AC Milan Back to The Track

Kemenangan 1-0 AC Milan atas Napoli membawa Rossoneri ke puncak klasemen sementara.
Setidaknya AC Milan kembali menemui takdirnya sebagai klub sepakbola Italia yang paling layak menjadi yang terbaik :)
Mengembalikan kepercayaan para milanisti bahwa AC Milan memang layak diidolakan.
Semoga kejayaan AC Milan bertahan lama dan juga menemui takdirnya yang lain: kembali ke Liga Champions!

MEskipun meninggalkan satu pertanyaan: Perlukah membawa David Beckham ke San Siro?

I'm Stuck!

Di dalam kereta PEnataran tujuan Surabaya.
Gelap dan tak bergerak.
Sudah satu jam lebih, tak ada tanda2 kereta tua ini mau merangkak maju.
Langit sudah memanggil maghrib, saat ku tau kereta ini tak berkepala...

BEIJING SUBWAY, KERETA BERTARIF RP 2400 !


Agak terlalu berkhayal kalo membayangkan kereta api di Indonesia bisa berjalan cepat, tepat waktu, dan nyaman. Apalagi dengan tarif murah!

Shock, waktu pertama kali baca artikel ini di Jawa Pos!

Gila! Hari gini ada ya yang ngalahin tarif murah kereta api Penataran???

Apalagi kalo qta baca artikel itu sampai ending-nya

Ckckck, kereta ini sich nggak bisa dibandingin gitu aja dengan kereta api-kereta api kelas ekonomi yang bertebaran di tanah Jawa dan Sumatera sekalipun.

Beijing Subway, yang sesuai namanya beredar di Beijing, China. Jauh deket tarifnya sama, 2 yuan alias 2400 rupiah.

Sistemnya mirip dengan TransJogja yang beberapa waktu lalu sempat qcoba di Jogja. Muter2 sampai puyeng, ganti jalur berkali-kali, diem bengong di kereta, atau naik turun di banyak stasiun, asal nggak keluar dari stasiun, tarifnya tetep sama, 2 yuan!

Kalo liat dari gambarnya, Beijing Subway bisa dibilang bukan kelas ekonomi kalo munculnya di Indonesia. Kesannya nyaman banget! Mirip dengan kereta2 yang sering qliat di drama2 Jepang. Meskipun nggak seluruh gerbong dipenuhi tempat duduk seperti di Kereta Penataran, space buat berdiri pun rasanya nyaman. Mungkin lebih mirip kereta dalam kota di Jakarta kali ya? Bersih, nggak ada pedagang asongan berkeliaran, dan fasilitasnya masih layak pakai banget.

Dan yang paling penting, Beijing Subway jalurnya di bawah tanah! Jadi nggak ada sangkut pautnya sama transportasi darat lainnya dan nggak akan pernah ada kejadian kereta bertabrakan dengan kendaraan lain, seperti yang sering terjadi di Indonesia.

Duh, mimpi banget, transportasi kereta di Indonesia bisa sekeren ini! L

Mungkin nggak perlu seekstrim berubah menjadi seperti Beijing Subway.

Mungkin perbaikan fasilitas dan ketepatan waktu akan jauh lebih diapresiasi oleh masyarakat umum.

Begitu, kan?

