabiskan uangnya untuk kepentingan diri sendiri. Dia lebih menuruti apa kata hati nuraninya daripada emosinya sendiri.

Hmm, perbuatan-perbuatan sederhana yang merupakan kebaikan dan kemurahan hati adalah contoh besarnya upaya untuk mementingkan orang lain dan mengesampingkan rasa egois kita yang kadang-kadang adalah emosi sesaat.
Sebenarnya, hal-hal seperti inilah yang akan membentuk reputasi kita, apakah itu baik atau buruk.
Karena reputasi adalah cerminan siapa diri kita dan bagaimana tingkah laku kita ketika tidak ada orang yang memperhatikan.

Nah, reputasi seperti apa yang kita miliki untuk dikenang suatu saat nanti?^^

TodaY's Inspiration: LanCe AmstRong


Yup, Lance Amstrong yang pembalap sepeda itu. Betul sekali :)

Habis baca kisah hidupnya di sebuah buku. Dan sayang sekali kalau gak dibagi di sini :)

Seorang Lance Amstrong, orang pertama dan satu-satunya yang bisa meraih gelar juara Tour de France selama 6 kali berturut-turut.

Lance Amstrong sudah mulai berlatih bersama tim olahraga bersepeda nasional yunior sebelum ia tamat SMU. Dia berhasil memenangkan kejuaraan amatir Amerika. Kemudian ia memutuskan untuk menekuni karier bersepeda secara profesional. Di tahun 1993, ia termasuk anggota tim olahraga bersepeda Amerika. Saat itu, ia menempati posisi kelima terbaik di dunia. Dia sudah diprediksi akan memenangkan Tour de France di tahun 1996.

Banyak yang berharap hal itu benar-benar terwujud di tahun 1996. Tapi tiba-tiba Lance Amstrong bermasalah dengan matanya. Pandangannya kabur dan dia mengalami batuk berdarah. Hasil tes kesehatan menunjukkan bahwa ia mengidap kanker. Kanker yang sudah menyebar ke seluruh tubuhnya.

Di tahun 1996, Lance Amstrong menjalani operasi otak dan kemoterapi intensif di Rumah Sakit Indiana University. Setahun penuh ia dan para dokter mengerahkan segala kemampuan untuk kesembuhannya. Masa itu adalah masa penuh penderitaan, kesakitan, serta ketidakpastian. Suatu keajaiban, dalam setahun dia sembuh dari sakitnya dan dinyatakan bebas dari kanker.

Lance Amstrong membuat keputusan untuk mengikuti Tour de France di tahun 1999. Keputusan yang hampir mustahil kata banyak orang. Untuk lomba seberat itu diperlukan latihan fisik yang sangat berat, apalagi harus melatih tubuh yang pernah terserang kanker yang sudah stadium tinggi. Di luar dugaan, dia memenangkannya. Bahkan dia memenangkan Tour de France selama lima tahun berikutnya.

Lance Amstrong mengatakan bahwa dia tidak mungkin memenangkan Tour de France seandainya dia tidak terserang kanker. Dia adalah bukti kekuatan semangat manusia yang dapat menepis apa yang oleh kebanyakan orang dianggap sebagai hal yang mustahil. Penyakit kanker ternyata bisa menjadi awal kejayaan hidup seorang Lance Amstrong. Karena dia bertekad untuk melawan penyakitnya dengan visi, fokus, dan keputusan baru. Dia tidak membuang waktu dengan menyesali keadaan dan mengasihani diri sendiri. Dia juga tidak menyia-nyiakan waktu untuk dengki terhadap pembalap lain yang sehat. Dia memilih menerima tantangan di hadapannya dan mengubah hal-hal negatif menjadi positif.

Inspirasi pertama: Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.
Inspirasi kedua: Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah (yee, jadi lagu??). Maksudnya, akan selalu ada hikmah di balik setiap cobaan. Jadi, disyukuri ajah :)
Inspirasi ketiga: Keliatannya sih, rumput tetangga selalu keliatan lebih hijau. Ya nggak? Yup, jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain dan jangan biarkan rasa dengki menguasai diri kita.
Sebenarnya, di setiap kehidupan pasti ada rintangan, di setiap kesempatan pasti ada tantangan. Tidak mungkin ada orang yang bebas dari masalah kehidupan. So, tetap syukuri apa yang kita miliki saat ini.

Happy Mom's Day

M ... is for the million things she gave me,
O ... means only that she's growing old,
T ... is for the tears she shed to save me,
H ... is for her heart of purest gold;
E ... is for her eyes, with love-light shining,
R ... means right, and right she'll always be.

Put them all together, they spell "MOTHER". A word that means the world to me.
--Howard Johnson (c.1915)

MusiBah :(

Musibah memang tidak pernah kita rencanakan, bahkan kita selalu tidak siap untuk menerimanya.

Kemarin, mungkin bukan hari yang diharapkan akan seperti ini oleh keluarga besarku.
Rabu pagi, bulekku dapat berita mengagetkan karena tiba2 4 orang anak SMA mendatangi rumahnya dan bilang anak perempuannya kecelakaan. Belum setengah jam yang lalu berangkat sekolah dan sekarang tiba2 dapat berita ini.
Dalam keadaan setengah panik, kami buru-buru ke rumah sakit. Dia sudah masuk di UGD dan katanya dapat beberapa jahitan di pelipis kanannya. Ow, aku berhenti di depan pintu UGD dan balik duduk di ruang tunggu. Aku takut liat darah, dan gak mau pingsan di sana :)
Eh tiba2 malah disodorin jilbab adekku yg sudah penuh dengan darah.

Suasana mulai tenang. Adekku sudah masuk kamar inap, dan satu per satu saudara mulai berdatangan buat menjenguk.

Eh, malamnya datang berita mengejutkan lagi. Dua orang sepupuku yang lain pulang dari latihan basket nabrak motor lain di perempatan. Oh God, sudah malam dan berita datang bak petir di siang bolong!!

Tadi pagi baru aku tau keadaannya. Adeknya yg cowok bahunya geser dan harus pake gendongan buwat mengembalikan posisinya. Kakaknya yang cewek dapet jahitan dikit di dagunya dan operasi kecil di pergelangan tangan kirinya.

Jadi, seisi rumah sakit kok ya isinya keluarga sendiri. Sedih liatnya, seakan cobaan gak pernah lepas dari hidup kami sepanjang taun ini. Semoga ini yang terakhir...

Aku selalu percaya ada akibat pasti ada sebab. Mungkin Allah ingin memberi teguran kepada kami yang akhir-akhir sering melupakan-Nya, atau mungkin kami terlalu sombong, tidak mau bersyukur. Tapi sejujurnya Allah masih menyayangi kami dengan teguran-Nya.

Ayo adek-adekku tetap optimis! Bentar lagi ujian, jadi jangan pernah menyerah! Akan selalu ada hikmah di balik semua cobaan :)

Guru, PenDiDik taNpa TandA jASa...

