I'm Stuck!

Di dalam kereta PEnataran tujuan Surabaya.
Gelap dan tak bergerak.
Sudah satu jam lebih, tak ada tanda2 kereta tua ini mau merangkak maju.
Langit sudah memanggil maghrib, saat ku tau kereta ini tak berkepala...

BEIJING SUBWAY, KERETA BERTARIF RP 2400 !


Agak terlalu berkhayal kalo membayangkan kereta api di Indonesia bisa berjalan cepat, tepat waktu, dan nyaman. Apalagi dengan tarif murah!

Shock, waktu pertama kali baca artikel ini di Jawa Pos!

Gila! Hari gini ada ya yang ngalahin tarif murah kereta api Penataran???

Apalagi kalo qta baca artikel itu sampai ending-nya

Ckckck, kereta ini sich nggak bisa dibandingin gitu aja dengan kereta api-kereta api kelas ekonomi yang bertebaran di tanah Jawa dan Sumatera sekalipun.

Beijing Subway, yang sesuai namanya beredar di Beijing, China. Jauh deket tarifnya sama, 2 yuan alias 2400 rupiah.

Sistemnya mirip dengan TransJogja yang beberapa waktu lalu sempat qcoba di Jogja. Muter2 sampai puyeng, ganti jalur berkali-kali, diem bengong di kereta, atau naik turun di banyak stasiun, asal nggak keluar dari stasiun, tarifnya tetep sama, 2 yuan!

Kalo liat dari gambarnya, Beijing Subway bisa dibilang bukan kelas ekonomi kalo munculnya di Indonesia. Kesannya nyaman banget! Mirip dengan kereta2 yang sering qliat di drama2 Jepang. Meskipun nggak seluruh gerbong dipenuhi tempat duduk seperti di Kereta Penataran, space buat berdiri pun rasanya nyaman. Mungkin lebih mirip kereta dalam kota di Jakarta kali ya? Bersih, nggak ada pedagang asongan berkeliaran, dan fasilitasnya masih layak pakai banget.

Dan yang paling penting, Beijing Subway jalurnya di bawah tanah! Jadi nggak ada sangkut pautnya sama transportasi darat lainnya dan nggak akan pernah ada kejadian kereta bertabrakan dengan kendaraan lain, seperti yang sering terjadi di Indonesia.

Duh, mimpi banget, transportasi kereta di Indonesia bisa sekeren ini! L

Mungkin nggak perlu seekstrim berubah menjadi seperti Beijing Subway.

Mungkin perbaikan fasilitas dan ketepatan waktu akan jauh lebih diapresiasi oleh masyarakat umum.

Begitu, kan?