Indah pada Waktunya

Akhirnya beli buku juga!!!
Fiuhh, setelah berbulan2 puasa melirik Gramedia dan hanya dengan rasa penuh penderitaan memandangi buku favorit dari kejauhan saja.
Hiks, ternyata saat2 paling menyiksa dalam hidupku adalah berdiam diri terlalu lama tanpa bacaan baru!
Finally, penderitaan itu berakhir juga!
Sebenarnya bukan buku favorit yang telah lama diincar, malah lebih pada love at first sight to that book!
Akhir2 ini skripsi telah menyihirku menjadi orang yang tak teratur. Tidak bisa berkembang karena ketika sedikit berbelok, maka perasaan bersalah karena menunda skripsi segera melanda. Liburan ke Jogja pun sering kali terusik dengan skripsiku yang terbengkalai di rumah. Skripsi memang belum sepenuhnya tuntas, tapi sedang memberi sedikit space untuk bernafas lega. Setidaknya tinggal revisi di akhir.
Kick Andy episode “Lentera Jiwa” telah membuatku terusik di zona nyaman yang selama ini membuaiku. Aku jadi sering merenungi diri dan berkata “Why?”. Kenapa sih di saat2 yang seperti ini? Jadi agak takut buat segera lulus. “What will I do next?”
Tarikan nafas panjang dan dalam frekuensinya menjadi lebih sering.
Ingin rasanya untuk segera menyusul teman2 angkatanku yang satu per satu telah meninggalkan kampus dan memulai karir mereka yang perdana. Ngebet malah!!
Tapi setelah itu apa? Kerja kantoran? Punya gaji? Terus apa?
Kalau diputar kembali ke awal sebelum memilih kuliah. Akuntansi tidak ada di dalam agenda perjalanan hidupku. Seingatku waktu SMA, jurusan seperti Hubungan Internasional, Komunikasi, atau Sastra Inggris menjadi hal yang lebih menarik dari pada ilmu-menghitung-uang-orang-lain itu.
Beberapa hal yang selalu konstan menjadi daya tarik dalam perjalananku adalah: buku, budaya, perjalanan (traveling), dan bahasa.
Saat ini tengah memaksa menyelesaikan tanggung jawab terhadap orang tua (seperti kara Demian), menyelesaikan skripsi. Mungkin, setelah ini memang akan mencoba untuk memulai kerja kantoran. Setidaknya untuk mengumpulkan modal untuk sesuatu yang saat ini masih samar, dan pastinya untuk membalas budi ibu tercinta.
Eitss, kembali ke buku. Tiba2 jatuh cinta pada buku Ciao Italia! yang menulis perjalanan seorang Indonesia yang menjadi penduduk sementara di sana.
Buku ini akan melengkapi koleksiku yang memang didominasi sesuatu yang berbau traveling, entah itu novel atau kisah perjalanan seperti ini.
Aku tidak tau pasti, tapi yakin puzzle2 yang berserakan akan segera terkumpul entah kapan, tergantung seberapa keras usahaku. Tapi semuanya ini mungkin memang berhubungan dengan apa yang aku inginkan.
Seperti lagunya Delon kan? Semua itu pasti akan indah pada waktunya!

JOGJA

Jogja itu…asli
Jogja itu...ya Jogja
Dengan segalanya yang masih khas, jauh dari modernisasi yang berlebihan, Jogja tetap tempat yang nyaman untuk berlibur.
Berjalan kaki sepanjang bentangan Malioboro, Stasiun Tugu-Benteng Vredeburg selalu meninggalkan kesan Jogja yang begitu hidup di malam hari.
Pegel2 pasti terbayar dengan serunya tawar-menawar di sepanjang trotoar yang menjual berbagai souvenir khas Jogja.
Itu buat yang laper mata dan berjiwa belanja tinggi :p
Blusukan Pasar Beringharjo di sore hari semakin menggoda mata pebelanja. Sekilas pasar ini mirip Pasar Besar Malang di lantai dua. Deretan penjual sandang beraroma batik membuat kaki seakan tidak pernah berhenti melangkah
Pfiuhh, kalo ada yang jual kaki cadangan, aku mau pesen sepasang!
Malioboro takkan pernah habis dijelajahi dalam semalam, apalagi kebanyakan toko dan lapak pinggir jalan mulai berkemas pukul 9 malam. Hanya menyisakan berderet warung lesehan dengan para musisi jalanan mereka.
Mungkin bagi para traveler wanita akan lebih aman dan nyaman untuk menikmati Malioboro dari dalam McD Mal Malioboro. Bukannya promosi, sekedar cari aman dari kemungkinan kejahatan, karena ada security yang berjaga.

Jogja semakin seru dengan adanya TransJogja.
Yup, kendaraan yang satu ini emang saudara muda TransJakarta itu!
Cukup bayar 3000 perak, keliling Jogja sepuasnya!
Pertama kali naik TransJogja, langsung jatuh cinta!
Apalagi petugas di shelter dan di dalam bus selalu dengan senang hati menunjukkan rute yang harus kita tempuh.
Maklum waktu itu kita cuma modal nekat berangkat ke Prambanan!
Mau ke Prambanan atau Terminal Jombor (ke Borobudur), rute yang ditempuh dibuat mengelilingi Jogja.
Mungkin emang sengaja ya supaya wisatawan bisa tau seluruh Jogja.
Jauh tapi seru! Fasilitas TransJogja yang berfungsi baik (AC) membuat perjalanan menyenangkan.
Apalagi keinginan kami buat tau lebih banyak tentang Jogja sedikit banyak telah kesampaian.
AmPlas (Ambarukmo Plasa), UGM, Gembira Loka, MonJaLi (Monumen Jogja Kembali), Stasiun Tugu, telah kita lewati meskipun tak sempat mampir.