Terkejut, pagi2 liat status teman2 di fesbuk yang nulis Selamat Hari Guru. Iyakah?
Akhirnya ikut-ikutan juga nulis status Selamat Hari Guru buat para guru-guruku dan teman sekolahku yang ternyata banyak yang jadi guru :D

Guru, tanpa tanda jasa. Begitulah ungkapan yang sering kita dengar. Sampai-sampai karena tanpa tanda jasa itu, kita (baca: aku) seringkali lupa akan jasa-jasa mereka. Maaf para guru dan thanks God, hari ini ada yang mengingatkan...

Para guru, akan tetap menjadi seorang guru, ketika kita sendiri (anak didiknya) bergerak mencapai impian masing-masing. Hampir semua profesi ataupun jabatan yang ada, dicapai seseorang melewati tahap menjadi seorang murid. Dengan ketidaktahuan, kebebalan, bahkan kenakalan kita menerima ilmu pengetahuan yang mereka berikan. Hingga sampai pada tahap dimana kita menjadi pintar dan murid yang berhasil.

Waktu lebaran kemarin, guru SMPku pernah menasehati kami untuk mengunjungi guru SD, bahkan guru TK kami dulu.
Karena mereka adalah orang-orang yang paling berjasa membangun pondasi ilmu pengetahuan kita selanjutnya. Mengajarkan kita membaca, menulis, dan berhitung. Bahkan membantu kita berinteraksi dengan orang lain.

Haduh, jadi feeling guilty karena kadang-kadang masih gak mau menyapa atau pura-pura tidak melihat waktu aku bertemu guru SD atau TKku di jalan. Kadang karena alasan lupa namanya >.<
Apalagi waktu kemarin ngobrol sama guru SMPku, ternyata para guru tu seringkali tau kalau muridnya pura-pura gak melihat.

Hmm, happy teacher's day buat semua guruku. Semoga semangatmu tak terputus di tengah jalan buat mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan berbudi...

Pawang HuJan

Ada kejadian menarik waktu tadi sore mau balik ke Bangil. Di depan Stasiun Kota Baru Malang, ada panggung gedhe yang rencananya malam ini denger-denger ada J-Rocks manggung.
Bukan J-Rocksnya yang bikin menarik. Tapi seorang lelaki paruh baya yang sedang duduk bersila di depan panggung sambil menengadahkan tangannya mirip orang berdoa (atau mungkin dia emang berdoa y?). Sedangkan di depan dia duduk, ada semacam keris dan bunga-bunga.
Lucu, baru kali ini aku liat langsung pawang hujan sedang beraksi. Hehe...
Sayangnya gak sempat diambil gambar coz baru nyadar keberadaannya pas nyebrang jalan.

Memang sih, akhir-akhir ini Malang setiap hari hujan, termasuk tadi siang.

Tapi apa bener ya, pawang hujan emang benar-benar bikin hujan gak turun di wilayah yang "dipagari"? Atau kata orang-orang sih dialihkan ke tempat lain.

Jadi penasaran. Ritualnya membuahkan hasil gak ya?
Apakah konser J-Rocks malam ini terhindar dari hujan?
Hmm, makin penasaran...
Jangan-jangan hujannya dialihkan ke Bangil, deh.
Karena di luar, hujan perdana di kotaku mulai turun..:)

SERmUT - Serabi Imut


Malang yang lumayan mendung bikin perut jadi cepet laperr.
Gak tau kenapa juga, sesampainya di Stasiun Kota Baru Malang, langsung kepengen serabi imut Klojen. Pasti ini gara-gara postingan status Pak Arif di Facebook yang bikin ngiler :D
Tapi liat jam, kok masih jam 9 pagi?
Setauku serabi imut Klojen baru buka sekitar jam dua belasan gitu. Pas nanya temenku, eh bener baru buka jam satu siang.

Siang hari, abis semua urusan di Malang beres, adik kosku dengan baik hatinya mau mengantar ke Klojen. Hwah, senangnya...padahal jam setengah tiga dia ada kuliah.
*takkan kulupakan kebaikanmu, Cul! >.<*

Berangkatlah kita berdua menuju Klojen pake motor. Sempat tergoda buat nyoba serabi imut yang di sebelah stasiun tapi gak jadi. Katanya sih lebih seru yang di Klojen, soalnya sudah ada sejak lama n punya nilai historical. Apa coba...:)

Warung serabi imut atau kalo di plang namanya "Surabi imut Bandung" didesain terbuka yang tempat duduknya ditata di kanan kiri jalan yang juga sebenarnya merupakan gang masuk.
Kalo denger cerita dari anak Malang, tempat ini biasanya tempat nongkrong anak-anak sekolahan. Tapi banyak juga orang-orang yang pulang kerja dan juga mahasiswa yang juga jadi langganan tempat ini.


Terakhir ke sini, udah lama banget. Inget waktu itu pas mati lampu n pesananku dan temenku berakhir dengan sedikit gosong :D. Kali ini pesanan kami adalah serabi sosis+susu, serabi keju, segelas yoghurt lychee, n teh botol.
Sebenarnya serabi imut banyak banget variasinya, ada yang serabi oncom, serabi coklat keju, serabi sosis, dan perpaduan daging, telur, dan masih banyak yang lainnya. Yoghurtnya juga macam-macam, ada yang moka, strawberry, dan rasa-rasa yang lain.
Untungnya sebelum ke sini sudah agak kenyang, jadi gak kalap waktu liat daftar menunya >.<.
Kalo soal harga, terjangkau banget, sekitar 3000-4500. Lumayan sangat tidak menguras kantong, yang penting hari ini kesampaian makan serabi imut. Hehe... Apalagi ternyata berakhir ditraktir adik kos yang paling baik sedunia :D

MemBesaRkan Hati

Hari ini dapat pengalaman berharga dari upaya keras membesarkan hati.
Sebenarnya karena kepepet juga :)
Butuh Abah buwat menemani ke Surabaya. Akhirnya dg penuh keterpaksaan, setelah diulur2 waktunya, ngomong juga sama Abah :)

Memang gak ada ucapan maaf (biasanya jg gitu >.<), tapi perubahan besar terjadi. Sepanjang perjalanan, segalanya berlangsung wajar, seakan gak pernah ada masalah sebelumnya.

Memaafkan memang susah, sangat susyah deh. Tapi setelah niatan itu terlaksana, melupakan kesalahan yang terjadi, mulai berpikiran positif, dan segalanya berjalan begitu menyenangkan.
Yang pasti hari ini kesampaian pergi hanya berdua, seperti dulu...

Diam tANpa Kata

Sudah 2 hari tak bertegur sapa dengan Abah, just formally, kalo bener2 terpaksa.
I'm livin' in a complete family, but not a happy family :(
Sering iri liat sodara yg dengan senangnya bergurau dengan ayahnya. Atau ketika sedang naik kereta, liat anak perempuan yang hanya berdua dengan ayahnya pergi ke luar kota.

