Kuliner di sekitar Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta
Kota Tua Jakarta adalah salah satu kota tua di Indonesia yang dijaga keasliannya. Tidak seperti di Semarang yang masih dilalui kendaraan bermotor, kawasan ini sebagian besar hanya untuk pejalan kaki atau pun pengguna sepeda angin.

Niat awal adalah keliling Kota Tua seharian, menikmati keindahannya, belajar sejarah, ambil sudut-sudut cantik untuk berfoto, dan juga incip-incip makanan di kafe-kafe kecil yang banyak tersebar di sana. Nyatanya? Cuaca terlalu panas untuk bertahan lama di sana dan juga ramai pengunjung karena memang hari libur, alhasil setelah berkeliling sebentar, kemudian mampir ke salah satu kedai, kami (saya dan suami) memutuskan kembali ke hotel. Hahaha....

Untuk menjadi food blogger, ternyata kami juga tidak berbakat. Mampir beberapa tempat aja kami sudah kekenyangan 😅

[REVIEW HOTEL] Oceans 5 Dive Resort, Akses Terdekat ke Dermaga Penyeberangan

boat milik Oceans 5 Dive Resort
Buat yang gak mau capek-capek bawa/geret tas/koper ketika baru tiba di Gili Air, Oceans 5 Dive Resort sangat recommended buat tempat menginap ketika berlibur di sini. Hotelnya tepat berada di depan dermaga penyeberangan. Kalau memang mau menyusuri pulau lebih jauh, bisa menyewa sepeda atau naik dokar alias kereta kuda nantinya.

Kalau menurut situs online ada tiga tipe kamar yang ditawarkan di hotel ini, yaitu Standard Room, Poolside Bungalow with Extra Bunk Bed, dan Poolside Bungalow. Karena waktu itu datang berdua, kami skip yang tipe kedua (with extra bunk bed).

Pura Taman Mayura di Kota Mataram


Taman Mayura berada di kota Mataram, dikelilingi oleh banyak pertokoan, dan mudah dicapai dari pusat kota.

Kami datang saat hari masih pagi, tidak terencana setelah keliling mencari sarapan khas Pulau Lombok. Sudah ada beberapa pengunjung, tapi tidak terlalu ramai.

Begitu masuk pandangan mata kita langsung tertuju ke bangunan yang berada di tengah kolam. Bangunan tersebut bernama Rat Kere atau Gili yang dalam bahasa Sasak berarti pulau kecil. Bangunan tersebut dipakai untuk tempat berkumpul atau rapat, atau digunakan untuk menerima tamu kerajaan.

Bukit Jaddih: Dulu dan Sekarang

Bukit kapur Jaddih, adalah bekas penambangan batu kapur putih yang terletak di wilayah Bangkalan, Pulau Madura. Awalnya tempat ini jelas bukan tempat wisata, tapi sekarang menjadi salah satu tempat instagrammable di pulau ini. Kekuatan media sosial memang tidak diragukan menjadi salah satu faktor pemicu kedatangan wisatawan ke tempat ini.

Kedatangan wisatawan yang begitu sangat meningkat, membuat tempat ini mulai menjadi perhatian warga (atau mungkin pemerintah) setempat untuk mengelola tempat ini menjadi kawasan wisata. Dalam rentang dua tahun kunjungan saya, tempat ini sudah berubah sangat banyak.

Bukit Jaddih, 2016
Letak lokasi yang agak sedikit terpencil, membuat saya harus fokus memperhatikan Google Map dan lokasi dimana kami berada. Melewati jalan berdebu, sepi, dan bangunan yang masih jarang membuat saya (kali itu bersama dua orang teman perempuan) agak waswas dengan jalan yang katanya masih rawan kejahatan tersebut.

Tidak banyak petunjuk arah yang bisa kita ikuti, hanya menjadikan Pasar Jaddih sebagai patokan. Tapi karena weekend, agak banyak mobil-mobil pribadi yang menuju tujuan yang sama, sehingga kami tidak tersesat.

Kami berhenti di bagian bukit Jaddih yang datar, memperlihatkan keindahan bukit kapur yang siang itu pastinya panasss 😎



REVIEW BUKU: You Are Invited

Judul: You Are Invited
Penulis: Kezia Evi Wiadji
Penerbit: Grasindo
Tebal: 212 halaman
Goodreads Rating: 3.61/5.00


Stacy Tanu dan John Edward berencana menikah di penghujung tahun. 400 undangan rencananya akan disebar, termasuk keenam tamu istimewa mereka, Dina, Ben, Lyla, Sonia, Edo, dan James. Seperti halnya keinginan calon pengantin pada umumnya, mereka berharap pernikahan mereka akan sempurna dan lancar.

Ini bukan cerita cinta bertele-tele tentang Stacy dan John. Ada enam tokoh lain yang kisahnya berkaitan dengan kedua pasangan.

Dina adalah mantan kekasih John yang tinggal di Bali. Hubungan keduanya tidak berakhir dengan baik. John memergoki Dina sedang berselingkuh dengan laki-laki lain. Atas desakan Stacy, John akhirnya mengundang Dina untuk hadir di acara pernikahan mereka. Di lain sisi, Dina yang merasa bersalah dengan pengkhianatannya pada John juga diliputi kegalauan karena rasa cinta mendalamnya pada Cello, pelukis playboy yang dulu pernah dan masih dicintai Dina.

Ben adalah mantan kekasih Stacy. Perpisahan mereka lebih karena perbedaan karakter yang membuat keduanya mengakhiri hubungan dengan baik-baik. Ben yang petualang sejati harus menyerah meneruskan hubungan dengan Stacy yang tipe rumahan. Dalam petualangan Ben ke Pekanbaru, Ben akhirnya bertemu wanita istimewa bernama Princille, yang ia selamatkan dari usaha pemerkosaan pacar Princille pada saat itu.

Lyla adalah sahabat Stacy. Demi melupakan patah hatinya, Lyla memutuskan untuk mendaki gunung bersama teman-temannya. Karena pengalaman naik gunung yang bisa dibilang nol, Lyla panik menghadapi situasi ketika ia menghilang dari rombongan dan terjatuh.

Sonia adalah adik John yang harus mengalami kisah pahit karena hamil di luar nikah. Andi, suami Sonia adalah seorang playboy yang kerap bergonta-ganti pasangan meski sudah menikah. Setelah kandungannya keguguran, Sonia harus menghadapi cobaan lagi ketika Andi mengalami kecelakaan hebat di Lembang. Andi tidak bisa bangun lagi dan menggantungkan hidupnya pada mesin-mesin medis.

Edo adalah sahabat John yang pernah memendam perasaan cinta pada Sonia, adik John. Karena keraguan dan nasib buruknya, Edo tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya pada Sonia.

James adalah kakak Stacy yang merantau ke Medan dan membangun sebuah klinik rehabilitasi narkotika di sana. James yang ditinggal mati kekasihnya, Emilia, karena narkoba seperti ditakdirkan untuk menyembuhkan trauma yang dihadapi dengan dipertemukannya dia dengan Maria, seorang wanita pecandu narkoba yang menghuni kliniknya.

***