PENGALAMAN TERBURUK: naik becak (karena sesuatu yang tidak perlu diingat!!)
PENGALAMAN TERBAIK: Borobudur masih yang terbaik! (meskipun bukan di Jogja J)
HAL YANG TIDAK KESAMPAIAN: Naik kereta api ke Jogja
Soto Sulung Stasiun Tugu
Ke Kota Gede
Jogja seru! Dengan teman seperjalanan yang juga seru! Dengan penginapan yang...akhirnya nyaman!
I’ll be back for the next experience!
Mungkin untuk menikmati Soto Sulung sebelum kembali dengan kereta api....
JOGJA, I’LL BE BACK!

Seseorang Dilahirkan , Pasti untuk Suatu Tujuan!

Dunia ini ibaratnya hukum sebab-akibat.
Sesuatu ada pasti karena ada penyebabnya, dan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini pasti ada konsekuensinya di kemudian.
Setiap manusia hidup dengan tujuan.
Dari kecil, kita dibiasakan untuk punya tujuan.
Karena itu, kita pasti ingat waktu kecil sering ditanya:
”Besok gedhe mau jadi apa?”
Atau, ”Cita-citanya apa?”
Ehm, jawabannya kalo nggak jadi dokter, insinyur, atau mungkin presiden. Tapi anak sekarang banyak yang pingin jadi penyanyi atau pemain sinetron :)
Entahlah!
Hidup itu tujuan!
Entah itu cita-cita atau mimpi yang lainnya.
Seseorang pasti memiliki pandangan hidup yang akan mereka jalani, mungkin hanya untuk satu jam ke depan, atau seminggu nanti.
Tidak akan berharga hidup seseorang tanpa berpikir maju. Ya kan?
Ehm, kira-kira tujuanku dalam hidup ini apa ya?

“Ide itu seperti mimpi, akan memudar ketika matahari menampakkan sinarnya”

Yup! Betul banget!
Itulah gunanya catatan
Dosenku pernah mengatakan bahwa jangan sekali-kali kita percaya pada ingatan kita.
Catat! Selalulah mencatat!
Ide bisa muncul kapanpun, bahkan sering saat kita sedang bersantai dan tidak ingin berpikir penting.
Banyak orang selalu yakin bahwa mereka akan selalu ingat akan ide yang mereka pikirkan/muncul.
Tapi sayang, banyak juga orang yang tertipu oleh pikiran mereka masing-masing.
Di dunia ini banyak hal yang terjadi dan mempengaruhi hidup kita, seperti halnya pikiran kita.
Setiap detik, pikiran manusia selalu terjaga.
Sadar atau tidak sadar, banyak hal yang terekam dalam pikiran kita.
Tapi, seperti halnya istilah ”masuk kuping kanan keluar kuping kiri”, banyak hal yang juga terhapus ketika hal baru masuk di pikiran kita.
So, mari mencatat!

The Champion is.....


Ups, masih ngantuk banget, mata cuma tersisa 5 watt

But I desperately love this day............

Champione El Matador at EURO 2008!

Train Lover

Kereta api di Indonesia bisa dibilang jauuuuuh banget dari kata “layak”
Tapi kalo disuruh milih naek bus atau kereta api. I will choose the last one!
Nggak tau kenapa, meskipun penampilan kereta api di negara kita kesannya kumuh dan nggak layak pakai. I always enjoy my trip with train.
Suasananya beda aja....
Selain murah (karena nggak terpengaruh kenaikan BBM :p), naek kereta itu bikin tenang, n nggak takut bakal nyasar. Karena kereta berhenti di tiap stasiun.
Naek kereta tu anti macet tapi juga harus sabar banget. Jangan bayangin deh bakal tepat waktu dan datang tiap lima menit seperti kereta2 keren di luar negeri sono.
Sesekali emang pernah tepat waktu (sekalinya itu bikin aq cinta mati sama kereta!).
Kadang juga tiba tepat waktu, tapi lamaaa banget nunggu buat berangkat. Entah itu masih memperbaiki rem atau gara2 nunggu kereta lain tiba di stasiun. Jalurnya harus gantian dengan kereta lain!!
He...maklum aja kereta yang biasa kunaiki ini adalah kereta ekonomi yang jalurnya padat banget.
Belum lagi ditambah kerusakan yang kadang2 melanda si kepala kereta alias lokomotif pas di tengah perjalanan.
Pffiuhh, makan lamaaa aja hidup di kereta!!