Aku pernah begitu. Kadang sangat ingin hal itu terulang. Pengen diajak nonton bola di stadion lagi, hanya berdua. Atau keliling kota liat karnaval. Atau tiap minggu akan ada acara makan2 atau jalan2 sekeluarga. Sekarang gak ada lagi. I don't know why...

Seringkali mencoba berbesar hati. Bertingkah biasa, tapi kenapa gagal terus?? Ada yang berubah, dan aku bingung mulai dari mana.

Masih terus mencoba, agar rasa besar hatiku akan lebih kuat dibanding keegoisan diriku mengingat kesalahannya.
Bagaimanapun juga, aku hanya seorang anak yang harus menunaikan bakti kepada kedua orang tua...

JuLia Roberts ke Bali ya???


BErita Miyabi heboh banget di tivi, mengalahkan kedatangan Julia Roberts yang juga datang ke Indonesia buat syuting film.
Kenapa harus Miyabi??? Ahhh gak usah dibahas :D

Kemarin liat Liputan 6 SCTV yang ngikuti acara syutingnya Julia Roberts di Bali di film terbarunya, Eat Pray Love. Hwah, benarkah?
Kok gak heboh? Padahal syuting di Bali buat satu bulan ke depan loh...
Julia Roberts yang pernah dapat penghargaan Best Actress di Academy Awards alias Piala Oscar ini beritanya kalah sama Miyabi yang, who is she, anyway? Sekali lagi gak usah dibahas!!

Asyiknya menanti film terbarunya Julia Roberts...
Sebetulnya bukan penggemar berat juga sih, cuman nikmati aja beberapa filmnya yang masuk kategori lumayan favorit, seperti Pretty Woman (every woman love it, rite?), Notting Hill yang syutingnya di Inggris, atau Erin Brockovich.
Serunya, nonton film ini bakal bikin kita jalan-jalan ke tiga negara sekaligus, yaitu Italia, India, dan Indonesia.
Eat Pray Love sendiri diadaptasi dari novelnya Elizabeth Gilbert yang cerita tentang kehidupannya yang depresi terhadap pernikahannya. Setelah bercerai, dia memutuskan untuk pergi ke tiga negara, yaitu Italia, India, dan Indonesia untuk mencari keseimbangan makan, doa, dan cinta.
*kira-kira begitu*

Syuting ngambil di beberapa tempat di Bali, seperti Bentuyung, Pasar Ubud, Monkey Forest, dan beberapa lokasi lainnya. Hmmm, moga2 aja gara-gara film ini, industri pariwisata Indonesia makin maju. Yang promosi kan artis TOP! :D

TErnyata warga yang tinggal di lokasi sekitar tempat syuting gak tau kalo yang datang tu artis Hollywood, mereka sich cuman bersyukur aja gara-gara dipake syuting dagangan mereka laris manis diserbu pembeli.

Syutingnya sich dijaga ketat, dimana-mana jalannya banyak yang diblokade. Iya lah, pasti banyak fans Julia Roberts yang tinggal di Indonesia penasaran pengen liat langsung (bener gak sih? :D)
Jadi berharap berada di Bali. Siapa tau kan....
Eh, lawan mainnya beneran James Franco ya?

GosiP Gempa bikin GilAaa!

Seminggu setelah kejadian gempa Sumatra, Jawa Timur dibikin geger berita gempa. Gak tanggung2 gempa 8,8 SR bakal mengguncang pesisir selatan Jawa Timur. Katanya gitu...
Pas baca di internet makin diyakinkan kalo para peneliti gempa sudah meneliti bahwa patahan2 yg terjadi pas gempa di Sumbar plus gempa2 sebelumnya mengarah ke Samudra Indonesia yg g jauh2 dari wilayah Banyuwangi-Lumajang-Malang Selatan. Busyet dahhh...

Kok ya bebarengan dengan itu, aku lagi menikmati indahnya Malang.
Sebenarnya biasa aja pas denger berita itu lewat radio. Panik sich, tapi tetep biasa aja.
Sampai malam menjelang tidur, sebuah sms masuk ke hapeku. Ni isinya (sori ya Cul, dibuka di sini. Hehe):
"sodariku tersayang,,aku mau kasi info yg penting bgt..tmnku brsan buka internet..n dsitu dblang kalo jawa timur skarang dlm kadaan waspada gempa krn patahan sumatera sudah menjalar ke jawa timur..ati2 pas tengah malam ya sodari..siaga1"

Jiahhh, mana udah malam!! Terlalu terlambat bwt cari tempat yang aman.
FYI, aku nginepnya di tempat kos lamaku. Yang lokasinya di sepanjang pinggiran sungai. Yang bertingkat empat, tapi ke bawah, bukan ke atas. Yang kamar tempatku nginep ada di lantai terbawah.

Gosip gempa bikin gilaaa. Semalaman g bisa mejamkan mata, dag dig dug gak karuan, n terbayang macam2.
Mikir berbagai cara buat menyelamatkan diri paling cepat, yg sepertinya impossible buat keluar dengan selamat.
Gempa Sumbar yg 7,6 SR aja bisa sedahsyat itu, gimana 8,8???
Tidak...Gak usah dibayangin lagi :~

Gak punya hati banget sich yang bikin gosip?
Malah pas ku liat di tivi, sekolah2 ada yg diliburkan, warga pada takut di dalam gedung, n ada juga warga yg ngungsi ke balai desa demi menyelamatkan diri.

Edan tu yang bikin gosip. Syirik aja liat orang hidup tenang. Hufff...

Ternyata pas dikonfirmasi ke BMKG, itu semua gak benar. Bahkan, sampai saat ini masih belum ada alat pendeteksi gempa yg bisa mengetahui kapan akan terjadinya gempa, lokasinya dimana, n seberapa besar. Kasian tu BMKG, gara2 gosip gak jelas, jadi sibuk nerima telpon orang2 panik.

Yang pastinya sich, kita memang harus waspada. Paling penting tetap berdoa, memohon perlindungan dari segala malapetaka.

Reuni SinGkat

Lebaran kemarin jadi momen reuni teman2 SMP.
Gak tau kenapa lebih gampang ketemu teman2 SMP daripada teman2 SMA yang ternyata banyak yang di perantauan.
Lucu kalo ingat2 jaman SMP trus dibandingkan kondisi sekarang. They all changed!
Sayangnya tiap taun acara reunian SMP sepertinya makin menyusut. PEnyebabnya satu, udah pada merit. Hehe...

Satu per satu guru yang sempat mengajar kita waktu SMP dulu kita kunjungi. Gak banyak sih, cuma 5 orang. TApi tiap rumah guru, itungannya per jam.
Ingat2 tingkah polah kita dulu plus kenakalan yang jadi label resmi kelas kita.
Yang nggak pernah absen ditanyain masing2 guru pastinya: "Kerja dimana sekarang?"

