The Champion is.....


Ups, masih ngantuk banget, mata cuma tersisa 5 watt

But I desperately love this day............

Champione El Matador at EURO 2008!

Train Lover

Kereta api di Indonesia bisa dibilang jauuuuuh banget dari kata “layak”
Tapi kalo disuruh milih naek bus atau kereta api. I will choose the last one!
Nggak tau kenapa, meskipun penampilan kereta api di negara kita kesannya kumuh dan nggak layak pakai. I always enjoy my trip with train.
Suasananya beda aja....
Selain murah (karena nggak terpengaruh kenaikan BBM :p), naek kereta itu bikin tenang, n nggak takut bakal nyasar. Karena kereta berhenti di tiap stasiun.
Naek kereta tu anti macet tapi juga harus sabar banget. Jangan bayangin deh bakal tepat waktu dan datang tiap lima menit seperti kereta2 keren di luar negeri sono.
Sesekali emang pernah tepat waktu (sekalinya itu bikin aq cinta mati sama kereta!).
Kadang juga tiba tepat waktu, tapi lamaaa banget nunggu buat berangkat. Entah itu masih memperbaiki rem atau gara2 nunggu kereta lain tiba di stasiun. Jalurnya harus gantian dengan kereta lain!!
He...maklum aja kereta yang biasa kunaiki ini adalah kereta ekonomi yang jalurnya padat banget.
Belum lagi ditambah kerusakan yang kadang2 melanda si kepala kereta alias lokomotif pas di tengah perjalanan.
Pffiuhh, makan lamaaa aja hidup di kereta!!

Sebenernya teman2 juga pernah protes, kenapa sih nggak naik bus aja yang tiap penuh langsung berangkat? Nggak buang2 waktu buat nunggu.
Ehmmm, jujur trauma naik bus, nggak kuat sama macetnya. Apalagi gara2 Lumpur Lapindo itu. Daripada buang2 waktu di bus yang pemandangannya itu2 aja, aq lebih suka duduk di stasiun, berimajinasi tentang sesuatu dan berinteraksi dengan orang baru.
Dan selama 4 tahun kehidupan kuliahku dipenuhi dengan pengalaman2 naik kereta yang beda2, aku merasa kaya pengalaman. Maksudnya pengalaman naek kereta :)
Pernah sekali ngerasain kalau naik kereta itu asyik banget, nyaman, n tenang. Biasanya sih pas kereta lagi sepi, datang tepat waktu, dapat tempat duduk, n jalannya nggak lambat. Pernah juga kesal banget gara2 datang telat, rame, n harus berdiri. Dunia rasanya berputar lambat banget!
Naek kereta selama masa kuliah di Malang ini, aq jadi punya banyak teman. Orang yang sama2 bengong nunggu kereta, para pekerja penghuni gerbong belakang (biasanya sih pegawai PJKA juga), pedagang asongan, sampe pengamen kereta.
Itu yang nggak aku dapet pas naek bus, karena berangkatnya yang nggak punya jadwal.
Kadang kalau lagi pengen sendiri, duduk di dekat jendela yang kebanyakan udah retak gara2 dilempar batu dari luar (gimana kalo kena orang ya?), nggak menghiraukan suasana di dalam kereta, pemandangan di sepanjang jalur kereta bikin mata kembali seger.
Hijauuu banget! Lewat area persawahan, hutan2 kecil, sungai2, n kadang2 terbentur pemandangan tidak mengenakkan yaitu rumah2 kumuh yang memang tidak sedikit berderet di sepanjang rel.
Aq jadi punya ide, gimana kalo sekali2 para pejabat tu naek kereta, biar bisa liat kondisi sebenarnya rakyat Indonesia yang masih banyak banget terlilit kemiskinan. Bukannya naek mobil mewah melintasi gedung2 tinggi pencakar langit. Hello? Di atas langit masih ada langit, begitu pun sebaliknya!

Berharap banget someday kereta Indonesia bakal mengalami kemajuan sehingga jadi public transportation yang nyaman. Sering mengkhayal bisa menikmati perjalanan dengan nyaman karena udara yang nggak pengap, bau tak sedap toilet yang nggak lagi tercium, tanpa asap rokok, pencahayaan terang. Pokoknya nyamannn banget!
I know, apa sih yang bisa didapat lebih dari tarif 3500 rupiah? Tapi kan setidaknya membuat rakyat Indonesia lebih berhemat.
Siapa tau suatu saat nanti orang prefer naek kendaraan umum daripada naek kendaraan pribadi. Itung2 mengurangi kemacetan, polusi, n beban hidup gara2 kenaikan BBM.

Ya enggak sich?