Sebenernya teman2 juga pernah protes, kenapa sih nggak naik bus aja yang tiap penuh langsung berangkat? Nggak buang2 waktu buat nunggu.
Ehmmm, jujur trauma naik bus, nggak kuat sama macetnya. Apalagi gara2 Lumpur Lapindo itu. Daripada buang2 waktu di bus yang pemandangannya itu2 aja, aq lebih suka duduk di stasiun, berimajinasi tentang sesuatu dan berinteraksi dengan orang baru.
Dan selama 4 tahun kehidupan kuliahku dipenuhi dengan pengalaman2 naik kereta yang beda2, aku merasa kaya pengalaman. Maksudnya pengalaman naek kereta :)
Pernah sekali ngerasain kalau naik kereta itu asyik banget, nyaman, n tenang. Biasanya sih pas kereta lagi sepi, datang tepat waktu, dapat tempat duduk, n jalannya nggak lambat. Pernah juga kesal banget gara2 datang telat, rame, n harus berdiri. Dunia rasanya berputar lambat banget!
Naek kereta selama masa kuliah di Malang ini, aq jadi punya banyak teman. Orang yang sama2 bengong nunggu kereta, para pekerja penghuni gerbong belakang (biasanya sih pegawai PJKA juga), pedagang asongan, sampe pengamen kereta.
Itu yang nggak aku dapet pas naek bus, karena berangkatnya yang nggak punya jadwal.
Kadang kalau lagi pengen sendiri, duduk di dekat jendela yang kebanyakan udah retak gara2 dilempar batu dari luar (gimana kalo kena orang ya?), nggak menghiraukan suasana di dalam kereta, pemandangan di sepanjang jalur kereta bikin mata kembali seger.
Hijauuu banget! Lewat area persawahan, hutan2 kecil, sungai2, n kadang2 terbentur pemandangan tidak mengenakkan yaitu rumah2 kumuh yang memang tidak sedikit berderet di sepanjang rel.
Aq jadi punya ide, gimana kalo sekali2 para pejabat tu naek kereta, biar bisa liat kondisi sebenarnya rakyat Indonesia yang masih banyak banget terlilit kemiskinan. Bukannya naek mobil mewah melintasi gedung2 tinggi pencakar langit. Hello? Di atas langit masih ada langit, begitu pun sebaliknya!

Berharap banget someday kereta Indonesia bakal mengalami kemajuan sehingga jadi public transportation yang nyaman. Sering mengkhayal bisa menikmati perjalanan dengan nyaman karena udara yang nggak pengap, bau tak sedap toilet yang nggak lagi tercium, tanpa asap rokok, pencahayaan terang. Pokoknya nyamannn banget!
I know, apa sih yang bisa didapat lebih dari tarif 3500 rupiah? Tapi kan setidaknya membuat rakyat Indonesia lebih berhemat.
Siapa tau suatu saat nanti orang prefer naek kendaraan umum daripada naek kendaraan pribadi. Itung2 mengurangi kemacetan, polusi, n beban hidup gara2 kenaikan BBM.

Ya enggak sich?

First Experience Baca Komik

Sebagai orang yang punya hobi baca, aku tergolong orang yang anti baca komik.
Alasannya simple, buat aku baca komik itu membatasi imajinasi.
Karena dengan adanya gambar, kita tidak perlu mereka-reka situasi ceritanya. Yup, rasanya nggak bebas aja.
Untuk waktu yang lama aku bertahan dengan argumen itu dan terus bertanya-tanya kenapa banyak orang seneng banget baca komik. Bagiku, komik nggak membuat imajinasiku berkembang.
Kemarin akhirnya aku baca komik (after a long time ago!).
Komik yang tidak sengaja kulihat di tumpukan buku teman sekosku.
Wkwkwk, aku terkaget dengan kenyataan yang ada:
AKU NGGAK BISA BACA KOMIK!!
Baru buka halaman pertama aja, sudah bingung. Ternyata aku baca komik terbalik dari belakang ke depan.
Ckckck, pikirku emang covernya sengaja dibuat begitu (mirip buku Shit Happens! gitu), tapi ternyata aku emang salah.
Ternyata komik sekarang tu modelnya mirip buku-buku berbahasa Arab, beda dengan common books yang ada. Bacanya juga dari kanan ke kiri.
Heh, di dunia ini apa cuma aku ya yang nggak bisa baca komik?
First impression: baca komik? Boleh juga!