KEnapa waktu berkunjungnya bisa itungan jam gitu? Apalagi pas di rumah wali kelas 3 dulu. Wuih sampe 2 jam.
Tapi gak bosen.
BAnyak banget pesan2 dan wejangan penuh makna dibagi ke mantan muridnya yang belum pada sukses ini.
Wejangan tentang kehidupan, menghormati orang tua dan para guru, tidak melupakan agama, dan lain sebagainya. Serasa lagi ikutan training pengembangan diri gitu.
Mata hati dan pikiran kita dibuka untuk menerima hal-hal yang tadinya tidak terlintas dalam pikiran kami.
KAdang2 juga obrolan berlanjut ke masalah pernikahan. Hehe...
Pada ditanya udah merit pa belum. Males banget dah....

Sebulan Telah BErlalu...

Ramadhan telah meninggalkan kita tahun ini dengan segala kisah mengharu biru di dalamnya.
Ramadhan selalu penuh berkah bagi sebagian besar umat muslim di dunia.
Tentang Ramadhan taun ini, kalo menengok kembali ke belakang, rasanya ingin sekali Ramadhan kali ini tak pernah datang. Bukan karena aku tidak menginginkan puasa dan segala keindahan di dalamnya.
Aku hanya tidak ingin kesedihan mendalam di tengah bulan Ramadhan kemarin terjadi.

I've lost my brother, selama-lamanya...
Sesosok pendiam yang menyimpan banyak rahasia sampai kepergiannya.
Sesosok penyuka anak kecil yang ditunggu cerita tentang kejadian teranyar di surat kabar.
Sesosok anak laki-laki yang tanpa kenal lelah dan sabar membantu ibu di rumah.
Sesosok kakak yang dengan tulus memenuhi keinginan adiknya yang seringkali memaksa.
Sesosok keluarga yang tidak akan pernah kembali, tapi akan selalu ada dalam diri kami.

Betapa kami berat menyambut lebaran ini tanpanya.
BEtapa selama 26 taun kami sudah sangat terbiasa dengan kehadirannya.
BEtapa hari-hari ini begitu berat....

REflekSi Diri

Pernah gak kita sebel gara-gara ada orang ngerokok dengan seenaknya di sebelah kita? Ganggu banget kan? Apalagi udara bersih yang pengen kita hirup jadi bercampur dengan berbagai macam asap rokok itu. Malesnya...
Atau mungkin sebel karena tiba-tiba ada yang nyerobot antrean kita? Enak aja kita sudah susah-susah ngantri, mereka pengen duluan!
Huh, serangkaian kata-kata menghakimi langsung terlontar (eits, dalam benak aja sich ^^).
Yang paling sering mungkin liat orang buang sampah seenaknya, meskipun hanya bungkus permen yang kecil itu...
Pada gak takut kepergok John Pantau ya? Kan gak seru dipermalukan di tivi nasional. Weks!

Sering atau bahkan tiap hari, waktu meliat kejadian itu, nada-nada mencemooh langsung keluar dalam benakku.
"Gak pernah diajari sopan santun ya?", "Gak toleransi banget sih?", dan lain sebagainya. Emang sih pada akhirnya cuma keluar gerutuan saja, gak langsung ngomong ke orangnya. Hehe...

Tapi tunggu, emang aku gak pernah ngelakuin kesalahan? Emmm, pernah sih.
Masih juga nyebrang jalan gak pada tempatnya, pernah naik motor bertiga pula. Hehe...
Kenapa ya, kalo kita ingat kesalahan kita, kita cuma cengar-cengir gak berdosa gitu. Tapi, kalo yang ngelakuin kesalahan orang lain, ya ampun ngomelnya gak ketulungan.

Beberapa hari ini, tiba-tiba disentil lagunya Ebieth yang sering muncul di tivi:
'Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat...'

Iyah, benerrr...
Masih boleh kok negur orang yang ngelakuin kesalahan, tapi juga ingat kalo kita juga wajib memperbaiki kelakuan diri setiap saat. Melakukan yang terbaik setiap hari!

TakJil


Takjil, makanan pembuka pada saat buka puasa.

Kalo jaman kuliah dulu, tinggal keluar rumah kos, ada berderet penjual takjil dadakan yang memenuhi sepanjang jalan kampus Brawijaya.

Wuih senengnya. Perut yang masih kosong plus lapar mata ngeliat aneka takjil yang seakan melambai-lambai minta dibawa. Hehe...

Kebanyakan sih jualan aneka macam es, dari es campur, es kopyor, es kacang ijo, sampai jus stroberi yang merah menyala. Ehm (tinggal nulis gini kok jadi ngebayangin ya???)

Selain itu, hidangan wajib anak kos di kota Malang, ya cilok! Hmmm....

Wah, masa-masa itu bikin kangen. Nungguin bedug maghrib sambil liat macetnya jalan MT Haryono di sore hari.

MEnu takjil sekarang berganti, lebih beraneka macam, lebih gratisan (karena ada di rumah. Hehe...), dan mungkin lebih menyehatkan.

Kurma adalah menu takjil wajib saat bulan puasa. Kebetulan satu keluarga penggemar kurma, ehmm langsung tandas dalam sekejap ketika berbuka.

Kadang-kadang ganti aneka takjil bikinan sendiri, semisal martabak dan kawan-kawannya. Tapi kalo di rumah jarang ada menu minuman pembuka yang berbentuk es. Seringnya teh hangat. Katanya biar perut gak kaget karena hampir seharian gak terisi apa-apa.

Ternyata emang bener ya kalo takjil tu membantu proses pencernaan bekerja maksimal. Karena selama seharian sistem pencernaan kita nyaris tidak bekerja, dengan makan takjil, usus kita tidak terlalu kagetnya dengan masuknya makanan yang tiba-tiba.

Wets, pantes aja, jaman kuliah dulu aku sering bermasalah sama perut. Lah abis denger azan maghrib langsung ambil air minum terus makan makanan berat.

Setahun kemaRin

Kamis dini hari (14 Agustus) mirip orang hilang, aku dan keempat temanku luntang-lantung gak jelas di depan Masjid Agung, Jogja. Menunaikan sholat Subuh dan bergegas naik becak buwat cari penginapan.
Dasar apes, bapak tukang becak memanfaatkan keluguan kami dengan menyarankan penginapan yang belakangan diketahui ternyata "rawan."
Masih dalam ketidaktahuan, kami menikmati pengalaman pertama naik TransJogja menuju Candi Prambanan.
Sepulang dari Prambanan, ketika naik becak buwat keliling-keliling kompleks keraton, barulah kami sadar kami salah cari penginapan (dari perbincangan kami dengan si abang tukang becak).
Beruntungnya kami bertemu dengan orang yang dengan tulus memberi tahu. Tapi tidak dengan tulus sih, ujung-ujungnya si abang tukang becak juga promosi penginapan murah yang lokasinya lebih jauh lagi.
Tidakkkk!!!
Ampun deh! Kita cari sendiri saja lah...