Today's Quote

Ga sengaja baca Kompas edisi kemarin dan baca falsafah hidup seorang Sukamdani Sahid Gitosardjono, pemilik Sahid Group:
"Urip iku nguripi. Hidup itu menghidupi. Kita bukan saja harus mampu menghidupi diri sendiri, tetapi juga orang lain. Paling sedikit menghidupi keluarga, sebisa mungkin sebanyak-banyaknya orang."
I realized one thing!
Mungkin aku salah memaknai falsafah itu, tapi aku jadi sadar bahwa pengejaran cita-cita dan mimpiku selama ini adalah tentang keegoisan diri, pencapaian tertinggi yang ingin aku capai.
Hidup adalah tentang memberi manfaat, setidaknya di sekitar kita. Aku jadi tertegun, bayanganku tentang menjadi seseorang di masa depan begitu nyata, tetapi itu hanya tentang diriku.
What would I do for my family? Untuk lingkungan dan orang-orang yang telah banyak memberi makna diriku sekarang ini?
Aku begitu egois menganggap bahwa cita-citaku adalah tentang aku dan keberhasilanku, bukan tentang berbuat sesuatu untuk orang-orang di sekitarku. Aku hanya ingin orang memandang kehebatanku, bukan apa yang telah kulakukan untuk mengubah dunia, sekecil apapun itu.
Do the best for my future and for better world!
Tidak ada yang salah dengan jatuh dan menangis.
Keduanya adalah bagian dari realita kehidupan normal yang qta lewati.
Yang penting adalah sikap dan tindakan yang qta ambil setelah qta mengalami kegagalan.

Ada dua pilihan yang bisa diambil.
Pilihan pertama adalah menjadi jera, trauma, dan putus asa.
Pilihan kedua adalah bangkit lagi, kembali mencoba, dan terus berusaha untuk maju.

Kadangkala jatuh dan menangis adalah hal yang menyakitkan dan qta tidak mau mengalaminya lagi, sehingga qta tidak mau mencoba lagi dan tidak akan melangkah kemanapun.
Tetapi akan lebih indah jika pengalaman jatuh dan berurai air mata menjadi pelecut semangat qta untuk bangkit.
Kenangan pahit membuat qta bertekad untuk tidak mau mengalami lagi, akan tetapi kali ini dengan bertindak maju dan meninggalkannya di belakang sebagai bagian dari proses menjadi lebih baik.

Sampai dimana qta berada 10 tahun mendatang, adalah kembali kepada qta ke arah mana langkah qta sekarang tertuju.

Waktunya Memulai!!

Menjadi berguna bagi orang lain.
Tidakkah untuk itu hidup qta menjadi jauh lebih berarti?
That's the meaning of LIFE!
KEnapa qta harus menunggu?
Possibility, seperti diungkap ANdrea Hirata dalam Sang Pemimpi, lakukanlah, manfaatkanlah, dan jangan sia-siakan kesempatan yang ada berlalu begitu saja.

Kisah-kisah di K!ck Andy is truly inspiring!
Kisah penjual gorden keliling yang dengan keterbatasan materi yang dimiliki tidak mematahkan semangatnya untuk mendirikan perpustakaan umum.
Dia mau mengorbankan penghasilannya yang pas2an untuk ikut serta mencerdaskan generasi muda.
Tak ada materi yang didapatnya dari mewujudkan mimpinya ini.
tapi semangatnya yang tak pernah padam membuatnya seakan-akan telah menduduki kenikmatan tertinggi dalam hidupnya.
Rasa menjadi berguna bagi orang lain, rasa bangga melihat orang lain menjadi lebih baik, adalah perasaan yang tiada terkira bagi siapapun yang berhati tulus.

Salah satu kisah favoritku tentu saja tentang Andrea Hirata dan Laskar Pelangi.
Buku yang sebenarnya ditulis untuk guru SD tercinta yang sekarang menjadi best seller di Indonesia.
LUAR BIASA!
Baca bukunya dan temukan bahwa banyak hal positif yang akan membuat kita terus maju, positif, dan pantang menyerah.

Mulailah sekarang juga, Uphiet!!

Skripsi..skripsi...

Enggak percaya...enggak percaya
Huehehe
Emg sering nggak bisa terima kenyataan kalo skrg tahun keempatku jd mahasiswa
Kemaren masih ospek, ribut2 masalah kuliah, sibuk ngomongin dosen (upss!), sekarang kegiatanku tinggal satu:
SKRIPSI
Dengan nekatnya n minimnya pengalaman aq ngambil topik tentang saham
Mending daH daripada ngambil topik laEn yg sama sX nggak ngerti

Eniwei, daftar dosen pembimbing bwt skripsi udh kluar.
Guess what?
Sebagai kehormatan aq dapet Pak Dekan!!!
Ffiuh udh kebayang bakal sulit bgt ketemuannya

Tapi teteup semangat!!!