Jumat pagi (15 Agustus) di penginapan yang berbeda (asli beda banget!!!) kami memulai perjalanan kami ke Candi Borobudur.
Dengan modal kenekatan dan SKSD tingkat tinggi kami berangkat.
Okey lah, kita semua pernah ke Borobudur - ikutan study tour. Tapi kalo naik kendaraan umum, anyone knows? No!Mulai dari naik TRansJogja, terminal Jombor, sampai naik bus jurusan Borobudur, asking skill mutlak diperlukan!
Tapi tetep dengan tampang sok tau dan nggak panik (saran tiap orang sih gitu, biar gak jadi sasaran kejahatan katanya).
Hehey, beruntungnya kami!
Meskipun bus yang kami tumpangi reyot dan ngebut buanget itu kami pulang pergi dengan selamat.
Pfiuhh, suer mirip naik rollercoaster. Banting sana banting sini. Dipikir jalan raya punya sendiri kali ya...

Pengalaman yang juga berkesan adalah saat kami menikmati makan malam lesehan di Malioboro.
Karena gak punya referensi tempat makan yang bagus di daerah Malioboro, kami asal pilih aja sesuai dengan menu yang kita suka.
Yup, di sinilah kami bertemu ikon Malioboro yang terkenal itu, para musisi jalanan!
MAkanan masih belum dihidangkan ketika pengamen pertama muncul. Seorang ibu-ibu bawa kecrekan yang nyanyi sebuah lagu Jawa.
Pemusik Malioboro ternyata kalo nyanyi full satu lagu ya? Hihi, baru tau...
Aduh, gak ada uang kecil. Ini aja makan sekalian mau nukar uang. Ada juga recehan, tapi gak banyak.
Terpaksa lah kami kasih yang sedikit itu. Walhasil, tu ibu pergi sambil ngomel-ngomel T_T
Yang kedua, tampangnya masih muda, bawa gitar, dan mulai nyanyi lagu Sheila On 7. Kami sudah tolak dengan halus, tapi masih nyanyi juga. Ya udah dikasih recehan lagi. Eh, uangnya dibalikin.
Ya maap, kan udah gak boleh nyanyi!!!
Santap malam kita berantakan karena buru-buru, takut ada rombongan pengamen satu kompi!

Hari ini...
tiba-tiba kangen suasana itu
BUkan karena pengen kembali
Tapi ingat sebuah keinginan bersama seorang sahabat yang belum tercapai
Masih banyak tempat yang ingin kita jelajahi, sista!

Holiday...holiday...





Pfiuhh, lama nian diriku terbelenggu di dalam dunia tanpa teknologi (apa sichhhh)

Maksudnya gak pernah eksis di blog sendiri gitu:D

Liburan benar-benar bikin hidup sangat tidak produktif. Maunya bermalas-malasan dan otak bersikeras menolak buat berpikir serius.

Hampir sebulan tanpa cerita, dimanakah aku?

Minggu pertama mengunjungi Surabaya, silahturahmi keluarga. Kangen sama keponakan yang lagi lucu-lucunya. Naik bus lewat Lumpur Lapindo yang terkenal itu. Waktu itu pas ada berita munculnya semburan baru di seberang jalan yang bikin satu rumah mewah hilang ditelan bumi. Katanya jalan raya Porong dikhawatirkan ikut-ikutan ambles.

Weits, alhasil sepanjang perjalanan segala macam doa selamat sampai tujuan gak henti-hentinya kubaca.

Minggu kedua, liburan ke Wisata Bahari Lamongan!!

Serunya dapet liburan gratis tis tis. Hehe....

Ini kunjungan kedua ku ke WBL. Niatku cuma satu, pengen liat laut yang sudah lama banget gak pernah ke sana. Lagi males masuk ke tiap wahana n ngantri yang segitu panjangnya.

Sampai sana, cuma naik Shuttle Space, sepeda air, piring terbang, udah. Segitu aja. Ngantrinya gak sanggup!!!

Ada satu yang pengen banget dicoba, tapi belum terkabul: flying fox.

KEliatannya seru, meluncur di atas laut. Tapi ya itu tadi ngantri banget!!!!

Lain kali harus dicoba...

Minggu ketiga

Kembali ke Malang, memenuhi permintaan adek buwat nonton Harry Potter: The Half-Blood Prince. Sebenarnya aku bukan penggemar HarPot sich, tapi buat adek apa sih yang enggak?? xixixi

Harry Potter kok gak seseru yang dulu ya? Apa mungkin karena Daniel Raddcliffe sudah gak seimut dulu? Hehe...

Minggu keempat alias minggu terakhir liburanku

Mengunjungi Surabaya lagi. Kali ini acaranya ultah keponakan tercinta. Abis itu pengen nyebrang ke Madura lewat Jembatan Suramadu.

Asyikkk, akhirnya nyebrang juga. Hehe...

Lumayan 30ribu bolak-balik. Hehe...miskin mendadak beramai-ramai.

Pas sampai di Madura (ujungnya :p), coba-coba wisata kuliner rujak cingur asli di tanah Madura. Serasa di planet mana gitu, gak ngerti logat sana. Cuma senyum-senyum sendiri waktu pak sopir menerjemahkan pesanan kita ke penjualnya.

Enough, gak lagi-lagi deh liburan diperpanjang sampai segitu lama.

Waktunya keluar dari zona kenyamanan, menghadapi kenyataan, dan meraih mimpi.

Thank you, Lord!

Beres-beres buku bekas, tiba-tiba nemu diari jaman dulu kala. Weks, bau debu sih tapi penuh kenangan :)

Ada satu tulisan yang aku suka, dan aku yakin itu bukan buah dari pikiranku. Hehe…

Ehm, sepertinya kata-kata yang aku temukan waktu browsing di internet dulu.

Pesan di dalam tulisan itu bagus, mengajak kita untuk selalu bersyukur dengan apapun keadaan kita sekarang.


Thank you, Lord!

Even though I clutch my blanket and growl when the alarm rings each morning,

Thank you, Lord, that I can hear.

There are those who are deaf.


Even though I keep my eyes tighty closed against the morning light as long as possible,

Thank you, Lord, that I can see.

There are many who are blind.


Even though I huddle in my bed and put off the physical effort of rising,

Thank you, Lord, that I have strength to rise.

There are many who are bedfast.


Even though the first hour of my day is hectic, when socks are lost, toast are burned, tempers are short,

Thank you, Lord, for my family.


Even though our breakfast table never looks like the pictures in the magazine and the menu is at times unbalanced,

Thank you, Lord, for the food we have.

There are so many who are hungry.


Even though the routine of my job is monotonous,

Thank you, Lord, for the opportunity to work.

There are many who have no job.


Even though I grumble and bemoan my fate from day to day, and wish my circumstances were not quite so modest,

Thank you, Lord, for the gift of life


Siapapun yang bikin tulisan ini. It has inspired my life, memberikan secangkir semangat di pagi hari.

Saat Kebutekan Melanda...

Kondisi pertama:
Baca jurnal berbahasa Inggris ampe mata juling, mau makan siang gak ada yang dimakan, coz seisi rumah lagi puasa Rajab. Hwahh, laperrr...

Kondisi kedua:
Akhir-akhir ini lagi hobi banget coba-coba masak. Hehe...
Honestly, segedhe ini tingkat kepintaran memasakku masih di zona merah. Mengkhawatirkan!!

Kondisi ketiga:
Lagi menghindari makan mie instan.
Abis baca bukunya Mbak Meta yang cerita kalo ada pasiennya kena Ca Nasofaring (Kanker Nasofaring) gara-gara sering makan mie instan. Hyahh, gak mau!!

Tapi berhubung udah kadung jatuh cinta sama aneka mie, tetep aja itu ide terbaik buat jadi santapan. Hehe...

Dimulailah proses masak-memasak itu.
Sebenarnya gak ribet. Tinggal ngikuti petunjuk masak nasi goreng, tapi nasinya diganti mie:
- tumis bawang merah dan bawang putihnya
- masukkan mie
- masukkan telur, trus ditambah garam n merica

Voila, makanan pengisi perut siap disajikan! Peduli amat rasanya gimana, yang penting kenyang!!!

But, sebenarnya masih penasaran deh. Perbandingan bawang merah dan bawang putih tu berapa banding berapa sih buat satu porsi?
Rasanya kok ada yang salah di bagian itu ya^^;

Namanya juga masih percobaan, wajar dong rasanya belum nendang. Tapi tetep bertekad buwat menghindari makan mie instan! Tanpa harus berhenti makan mie pastinya...

Ntar deh, nanya mommy resepnya. Nunggu beliau pulang dari plesiran. V^o^V

MaLaNG ExPReS, on time!

Saking enaknya download game, sampai gak tau udah jam 12.30. Pulang ahh, bingung mau ngapain lagi di Malang.
Kereta ke Surabaya jam 12.35 seingatku. Hyahh, telat! Tapi tetep pengen pulangg :(
Yasud, dicoba sajah ke stasiun, sapa tau keretanya telat. *as always*

Buru-buru ke loket kereta Penataran tujuan Surabaya yang masih buka. Sudah pukul 12.47 lagi!
“Bangil,” kataku sambil kasih uang 5ribuan.
“Sudah berangkat.”
Hah? Kok tumben gak telat?

Naik bus ajah kali yah, gak mungkin banget ku nunggu kereta jam 3 sore.

Masih belum beranjak dari stasiun, aku udah ngebayangin capeknya naik bus. Lama n mesti ganti bus dua kali buwat sampai ke Bangil. Ongkosnya? Wuihh, budget jadi naik 4 kali lipat!!!
Sebenarnya, ada satu alternatif lagi. Naik Malang Expres! Sama-sama membengkak 4 kali lipat tapi nyaman n cepet. Itung-itung pengalaman baru juga :). Gak perlu capek gantu-ganti kendaraan lagi. Pengen tidur...

Yasud, akhirnya naiklah aku ke dalam kereta Malang Expres dengan pedenya. Bangga dong, cuma ke Bangil tapi naik kereta kelas bisnis! Hehehe...

Tadi petugas peronnya bilang tempatku di gerbong ketiga dari depan.
1....2....3....yup! Terus cari tempat duduknya sesuai dengan tiket.
Wuihh, keren! Biasanya naik kereta ekonomi rebutan tempat duduk, eh sekarang udah dapat jatah masing-masing. Maklum kelas bisnis ^^;

Belum lama duduk, ada seorang bapak nanya nomor gerbong ke penumpang di sebelahku. Gerbong no.1, katanya. Loh kok?
Pas aku konfirmasi ulang, ternyata yang aku tempati emang gerbong no.1 dan yang di depannya tuh gerbong restorasi. Tiketku? Gerbong no.2. Lah, berarti aku salah tempat???

Duenggg, ternyata lokomotifnya gak diitung juga ya??
*gubrak*
Prinsip “males bertanya, cari tau sendiri ajah”ku gagal total di sini. Hehehe...
Sebelum diriku diusir pemilik tempat duduk yang sebenarnya, lebih baik ku ngacir sajah. Hehehe...

Duduk di gerbong no.2 kursi 2C. Hmmm, moga gak salah lagi :p

Naik Malang Expres ternyata asik juga.
Kursinya empuk! Bersih, gak ada pedagang asongan, cepet, n yang paling penting on time!
Satu lagi: bebas asap rokok. Yippee!!

Belum keluar dari Malang pun, ku sudah tertidur lelap. Zzzzzzzzz

SEReNDiPitY

Definisi: kesanggupan untuk menemukan suatu keterangan dengan tak disengaja waktu mencari sesuatu yang lain

Lagi baca buku The Perfect Business, ada satu bahasan tentang "Serendipity" yang kata penulisnya, Michael Leboeuf, berarti "menangkap yang tak terduga dengan cekatan". Tapi Michael Leboeuf sendiri senang menyebutnya "keberuntungan".

Sebelumnya, pernah juga nonton film berjudul "Serendipity" jaman kuliah dulu (yang akhirnya ditonton lagi gara baca THe Perfect Business ^^). Kisah antara John dan Sara yang tidak sengaja berebut sepasang kaos tangan hitam yang sama di sebuah pertokoan. Karena John merelakan barang itu untuk Sara, Sara menraktirnya di sebuah restoran bernama "Serendipity". Restoran yang dipilih karena alasan namanya yang terdengar bagus dan sesuai dengan namanya: Ketidaksengajaan yang menguntungkan.
Pertemuan yang hanya beberapa jam itu membekas selama beberapa tahun. Keduanya memutuskan untuk mencari satu sama lain, tapi tak ada hasil. Setelah memutuskan menyerah, sebuah "serendipity" mempertemukan kembali mereka melalui selembar uang 5 dolar dan buku bekas yang bertuliskan nama dan nomor telpon keduanya.
Sara sangat percaya bahwa nasib menentukan segalanya dan percaya ketidaksengajaan, sehingga pada awal pertemuan sengaja melakukan permainan dengan cara membeli sesuatu dengan uang 5 dolar itu dan menjual bukunya.
Sara percaya bahwa kalau nasib mengijinkan, kedua benda itu akan kembali dan mereka akan bertemu lagi.

Seperti halnya film Serendipity, banyak penemuan juga sebetulnya berasal dari ketidaksengajaan. Alexander Fleming menemukan penisilin karena pengamatannya yang tidak disengaja, Isaac NEwton yang mencetuskan teori gravitas ketika dia sedang santai di bawah pohon apel, dan tidak sengaja sebuah apel jatuh dari pohon. Atau mungkin permen bolong yang ternyata hasil dari salah cetak.

Semuanya terdengar seperti spontanitas. Sebuah kebetulan yang ternyata menyenangkan.
Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan ini dianggap sebagai sebuah ketidaksengajaan. Mungkin ketika aku membaca buku The PErfect Business juga sebuah ketidaksengajaan aku menemukan kata "serendipity" setelah beberapa tahun yang lalu aku pernah nonton film berjudul sama.

Tapi percayakah kalau semuanya hanya sebuah ketidaksengajaan atau kebetulan? Bukankah di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan?

Anything happens for a reason, right?!?

TErjebak di antara The Jakmania

Sebagai penggila acara olahraga, aku jarang banget nonton sepakbola live on the spot. Bisa dihitung pake jari deh... Jujur! Aku selalu ngeri dengan fanatisme berlebihan yang diperlihatkan masing-masing suporter. Ujung-ujungnya tawuran kalo tim idolanya kalah. Hyah, males kan :(

Tapi seminggu ini tiba-tiba puengen banget nonton langsung. Gara-gara event Indonesian Super League (ISL) buat tim-tim ibukota dipindah ke Malang. Selama seminggu lebih Stadion Gajayana Malang dipakai sebagai stadion tuan rumah untuk tim Persija.

Pertandingan pertama Persija vs Deltras gagal nonton gara-gara aku lagi pulang kampung.
Pertandingan kedua Persija vs Persitara gagal juga karena gak dapet partner nonton. Tapi untungnya gak jadi nonton, coz berakhir dengan sedikit kerusuhan.
Pertandingan ketiga atw yang terakhir Persija vs Persib. Wajib nonton!!!

Kenapa pengen banget nonton Persija? Karena di sana ada pemain idolaku, Bambang Pamungkas. Gak mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depan mata. Ya, kan? Kesempatan belum tentu datang untuk kedua kalinya.
Kalo pertandingannya di Jakarta atw Bandung (homebase masing-masing tim), aku gak bakal berani buat nonton live. Besar kemungkinan bakal rusuh! Mereka kan, musuh bebuyutan...

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba (Rabu malam kemarin), persiapan sudah siap!! Meskipun hujan rintik-rintik turun di bumi Malang, tapi semangat nonton tetap tinggi. Biarin lah hujan-hujan dikit, yang penting liat Persija :)
Sampai di dalam stadion, tidak disangka tidak diduga, kami (aku, mbak Emby, dan Ucul) berada di tribun tempat The Jakmania (fans Persija) berkumpul. Hyahh, ngeri!!! Yel-yelnya itu kreatif sich, cuma kayak ngajak berantem!
Mungkin karena Persija sudah seminggu di Malang, suporter yang mendukung pun buanyak banget. Sebagian stadion berubah warna oranye.

Ini yang namanya tiga wanita terjebak di sarang penyamun! Hehe...

Meskipun dengan perasaan yang harap-harap cemas, kita tetap bertahan di situ, di antara suporter Arema yang ikut-ikutan meramaikan pertandingan ISL terakhir itu.
Melelahkan, karena hujan yang membasahi tribun tanpa atap tempat kami berdiri menjadi becek (plus gak ada ojek! Hehe). Alhasil sepanjang pertandingan kami saksikan dengan berdiri.
Gak sepanjang pertandingan sih. Karena hujan yang semakin lebat, memaksa kita untuk pulang sebelum waktunya. Kami akhirnya keluar dan berharap semoga Persija menang dan tidak berakhir rusuh.

Eh, ternyata nasib baik tidak berpihak pada Persija. Mereka kalah 2-1. Yasud lah, namanya juga pertandingan. Ada yang menang dan ada yang kalah. Hiks, tapi kekalahan tetap saja menyakitkan.

My thanks to mas Aremania (gak tau namanya ^^) yang sudah membuat tiga wanita nekat ini aman bersamamu. Meskipun tak sempat bertukar nama, it’s been nice to meet you...

Well, I’m ready for the next unforgettable moment!

Kaka, why should you go?

Akhirnya terjawab sudah teka-teki, kemana Kaka akan berlabuh. It's Real Madrid, yang menjadi klub beruntung mendapatkan pemain favoritku ini.

Hwahh, rasanya gak rela...gak rela...
Kaka takkan lagi berseragam merah hitam. Hikshikshiks

Saat ini Kaka adalah the most expensive football player in the world. Mengalahkan rekor Zinedine Zidane dengan transfer sebesar 68m euros. Tak ada lagi spekulasi dia mau bertahan di Milan atau akan pindah ke Inggris - lupakanlah wahai klub-klub Inggris, Kaka milik Real MAdrid sekarang!!

Tak mampu lagi berkata-kata. Tetap belum merelakannya.... T_T

Bakmi Cak Kribo, akhirnya....


Kalo inget-inget perjalanan cari warung bakmi dan bakso Solo Cak Kribo, jadi gak habis pikir. Apa coba? Kelaperan? Gak mungkin lah. Kalo laper gak mungkin aku cuma berdua sama mbak Emby - mbak kos tersayang, tsahh - jauh-jauh nyebrang jalan SuHat yang extremely rame banget di sore hari. Trus naek angkot ke daerah Pasar Blimbing dan nyebrang jalan lagi hanya untuk semangkuk bakmi ayam+bakso+ceker 6000 perak. Kalo laper beli aja nasi padang di sebelah kosan. Ngapain jauh-jauh ke sana?

Sepanjang perjalanan pulang tak henti-hentinya kita berdua menertawakan wisata kuliner kita hari itu. Udah mirip orang hamil yang lagi ngidam tau gak. Gak bisa ditunda!

No, no, no, bukan aku yang lagi ngidam. belum waktunya! Mbak Emby mungkin. Hwahaha

Semua ini gara-gara Ucul, adik kosku, yang promosi kalo bakmi Cak Kribo itu uenak banget. Eh, giliran minta diantar ke sana, si Ucul sibuk banget sama tugas-tugasnya. :(

Eh, tiba-tiba tercetus ide ke sana naek angkot saja lah. Daripada perut kaku gara-gara penasaran (mau nulis mati penasaran kok serem ya. Hihi). Segitu kuatnya keinginan, sampai lupa kalo kita berdua takut banget nyebrang jalan. Apalagi di sore menjelang malam, para kendaraan itu hanya terlihat sorot lampunya saja. Klop deh bertaruh nyawa demi semangkuk bakmi. :)

Tapi mungkin bener kali ya, kalo dalam diri setiap orang tersimpan naluri untuk menjadi seorang hero. Misalnya, naluri kita untuk memberi sedikit uang untuk pengemis, merasa iba dan berharap pertolongan kita dapat membantunya. Meskipun tidak bermaksud sombong, tapi pasti ada rasa lega dan bangga. Ngomong apa sihhhh, Phiet!!!

Intinya...Uphiet seketika berubah menjadi pahlawan penyeberang jalan. Teng...Teng...Teng...(pake backsoundnya Satria Baja Hitam).

Meskipun saat itu, deg-degan gak karuan dan suerr ngeri abiss. Motor-motor berkejaran di jalanan, udah gak peduli ada orang yang pucat pasi takut ketabrak.

Bakminya?
Setelah perjalanan panjang menerjang bahaya (tsah, bahasanya...), ternyata tak mengecewakan. Rasanya nendang! Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda. Lah??
Saking enaknya,sampai ceker di mangkuk mbak Emby loncat keluar. Eits, ati-ati kalo makan! Semangat amat mbak Emby nich :)

Mulai sekarang udah nambah satu lagi list favorit wisata kuliner di Malang:
Bakmi Cak Kribo...
Bakso bakar...
Siomay Pasar Pagi...
Serabi imut...

Terus...terus aja, Phiet! Makan terus...

Selamat Hari Anak!

Lagi denger anak kecil di depan rumah, nangis. Kencengg banget!!!
Gara-garanya dia dititipin di rumah sang nenek.
Tiap pagi, kejadiannya akan selalu berulang: si anak berteriak-teriak pingin ikut, sang nenek berusaha menahan, sementara ayah dan ibunya berangkat kerja.
Kasiann banget. Gak tega liat anak kecil teriak-teriak ampe serak gitu. Gak ada bujukan, gak ada rayuan. Hanya bentakan dan paksaan.

Children spell love with T-I-M-E

Mereka gak peduli ayah dan ibu kerja siang malam demi mereka. Mereka gak tau atau mungkin gak mau tau.
Ketika ayah dan ibu ada dan punya waktu untuk menemani mereka, saat itulah mereka mengerti bahwa ayah dan ibu mencintai mereka.

A lil’ bit late, but: Selamat Hari Anak, kids!

Smoking Area

Ada yang baru dengan Stasiun Kota Baru Malang. Di sebelah selatan tempat tunggu penumpang, tepatnya di depan toilet umum, ada 2 bangku berhadap-hadapan. Trus, ada semacam baskom besar di tengah-tengahnya. Kalo kita liat sedikit ke atasnya, ada tulisan “Daerah MErokok” dengan papan petunjuk warna oranye.
Kalo selama ini smoking area di tempat umum berupa bilik kaca, yang satu ini dibiarkan di tempat terbuka.

Sebenarnya ga mau bilang kurang tepat. It’s okey lah, karena masih ada niatan baik untuk menyelamatkan nyawa perokok pasif. Tapi kalo bisa di area lain juga diberi peringatan “Dilarang Merokok” atau ada petugas yang memperingatkan para perokok untuk merokok di tempat yang benar.

Habiss, susah banget buat menyadarkan para perokok itu bahwa asap yang mereka keluarkan bisa membunuh orang lain secara perlahan :(

Selamatkan masa depan bangsa dari asap rokok, please...

Once upon a time on a bridge

Kejadiannya udah lama banget. Jaman masih kuliah semester awal. Jaman-jamannya tiap minggu masih ngerasa homesick, belum klop kalo tidak pulang ke kampung halaman.
Biasanya Jumat sore, abis kuliah terakhir langsung cepet2 balik ke kosan, packing, n cabut!! Sebenarnya di depan kosan ada angkot ADL yang langsung meluncur ke terminal bus Arjosari. Tapi rutenya itu loh, muter2 ga jelas, ampe ketiduran saking lamanya.

Aku prefer naik angkot ABG yang biasanya mangkal ga jauh dari Poltek. Tinggal jalan bentar lewat jembatan SuHat (Sukarno-Hatta), abis itu langsung deh naik ABG.
Pas lewat jembatan SuHat, aku ketemu bapak2 – seorang bapak maksudnya – lagi kebingungan. Katanya sih abis kecopetan dan ga bisa pulang ke rumah. Niatnya negur aku waktu itu buat nanya jam berapa n minta bantuan sedikit uang buat ongkos pulang.

Ga tau kenapa – mungkin waktu itu lagi banyak pikiran atw belum terketuk aja hatinya – aku bilang ga bisa bantuin. Sesuatu yang aku sesali ampe sekarang :(
Waktu itu sempat kepikiran sapa tau bapak itu mau nipu? Atw kalo aku ajak bareng sekalian – karena kebetulan searah, tu bapak ngaku rumahnya di Pandaan – bisa diapa-apain? Atw jangan2 bapak ini salah satu acara menguji kebaikan orang2 yang waktu itu lagi happening? Pokoknya yang aku lakui waktu itu self defence. Jangan2...

Tapi gara2 ga nolong juga, sepanjang perjalanan jadi kepikirann :(. Jangan2 bapak itu emang butuh pertolongan? Gimana dong kalo iya...

Bener sih, aku bukan siapa2 bapak itu. Why do I care? Tapi coba pikir kalo kita dalam posisi tu bapak. Sakit hati ga dicuekin orang? Merana, merana deh.

Suatu hari aku harus lebih peka terhadap sekitar. Bantuan diperlukan untuk menolong orang yang membutuhkan. Ga perlu deh kita mikir jangan2 ni orang nipu atw prasangka buruk lainnya. Itu sih urusan orang yang bersangkutan dengan Sang Pencipta.

Kita cukup memberi, memberi dengan ikhlas...

Menjadi GeneRous...

Semakin banyak memberi, semakin banyak kembalinya. Sama halnya dengan pernyataan bahwa ‘apa yang kita berikan, akan kembali kepada kita.’
Kalau begitu kita seharusnya memberi, memberi, dan terus memberi jika kita ingin mendapat apa yang kita inginkan.
Dalam keadaan sedang sedih, tertekan, dan marah; memberi adalah sesuatu hal yang kita butuhkan. Tidak harus kaya untuk bisa memberi.

Beri orang lain senyuman, jika kita menginginkan kebahagiaan
Hibur orang lain yang kesusahan agar kita sadar bahwa kita masih lebih beruntung dari

orang lain
Beri orang lain kata maaf agar hati kita tidak tertutup amarah
Apakah semua itu butuh biaya?

Mulailah sekarang! Mulailah dengan tersenyum!
Siapa tahu senyuman kita akan mengangkat beban kesedihan orang lain.
Tersenyumlah! Maka dunia akan tersenyum kepadamu...

- UPHIÊT –

FavouriTe QuoTAtion

A dream is a wish your heart makes
Mario Teguh

IMPIAN itu berasal dari hati, sesuatu yang benar-benar kita inginkan untuk terwujud.
IMPIAN itu bukan keinginan sesaat yang tiba-tiba muncul di benak kita.
IMPIAN itu adalah sesuatu yang semestinya harus kita capai dalam kehidupan.

Ibarat sebuah perjalanan, impian adalah tujuan. Pilihan jalan, lamanya perjalanan, dan kendaraan yang dipakai tergantung kita.
Jika kita ingin sampai tujuan dengan cepat, kita sebaiknya memilih jalur yang paling pendek, tidak macet, tidak mampir-mampir, dengan kecepatan maksimum, dan kendaraan yang handal.
Ibarat perjalanan, impian bisa cepat terwujud jika kita memilih untuk fokus, kerja keras, pantang menyerah, dan berada di jalur yang tepat.
- UPHIÊT –